Asal-usul Keturunannya


Mengenai keturunan Imam Mahdi, sudah jelas dinyatakan dalam banyak hadits bahwa Imam

Mahdi itu berketurunan Rasulullah SAW, atau dengan lebih tepat lagi, Ahlulbait, yang keturunannya

bersambung terus secara jelas dengan baginda Rasulullah SAW. Bagaimanapun, untuk lebih

meyakinkan lagi hati kita, marilah kita lihat hadits-hadits berikut berserta uraian ringkas yang

diberikan di bawah ini.

1. Beliau Berketurunan Rasulullah SAW

A. Dari Sayidina Ali KMW, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda,

“Al-Mahdi itu adalah dari golongan kami, wahai Ahlulbait, semoga Allah akan

menyempurnakannya dalam satu malam.”

(Ibnu Majah)

B. Abdullah bin Mas’ud RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda,

“Dunia ini tidak akan hancur sehingga seorang lelaki dari ahli keluargaku, yang namanya separti

namaku, memerintah seluruh bangsa Arab.”

(At-Tarmizi & Abu Daud)

C. Sayidina Ali bin Abi Talib KMW meriwayatkan sebuah hadits daripada Nabi SAW yang

memberitahunya bahwa,

“Al-Mahdi yang dinanti-nantikan itu adalah dari kaum keluargaku. Allah akan

menyempurnakannya dalam satu malam saja.”

(Ibnu Majah)

D. Dari Abdul Rahman bin Auf RA katanya, sabda Nabi SAW,

“Sungguh Allah akan melahirkan seorang lelaki daripada keturunanku, yang (antara sifat

utamanya ialah) giginya berjarak, dahinya lebar, keadilannya sangat meliputi seluruh alam dan

akan mendapatkan harta-benda dengan melimpah-limpah.”

(Abu Nuaim)

E. Dari Abdullah bin Mas’ud RA katanya, sabda Nabi SAW,

“Jika tidak tinggal umur dunia ini melainkan hanya sehari saja, nescaya Allah akan

memanjangkan hari itu sehinggalah dibangkitkan-Nya seorang lelaki dari keturunanku atau dari

kaum Keluargaku, yang namanya menyerupai namaku, dan nama bapanya menyerupai nama

bapaku. Dia akan memenuhi bumi ini dengan keadilan dan kesaksamaan sebagaimana bumi ini

sebelumnya dipenuhi dengan penindasan dan kezaliman.”

(Abu Daud & At-Tarmizi)

F. Dari Sayidina Ali bin Abi Talib KMW katanya, Rasulullah SAW bersabda,

“Kalaulah hanya tinggal sehari saja lagi umur dunia ini, pasti Allah akan panjangkannya

sehingga dibangkitkan-Nya seorang lelaki dari ahli keluargaku yang akan memenuhkan dunia ini

dengan keadilan separti sebelumnya yang dipenuhi oleh kezaliman.”

(Abu Daud)

G. Sabda Nabi SAW,

“Al-Mahdi itu adalah salah seorang dari kaum keluargaku, Ahlulbait.”

(Ibnu Majah)

H. Sabda Nabi SAW,

“Dunia ini tidak akan lenyap sehingga seorang lelaki dari kalangan bangsa Arab muncul, yang

namanya separti namaku.”

(At-Tarmizi)

I. Abu Said al-Khudri RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Al-Mahdi adalah dari keturunanku. Dahinya luas dan hidungnya mancung. Dia akan

memenuhkan bumi ini dengan keadilan dan kesaksamaan ketika dunia sedang dipenuhi dengan

penindasan. Dia akan memerintah selama tujuh tahun.”

J. Rasulullah SAW mengisytiharkan bahwa,

“Al-Mahdi itu adalah salah seorang daripada kami, dari kalangan Ahlulbait.”

(Ibnu Majah)

K. Nabi SAW bersabda,

“Allah akan mengeluarkan dari persembunyiannya al-Mahdi (yaitu) dari kalangan kaum

keluargaku sejurus sebelum hari kiamat walaupun kiamat itu cuma tinggal sehari saja. Dia

akan menyebarkan keadilan dan kesaksamaan di atas muka bumi ini dan menghapuskan

kezaliman dan penindasan.” (Imam Ahmad)

Hadits-hadits yang memperakukan bahwa Imam Mahdi adalah keturunan baginda SAW

adalah banyak dan sebahagiannya adalah separti yang dinyatakan di atas. Hadits-hadits yang

menceritakan mengenai hal ini memang banyak dan yang dinyatakan di atas hanyalah sebahagian

daripadanya. Oleh karena banyaknya hadits yang menceritakan tajuk yang sama, dan dari pelbagai

tingkatan kesahihan pula, maka tidak syak lagilah Imam Mahdi itu memang asal-usul keturunannya

adalah daripada Rasulullah SAW.

Memang tidak syak lagi Imam Mahdi itu adalah salah seorang dari Ahlulbait dan

kedudukannya adalah lebih utama pada sisi Rasulullah SAW daripada orang lain yang sezaman

dengannya maupun dari zaman yang dahulu, sehingga kepada para sahabat RA. Ketinggian

kedudukannya pada sisi Allah SWT dan pada sisi Rasulullah SAW sudah hampir tidak perlu

dinyatakan lagi karena sudah disebutkan sendiri oleh baginda Rasulullah SAW dalam beberapa buah

hadits, antaranya separti yang telah diriwayatkan.

Karena itu orang yang mengaku dirinya Imam Mahdi atau yang didakwa oleh para

pengikutnya sebagai Imam Mahdi perlu menunjukkan susur galur keturunannya yang jelas, dan

disertakan bukti-bukti yang kukuh, yang dapat dipertahankan bahwa dia memang berketurunan

Rasulullah SAW, dan saksi-saksi bebas yang dapat menerangkan secara terperinci akan keluarganya

dan sejarah latar belakang keluarganya itu. Jika ini dapat dilakukan, maka jelaslah bahwa dakwaan itu

adalah benar dan si pendakwa dapatlah diterima sebagai Imam Mahdi, sesuai dengan isyarat hadits

Rasulullah SAW yang banyak itu.

2. Beliau Berketurunan Sayidatina Fatimah RA

A. Dari Said bin al-Musayyab RH, dia berkata,

“Kami berada bersama-sama dengan Ummu Salamah RA, lalu kami saling menyebut-nyebut al-

Mahdi, maka dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Al-Mahdi

adalah dari anak keturunan Fatimah.”

(Ibnu Majah)

B. Ummu Salamah RA, Ummul Mukminin, menceritakan bahwa dia mendengar Rasulullah SAW

bersabda,

“Al-Mahdi adalah dari keturunanku, dari anak cucu Fatimah.” (Abu

Daud & Ibnu Majah)

C. Qatadah RH berkata,

“Aku bertanya kepada Said bin Al-Musayyab RH, “Adakah al-Mahdi itu benar?” Dia

menjawab, “Ya.” Aku bertanya lagi, “Dari siapa dia datang?” Jawabnya, “Dari anak-anak

Fatimah RA.”

D. Dari Imran bin al-Husain RA katanya, Rasulullah SAW bersabda kepada anaknya Fatimah RA,

“Khabarkanlah berita gembira, bahwa al-Mahdi itu adalah dari (keturunan) kamu.”

(Ibnu Asakir)

E. Kata Sayidina Ali KMW,

“Al-Mahdi itu adalah seorang lelaki dari kami, dari anak-anak Fatimah RA.”

F. Sabda Nabi SAW,

“Benar, dia memang sebenarnya, dan dia adalah dari anak-anak Fatimah.”

G. Rasulullah SAW mengisytiharkan bahwa,

“Al-Mahdi itu adalah dari kaum keluargaku, daripada keturunan Fatimah.”

(Ibnu Majah)

Hadits-hadits di atas memperincikan lagi keturunan Imam Mahdi itu yaitu dari keturunan

Rasulullah SAW melalui puteri bongsu kesayangan baginda SAW. Banyaknya hadits yang

menyebutkan perkara demikian membantu menjelaskan lagi kedudukan Imam Mahdi sebagai salah

seorang Ahlulbait yang paling utama. Jika kumpulan hadits sebelumnya menyatakan Imam Mahdi itu

adalah dari keturunan Rasulullah SAW, maka kumpulan hadits yang kedua ini menyatakan pula

bahwa Imam Mahdi itu adalah dari keturunan Rasulullah SAW melalui puteri kesayangan baginda

SAW dan kesayangan seluruh umat Islam, yaitu Sayidatina Siti Fatimah az-Zahra’ al-Batul.

3. Beliau Berketurunan Sayidina Ali KMW

A. Sabda Nabi SAW,

“Akan keluar dari sulbi ini (Sayidina Ali KW) seorang pemuda yang akan memenuhkan bumi

ini dengan keadilan. Maka apabila kamu meyakini yang demikian itu, hendaklah kamu turut

menyertai Pemuda dari Bani Tamim itu. Sesungguhnya dia datang dari sebelah Timur dan dialah

pemegang panji-panji al-Mahdi. (At-Tabrani)

Hal ini sebenarnya lebih merupakan pelengkap dan pemutus kata mengenai asal keturunan

Imam Mahdi. Memang diakui bahwa suami Siti Fatimah az-Zahra RA sepanjang hayatnya adalah

Sayidina Ali KMW, tidak ada yang lain. Maka hadits ini lebih berfungsi membantu menguatkan lagi

kebenaran hadits yang menyebut bahwa Imam Mahdi itu memang berasal daripada keturunan

Rasulullah SAW. Keadaan ini samalah ibarat cahaya di atas cahaya, terang di atas terang, atau separti

kata pepatah Melayu, sudah terang lagi bersuluh.

4. Beliau Dari Keturunan Sayidina Al-Hasan dan Al-Husain bin Ali RA

A. Rasulullah SAW bersabda kepada Fatimah RA,

“Demi Allah yang mengutus aku sebagai Nabi yang sebenarnya, sungguh daripada keturunan al-

Hasan dan al-Husain akan lahir al-Mahdi untuk umat ini.”

B. Abdullah bin Amru RA berkata,

“Seorang lelaki dari anak cucu al-Hasan akan datang dari arah Timur. Jika dia menghadap ke

arah gunung, akan dipukulnya hingga rata sehingga mereka berjaya melaluinya.”

C. Rasulullah SAW bersabda,

“Dunia ini tidak akan berakhir sehingga seorang lelaki dari keturunan al-Husain mengambil alih

pentadbiran dunia dan memenuhkannya dengan keadilan dan kesaksamaan separti sebelumnya

yang dipenuhi dengan kezaliman dan penindasan.”

D. Abu Ishak memberitahu bahwa Sayidina Ali KMW ketika memandang anaknya al-Hasan RA,

berkata,

“Anak aku ini adalah seorang Sayid, separti yang Nabi SAW menamakan dia. Daripada

keturunannyalah akan muncul seorang lelaki yang namanya separti nama Nabi kamu. Dia akan

menyerupai Nabi kamu dari segi akhlak tetapi tidak dari segi rupa.” Kemudian dia menyebutkan

riwayat bahwa bumi ini akan dipenuhi dengan keadilan (masa pemerintahannya).”

(Abu Daud)

Oleh karena keturunan Sayidina Ali KMW memang ramai, terutamanya dari sebelah isteriisterinya

yang lain, maka dikhabarkan lagi bahwa Imam Mahdi itu adalah dari anaknya yang bernama

al-Hasan dan al-Husain RA, yaitu cucu-cucu kesayangan Rasulullah SAW.

Antara kedua-dua orang cucu baginda SAW ini, Sayidina al-Husain RA adalah lebih

menonjol berbanding Sayidina al-Hasan RA. Maka ditetapkan lagi oleh para ulama bahwa, Imam

Mahdi itu dari sebelah bapanya adalah terus kepada Sayidina al-Husain RA, manakala dari sebelah

ibunya adalah datang dari sebelah Sayidina al-Hasan. Demikian pendapat yang dirumuskan oleh

Imam Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitabnya yang terkenal itu.

Adanya hadits-hadits yang sekejap menyebutkan Imam Mahdi itu berketurunan Sayidina al-

Husain, sekejap menyebutkan Imam Mahdi itu berketurunan Sayidina al-Hasan, dan sekejap lagi

menyebutkan Imam Mahdi itu dari keturunan kedua-dua al-Hasan dan al-Husain itu, sebenarnya

bukanlah menunjukkan pertentangan. Tidaklah sepatutnya apabila ini berlaku, maka ketiga-tiga

bentuk hadits ini ditolak.

Pertentangan yang berlaku ini hanyalah bersifat luaran, karena tidak dijelaskan secara

mendalam maksudnya itu. Sebenarnya memang Imam Mahdi itu datang dari keturunan Sayidina al-

Hasan dan Sayidina al-Husain, dari bapa mereka Sayidina Ali KMW dan dari ibu mereka Sayidatina

Siti Fatimah RA.

5. Beliau Berketurunan Sayidina Al-Abbas RA

A. Rasulullah SAW bersabda,

“Al-Mahdi adalah dari keturunan (Sayidina) Abbas, bapa saudaraku.”

(Ad-Daruqutni)

B. Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda,

“Ingatlah wahai paman. Adalah aku ini membawakan khabar gembira kepadamu, sesungguhnya

keturunan paman adalah orang yang suci-suci. Daripada paman (nanti) akan lahir al-Mahdi

pada akhir zaman. Dengannya Allah akan menyebarkan hidayah, memusnahkan kesesatan.

Sesungguhnya Allah taala memulakan (pemerintahan dan Islam) ini dengan aku dan akan

mengakhirinya dengan keturunan paman.” (Ar-Rafie)

C. Dari Abu Hurairah RA, katanya, Rasulullah SAW bersabda,

“Ingatlah wahai Abul Fadhal (Ibnu Abbas RA), saya membawa berita gembira kepadamu,

sesungguhnya Allah memulakan agama ini denganku dan dengan keturunanmu nanti Allah akan

mengakhirkannya.”

(Abu Nuaim)

D. Dari Ibnu Abbas RA, katanya Rasulullah SAW berdoa,

“Ya Allah, tolonglah al-Abbas dan keturunannya (tiga kali). Wahai pakcikku, ketahuilah,

bahwa al-Mahdi al-Muntazar, yang menyayangi dan disayangi itu adalah dari anak

keturunanmu.” (Haisam & Ibnu Asakir)

E. Dari Sayidina Ali RA, katanya, Rasulullah SAW bersabda,

“Wahai pakcikku, ketahuilah, sesungguhnya Allah memulakan agama ini denganku dan Dia

menutupnya dengan keturunanmu.”

(Al-Khatib & Ibnu Asakir)

Hadits-hadits ini menjelaskan pula bahwa Imam Mahdi itu adalah dari keturunan Al-Abbas

RA, bapa saudara Nabi Muhammad SAW dan maksud yang disampaikan di dalam hadits-hadits

berkenaan adalah terang sekali, tidak perlu dihuraikan lagi.

Semua hadits di atas, jika dilihat sekali imbas semua sekali, secara zahirnya memanglah sangat

bertentangan. Semuanya jika dibaca sekali imbas, mampu membuatkan kita kalut seketika. Ramai

ulama tidak berani memasukkan kesemua hadits di atas secara sekali gus karena takut akan

mengelirukan umat Islam. Dalam banyak-banyak buku dan kitab, hanya disebutkan beberapa buah

hadits saja, separti Imam Mahdi itu dari keturunan Sayidina al-Hasan saja, atau al-Husain saja,

atau keturunan Rasulullah SAW, tanpa menyebutkan keturunannya dari al-Hasan atau al-Husain.

Mana tidaknya, sebahagian hadits menyebutkan dengan jelas sekali bahwa Imam Mahdi itu

adalah dari keturunan Nabi Muhammad SAW sendiri, beberapa buah hadits lain menyatakannya dari

keturunan Sayidina al-Hasan, beberapa buah hadits yang lain menyebutkannya datang dari keturunan

Sayidina al-Husain pula, dan beberapa buah hadits lagi menyebutkan bahwa Imam Mahdi itu datang

dari keturunan Sayidina Al-Abbas, bapa saudara Nabi Muhammad SAW yang baginda muliakannya.

Ini menyebabkan ramai ulama terkemudian berkerut kening membacanya dan berkerut dahi

memikirkannya. Akhirnya dicari-cari jalan supaya sebahagian hadits itu diisytiharkan maudhuk saja,

untuk memudahkan cerita. Sebahagian yang lain pula berkata, tak usah masukkan hadits-hadits ini

sebab jelas berlawanan. Mana satu yang betul pun, wallahu a’alam, katanya. Alasannya, mengikut

kaedah ilmu jarah wat takdil, kalau matan hadits-hadits itu sakit, maka sanadnya juga sebenarnya

sakit.

Memang jika dilihat secara zahirnya, demikianlah yang berlaku dan yang mudah difahami

oleh semua orang. Tapi tidaklah demikian sebenarnya. Mustahil Rasulullah SAW bersabda

menyebutkan dua perkara yang amat bertentangan itu dan tidak menyedari maksud kedua-dua

ucapannya. Para sahabat RA dan tabiin hanya meriwayatkan apa yang mereka dengar, jadi tidaklah

salah apa-apa pada mereka. Dari situ, satu titik pertemuan perlulah dicari agar yang dilihat

bertentangan, akan jadi tidak bertentangan.

Hadits-hadits ini jika dicantumkan sekali, akan membawa satu makna yang besar dan tidak

sekali-kali bertentangan. Maksud sebenar hadits-hadits ini ialah bahwa Imam Mahdi itu memang dari

keturunan orang-orang mulia, keturunan Nabi SAW, dari anak cucu Fatimah RA. Datuk neneknya

yang dari pencar Sayidina al-Hasan akan berkahwin dengan pencar dari Sayidina al-Husain, yang

seterusnya akan berkahwin pula dengan pencar dari Sayidina Abbas RA. Demikian penjelasan

daripada Imam Ibnu Hajar al-Haitami.

Maksud tersiratnya ialah Imam Mahdi itu adalah pengumpul segala kemuliaan keturunan

Quraisy, yang mengumpulkan semula keturunan dari Abdul Muttalib yang ramai anak itu pada

dirinya. Sesuai dengan itu pula, maka Imam Mahdi itulah orang yang bakal menerima segala

keistimewaan, segala kemuliaan, segala kebaikan, segala darjat, segala kedudukan, segala ilmu dan

segala kekuasaan yang pernah diperoleh oleh sekalian anak cucu Abdul Muttalib. Selepas itu, tiada lagi

orang yang akan menerima apa-apa keistimewaan yang seumpamanya lagi.

Keadaan ini samalah dengan peribadi baginda Rasulullah SAW yang mengumpulkan segala

kemuliaan kaum Quraisy pada dirinya sehingga jadilah Baginda SAW itu sebagai semulia-mulia

peribadi di kalangan bangsa Arab dan di kalangan bangsa Quraisy, juga semulia-mulia keturunan dari

Bani Hasyim dan semulia-mulia keturunan dari Bani Abdul Muttalib.

Baginda SAW juga adalah pengumpul segala kemuliaan para nabi dan rasul sejak dulu-dulu

lagi pada dirinya, mulai dari Nabi Adam AS hinggalah kepada Nabi Ibrahim AS, sehingga jadilah

Baginda SAW itu semulia-mulia rasul di kalangan sekalian nabi dan rasul yang telah pernah

diturunkan oleh Allah ke atas dunia ini.

Daripada sekian banyak hadits, pendapat yang menyatakan bapanya dari keturunan Sayidina

al-Hasan adalah lebih lemah, dan pendapat yang lebih kuat adalah pendapat yang menyatakannya dari

keturunan Sayidina al-Husain. Ini sesuai dengan maksud sebuah hadits yang menyatakan demikian.

Maknanya, keturunan bapanya adalah dari anak cucu Sayidina al-Husain, terus sehingga sampai

kepada dirinya, manakala hadits yang menyatakannya dari keturunan Sayidina al-Hasan, bermaksud

dari sebelah ibunya. Begitu juga keturunannya yang bercampur tadi (antara anak cucu Sayidina al-

Hasan dan al-Husain RA) akan berkahwin pula dengan seorang perempuan yang asal-usul

keturunannya adalah dari anak cucu Sayidina Al-Abbas RA. Demikianlah pendapat yang lebih dapat

diterima, wallahu a’alam.

Hasil daripada cantuman ketiga-tiga keturunan Ahlulbait itu, akan bercampur lagi dengan

penduduk Ajam, yang bukan Arab, sehingga dari keturunan itu, lahirlah seorang pemuda yang asalusulnya

adalah Arab tetapi rupa bentuk, bahasa, adat resam, pemikiran dan gaya bawaannya sudah

lebih mirip dan cenderung kepada cara penduduk Ajam yang menjadi tempat tinggalnya itu. Dan

untuk akhir zaman ini, Ajam yang dimaksudkan itu, rasa-rasanya tidak lain dan tidak bukan adalah

bangsa Melayu ini. Dan di Timur itulah Imam Mahdi dilahirkan, sesuatu yang tidak pernah terfikirkan

dan terduga oleh mana-mana pihak pun sebelum ini, malah yang ada pada masa ini juga amat sukar

menerima hakikat kenyataan ini. Memang kelihatan mustahil bangsa Melayu akan bangun

memerintah seluruh dunia karena semua orang di dunia ini sudah sedia maklum akan sifat-sifat

buruk bangsa Melayu ini. Namun, satu perkara yang pasti adalah kenyataan bahwa di kalangan

semua bangsa yang memeluk Islam, bangsa Melayu saja lagi yang belum pernah memerintah dunia,

sejak kewujudan bangsa itu ke dunia ini. Ini adalah suatu kenyataan dan setiap bangsa lain pada hari

ini harus menerima kenyataan ini dengan, sama ada terpaksa atau sukarela, gembira atau risau.

Begitulah hebatnya peribadi Imam Mahdi ini. Siapa yang tidak gecur liur dengan segala

kelebihan yang ada padanya itu. Sudah pasti semua orang amat teringin memiliki segala kelebihan

yang disebutkan itu. Akibatnya, ramailah yang dengan muka tak malu, mengaku dirinya sebagai Imam

Mahdi. Namun, sifat-sifat Imam Mahdi yang perlu ada pada dirinya, satu pun tidak terpenuh olehnya.

Di sini, penulis ingin menafikan pendapat beberapa orang penulis lain yang menyandarkan

pendapat mereka kepada teori beberapa orang sarjana dan cendekiawan reformis terdahulu yang

mengandaikan bahwa hadits-hadits mengenai keturunan Imam Mahdi daripada Bani Abbas sebagai

hadits-hadits maudhuk dan bertujuan menaikkan nama Daulah Bani Abbasiyah di Baghdad dahulu.

Andaian ini amatlah jauh dari kebenaran dan dibuat berdasarkan syak wasangka dan zanni sematamata,

dan dengan penuh kejahilan. Mungkin ada niat jahat yang terselindung di sebalik penyataan

sedemikian. Jika mereka ini diminta memberikan bukti yang benar-benar kukuh terhadap andaian dan

teori mereka itu, pasti mereka akan gagal membawakannya kepada kita. Yang pasti, memang tidak ada

satu hujah pun yang dapat dibawakan untuk menyokong dakwaan mereka itu.

Dakwaan mereka ini sebenarnya didasarkan kepada fakta sejarah yang berlaku pada zaman

Bani Abbasiyah dahulu, yang coba mencari pengaruh rakyat jelata dengan pelbagai cara, termasuk

mendakwa keturunan mereka adalah dari kerabat Rasulullah SAW dan dari mereka bakal lahirnya

Imam Mahdi kelak. Andaian sebegini jelas adalah dakwaan orang-orang bodoh dan emosional yang

tidak perlu diperhatikan.

Mereka yang mendakwa demikian seolah-olah merasakan diri mereka lebih pintar dan bijak

daripada Imam Ibnu Hajar al-Haitami, atau Imam al-Qurtubi atau Imam Jalaluddin as-Suyuti RH.

Sepanjang pengetahuan kita, ketiga-tiga Imam umat Islam ini adalah orang-orang yang sangat alim

dalam ilmu hadits, alim dalam pelbagai bidang ilmu lain, malah keilmuan mereka diiktiraf sepanjang

zaman sebagai yang terbaik antara yang terbaik. Mereka yang menolak hadits-hadits di atas, apakah

taraf ilmu mereka? Adakah sama taraf dengan ketiga-tiga Imam itu atau lebih tinggi lagi daripada

ketiga-tiganya?

Oleh itu, pendapat mereka dengan mudah pula ditolak oleh sekalian umat Islam, karena

mereka sendiri tidak cukup syarat untuk menolak sesebuah hadits itu, sedangkan hadits-hadits itu

diterima oleh pakar hadits dan ulama kenamaan sebagai hadits yang dapat dipegang kebenarannya, dan

dimasukkan riwayatnya di dalam buku atau kitab mereka itu. Maka apa alasan lagi yang dapat

dikemukakan untuk menangkis hujah para Imam berkenaan? Jika tidak ada hujah, maka benarlah

pendapat para Imam berkenaan, dan kita kenalah ikut ijtihad mereka. Sama ada kita suka atau tidak,

setuju atau tidak setuju, itu cerita nombor dua atau, belakang kira. Sekurang-kurangnya untuk

sementara ini, kita kenalah berpegang kepada pendapat jumhur ulama yang muktabar, jika kita benarbenar

mau selamat. Hanya setelah ada pendapat lain yang lebih berwibawa, dengan hujah yang lebih

kukuh pula daripada pendapat para imam yang kenamaan itu, barulah kita dibolehkan ikut pendapat

baru itu. Jika tidak, ikutlah saja pendapat yang sedia ada pada hari ini.

6. Imam Mahdi Adalah Seorang Lelaki

A. Dari Sayidina Ali bin Abi Talib KMW katanya, Rasulullah SAW bersabda,

“Kalaulah hanya tinggal sehari saja lagi umur dunia ini, pasti Allah akan panjangkannya

sehingga dibangkitkan-Nya seorang lelaki dari ahli keluargaku yang akan memenuhkan dunia ini

dengan keadilan separti sebelumnya yang dipenuhi oleh kezaliman.”

(Abu Daud)

Sebenarnya memang terdapat banyak hadits yang menyebutkan bahwa Imam Mahdi itu

adalah seorang lelaki, bukannya perempuan. Yang diberikan di atas hanyalah sebagai contoh saja

dari sekian banyak hadits dan asar para sahabat RA. Maknanya, jika ada mana-mana wanita yang

mendakwa bahwa dirinya adalah Imam Mahdi, maka dakwaan itu dengan mudah saja ditolak dan

tertolak. Mustahillah Nabi SAW menyebutkan bahwa Imam Mahdi itu berjambang, berjanggut tebal

dan sebagainya, jika dia itu wanita. Amat jarang didapati ada wanita yang berjanggut, bermisai dan

berjambang. Mustahil pula wanita memakai serban, karena serban itu pakaian khusus lelaki.

Maknanya, jika ada mana-mana wanita yang mengaku dirinya Imam Mahdi, secara tidak

langsung juga dia menafikan hadits-hadits mengenai Imam Mahdi, karena hadits-hadits itu menceritakan

sifat-sifat seorang lelaki tulen, bukannya sifat sebagai seorang wanita. Lagipun, secara umumnya,

seorang wanita tidak akan termampu menerima tugas yang sedemikian berat dan besar itu, yang

secara lazim juga, sebenarnya tidak termampu untuk ditanggung oleh kebanyakan lelaki biasa. Hanya

Imam Mahdi sajalah yang diberi keupayaan oleh Allah SWT untuk sanggup menanggung beban

yang sedemikian berat itu ke atas bahunya seorang. Bukan sebarang lelaki yang dapat menanggung

beban tugas yang diamanahkan kepadanya itu.

Memang ada wanita yang diangkat martabatnya ke taraf seorang wali, tetapi tidak ada manamana

wali wanita pun yang diberi amanah untuk menguruskan kaum lelaki separti yang berlaku dalam

sistem politik Barat hari ini. Allah tidak menjadikan wanita untuk menguruskan hal-hal umum

masyarakat dan bebas keluar ke sana ke mari tanpa sekatan atau halangan. Wanita solehah hanya

dibenarkan keluar untuk urusan yang benar-benar mustahak dan yang membawa manfaat saja.

Tidak semua keadaan kaum wanita boleh menguruskan hal-hal yang sepatutnya diuruskan oleh kaum

lelaki, atau sewenang-wenangnya masuk campur dalam urusan yang dikhususkan untuk orang lelaki.

Maksud lelaki di sini adalah lelaki yang sebenar, yang berkahwin dengan wanita dan menjadi

seorang bapa kepada anak-anak kandungnya sendiri. Yang dikatakan lelaki juga adalah bermaksud

Imam Mahdi itu adalah orang Allah, yang bertaraf muqarrabin atau disebut sebagai Rijalullah. Itulah

maksud lelaki dari segi batinnya. Rijalullah itulah lelaki sejati. Maksud lelaki juga adalah golongan atau

orang yang menguasai orang lain karena maksud lain bagi kalimat Rijal ialah yang menguasai, yaitu

menguasai orang lain. Maka Imam Mahdi itu adalah orang yang dimampukan oleh Allah SWT untuk

menguasai orang lain, baik dari segi ilmunya, kefahamannya, penghayatannya, keagamaannya, cara

hidupnya, pandangan hidupnya, harta benda dan sebagainya lagi.

Perkataan lelaki juga dimaksudkan sebagai pembela, yaitu pembela agama Allah di atas muka

bumi ini dan pembela kepada seluruh kaum muslimin terhadap orang-orang kafir, selain menjadi

pembela kepada seluruh kaum Ahulbait yang sebelumnya terpisah-pisah dan bertaburan di meratarata

tempat. Apabila Imam Mahdi muncul kelak, beliau akan menjadi pembela agama Allah ini,

menjadi pembela kepada seluruh kaum mukminin dan muslimin yang sedang ditindas, dan pembela

kepada seluruh Ahlulbait yang hidup ketika itu.

Maksud rijal inilah juga yang menyempurnakan beliau sebagai Imam Mahdi bagi umat ini,

pada zaman ini.

Sifat-sifat Peribadi

Sifat-sifat peribadi beliau ada dinyatakan sama ada oleh hadits-hadits, maupun oleh para

tabiin dan juga para ulama yang kemudian daripadanya. Keterangan yang berterabur di sana-sini itu

bolehlah disusun semula sehingga menjadi satu keterangan yang jelas. Perlu juga dinyatakan di sini

bahwa beliau lebih banyak sifat bangsa Timurnya (Ajam) daripada bangsa Arabnya.

Ini disebabkan tempat lahirnya adalah di negeri sebelah Timur, keturunannya memang telah

bercampur dengan bangsa Timur, adat istiadatnya sedikit sebanyak bercampur dengan adat istiadat

bangsa Timur dan bahasa yang digunakannya juga adalah bahasa bangsa Timur itu. Pendek kata,

Timurlah yang lebih menonjol pada diri beliau, sama ada sebelum munculnya atau pada ketika

munculnya kelak.

Timur yang dimaksudkan di sini adalah Malaysia dan Indonesia. Tidak ada kawasan lain di

dunia ini yang lebih layak dipanggil Timur selain daripada Asia Tenggara inilah. Sebabnya, jika

Khurasan kita katakan Timur, Nabi SAW sudah pun menyatakan dengan jelas dalam beberapa buah

hadits nama Khurasan, dan tidak ada pula sebarang hadits yang menyatakan Khurasan itu sebagai

Timur. India, Afghanistan dan Pakistan juga tidak boleh dikatakan Timur karena karena dalam haditshadits

yang berkenaan juga disebutkan bahwa raja India akan diperangi dan dikalahkan oleh Pemuda

Bani Tamim masa DALAM PERJALANAN mereka mencari Imam Mahdi. Jadi, mustahillah

benua kecil India dapat dikatakan Timur, sebab India akan diperangi dalam perjalanan beliau menuju

ke Makkah.

Iran dan Iraq juga lebih-lebih lagi tidak layak dipanggil Timur karena negara berkenaan

disebut dengan jelas dalam beberapa buah hadits, dengan nama Kufah dan Ma Wara an-Nahar, juga

kadang-kadang disebut Parsi. Jadi, mana dia negara lain yang benar-benar boleh dikatakan Timur?

Takkanlah Thailand, Hong Kong dan China itu boleh dikatakan Timur, karena di negara-negara

berkenaan, umat Islam adalah amat minoriti dan tidak akan mampu bangun menjadi kuasa

pemerintahan untuk Imam Mahdi.

Jika demikian, jelaslah bahwa tidak ada kawasan lain lagi yang lebih patut dikatakan Timur,

selain kawasan kita inilah saja dan merupakan satu-satunya kawasan yang paling layak digelar

Timur. Dalam sebuah hadits sahih (riwayat Imam Muslim) disebutkan bahwa Timur adalah kawasan

yang paling hujung bumi ini yang manusianya menerima Islam sebagai agama mereka.

Amat jelaslah bahwa yang dimaksudkan dengan hujung bumi ini adalah Asia Tenggara

karena di sinilah kawasan terakhir yang manusianya beramai-ramai menerima Islam sebagai agama

mereka. Kawasan selepas Asia Tenggara ini, tidak ada yang menerima Islam secara beramai-ramai

sehingga bangsa yang beragama Islam itu mampu memerintah negara. Jika ada yang Islam pun,

hanyalah golongan yang amat minoriti. Lihatlah contohnya di Korea, Jepun dan negara-negara

Kepulauan Pasifik.

Maknanya, Imam Mahdi itu boleh pula dikatakan Ahlulbait yang berbangsa Melayu, memakai

adat istiadat Melayu dan bercakap dalam bahasa Melayu. Jika demikian, alangkah bertuahnya bangsa

Melayu pada akhir zaman ini! Sama separti bertuahnya bangsa Arab zaman dahulu karena memiliki

Nabi SAW, yang lahir dari bangsa mereka, bercakap dalam bahasa mereka dan memakai adat istiadat

mereka.

Bagaimanapun, sebagai perincian sifat peribadinya, berikut ini dinukilkan beberapa sifat

khusus beliau, keadaannya, kemunculannya dan pemerintahannya separti yang kita dapati daripada

sumber-sumber hadits, asar dan juga ucapan tabiin.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

6 Tanggapan to “Asal-usul Keturunannya”

RSS Feed for Bumi Mataram Comments RSS Feed

maafkan saya saudara,saya berasa dakwaan saudara ini keterlaluan mengenai imam mahdi…yang di dakwa asal nya dari malaysia atau indonesia…semua negara di pelusuk timur ini ada keturunan muslim nya…asal imam mahdi bukan mengikut minoriti ataupun majoriti islam di sesebuah negara…allahua’lam

I really was exploring for techniques for my own blog and observed your own blog, “Asal-usul Keturunannya Bumi
Mataram”, do you mind if I actually employ many of your own points?

Thanks a lot ,Dusty

Ambilah sebuah buku tulis dan pena lalu tulislah dengan akurat setiap pikiran yang terlintas, perasaan2 yang terpapar, kata hati yang terbesit dan gerakan2 yang diperbuat secara rinci, akurat dan mendetail dalam 5 menit yang lalu dan 5 menit kedepan !

Jawabnya : tidak bisa dan tidak tahu! Kenapa ? Lalu makhluk mana kira-kira yang bisa dan tahu (tentang itu),baik pada dirinya dan pada semua makhluk-makhluk yang ada?

Jika setiap makhluk tidak mampu menulis secara mendetail dan akurat setiap pikiran-pikiran yang terlintas,kata-kata hati yang terbesit,perasaan-perasaan yang terpapar, gerakan-gerakan yang terjadi pada dirinya sendiri baik masa yang lalu maupun yang depan? Bagaimana dengan Allah Swt Pencipta setiap makhluk itu,mungkinkah dia itu juga tidak tahu menahu?

Jika begitu anggapannya jadi siapa yang tau persis (tentang itu semua secara rinci dan mendetail) dan yang mengendalikan segala sesuatu didalam semesta ini? Milik siapakah segala sesuatu itu, selain Allah Swt? Apakah kelebihan manusia-manusia padahal tidak tau semua yang telah terjadi dan yang akan terjadi pada dirinya sendiri selain kesesatan dan ketidaktahuan?

Jika saja kita mau sedikit berpikir maka kita sadar dan betapa lemahnya kita demikian juga dengan makhluk semuanya , maka salahkah kita jika “menyerah” kepada Allah Swt Pencipta kita dan alam semesta ini yang mengetahui apa yang ada dibelakang “ semua yang telah terjadi dan kedepan “yang akan terjadi”? atas kita dan semua ciptaanNYA, seraya bersyukur dan bersabar atas semua ketetapanNYA?

Menjadi cerdaslah! Dengan berpikir kenapa kita bisa berpikir? Demikian juga dengan seluruh manusia? dan Dimana tercatat semua pikiran itu jika kita lupa atau otak kita sudah jadi tanah atau abu? dan Dimana pula perbendaharaan pikiran2, ide2 itu sebelum terlintas diotak2 manusia selama ini padahal sebelumnya mereka2 tidak tau?

Jika seseorang bersaksi : tidak ada ilah ‘’Penguasa,Yang Kuasa selain Allah Swt’’ dan yakin dia hanyalah hamba yang tidak punya daya upaya “kuasa” kecuali dengan pertolongan Allah Swt serta mengikhlaskan yang ada dalam surat Al Iqhlas tanpa syarat : seperti Allah itu Ahad “Tunggal” tanpa sekutu “Allah DIA yang dibutuhkan,”Tanpa perlu pihak ketiga” DIA tidak beranak dan diperanakkan dan tidak ada satu pun yang setara dan menyerupaiNYA, sebab Allah Swt tidak bisa dilihat,tidak terjangkau pikiran/dikhayalkan!

Apakah orang-orang yang mengimani seperti yang demikian itu sesat, keliru, dan perlu diluruskan sebab dia hanya berserah diri hanya kepada Allah Swt saja dan mengadu (curhat) setiap permasalahannya dan meminta langsung kepada Allah Swt Penciptanya,pemiliknya yang faham atas setiap pikiran,perasaan dan kata hatinya tanpa perlu perantara,wali atau pihak ketiga! Sebab dia berpikir siapakah yang bisa menolongnya nanti ketika di berada didalam kesendirian dan kesunyian misalnya ketika sakaratul maut, dalam kubur,dll ! Salahkah jika dia membina hubungan langsung dengan Allah Swt mulai sejak dini?

Inilah contoh akidah orang-orang yang telah menjalani di shirattal mustaqiim “Jalan Yang Lurus” yang pasti tidak sesat bahkan justru tengah meniti di Jalan Yang Lurus “shirratal mustaqiim” yang telah diberi nikmat oleh Allah Swt yang diminta dan diidam2kan orang dalam Al Fatihah disetiap shalatnya ( Barang siapa yang mentaati Allah dan rasul maka mereka bersama-sama orang yang Allah telah beri nikmat atas mereka yaitu para Nabi, para Shidiq “Orang-orang Benar dan Jujur” para Syuhada “Pejuang Agama yang Ikhlas” dan para Shalihin” pelaku kebajikan” (Qs : An Nisa : 69-70)

Tiga Musuh Besar bagi Manusia2 yang Berakal yang wajib diwaspadainya:

1. Hawa Nafsu”keinginan2 keji dan mungkar yang terbit dari dalam dirinya sendiri.

2. Orang2 yang merayu kita utk mengabdi, menyembah dan minta pertolongan,perlindungan serta berharap kepada Rabb2″ Tuan2″ dan Ilah2″Penguasa2″ yang lain selain dari Allah Swt Yang Tunggal, Pencipta, Pemilik”Rabb” dan Penguasa Mutlak alam smesta dan segala2nya!

3.Siapapun yang mengajak kita untuk menipu, menganiaya/menyakiti, merugikan, menyusahkan, baik diri sendiri dan orang lain!

Apakah yang akan kita sebut bagi: Orang2 yang diberi akal tetapi tdk digunakan untuk berpikir,memilah dan memilih yg terbaik bagi dirinya? Dan Orang2 yang diberi hati tetapi tidak digunakan untuk memahami dan mewaspadai demi kemaslahatan dunia dan akhiratnya? Serta Orang2 yang punya perasaan tetapi enggan merasakan perasaan2 orang lainnya?

Umpama hati adalah kebun dan agama/ideology adalah tanaman utamanya, jika bibit yang disemai adalah kepedihan, kebencian, dendam, serakah, iri dan dengki pasti tidak akan tumbuh kecuali sosok-sosok yang hanya pembuat kerusakan2 dan pertumpahan darah dibumi sejak dulu kala, yang demikian itulah yang tidak akan dilakukan “manusia sejati” sebab mereka dibekali akal yang lurus , hati nurani dan ilmu-ilmu yang bermanfaat.

Ketauhilah Jika kita ingin menuai KasihSayang dan Kebahagian yang berkekalan dari Allah Swt maka tanamlah sejak dini bibit2 syukur kepada Allah Swt dalam hati, dilisan dan perbuatan2, yang kelak Pasti akan berbuah ketenangan, kebajikan2 dan kebahagiaan2 baik pada diri sendiri maupun kepada sesama! Guna mengajar cara2 bersyukur yang benar dan lurus dan mengingatkannya Itulah misi para Nabi dan Rasul diutus sejak awal kemanusian.

Sebaliknya jika manusia ingin menuai Murka dan Azab Allah Swt, baik didunia dan akhirat maka tanamlah bibit2 Keingkaran, kebencian atas semua KasihSayangNYA selama ini baik dalam hati, lisan dan perbuatan dan Pasti keberadaan mereka hanya akan merugikan dan menyusahkan baik dirinya sendiri maupun orang lain! Untuk mengajar inilah diciptakanNYA iblis dan syetan2 sebagai ujian!

Jika ada orang2 yang meyakini dengan seyakin2nya bahwa mereka berasal dari Allah dan dilahirkan kedunia ini untuk mengabdi kepada Allah Swt sesuai dengan batas umur yang ditentukanNYA, kemudian mereka akan mati dan kembali kepada Allah dan dalam menjalani kehidupannya mereka mengamalkan ibadah2 yang diperintahkanNYA dengan sungguh2 ”khusyuk” lalu mereka berprilaku jujur, amanah, tabligh dan cerdas serta suka menolong sesama dengan ikhlas karena Allah, “sebagai tebusan atas jiwa mereka yang telah tergadai disisi Allah Swt!” Dengan Iman yang benar , Perbuatan yang baik dan mengharapkan Kerelaan dari Rabbnya agar kelak menjadi hamba yang merdeka didalam SurgaNYA kelak, sebab “ Siapakah yang dapat memberi pertolongan disisi Allah Swt tanpa ijinNYA?”
Dan merekapun merasa tidak memiliki apapun dibumi ini kecuali Allah Swt. Sebab mereka tau Kepunyaan Allah lah segala sesuatunya, mereka sadar bahwa mereka hamba dan Allah Swt adalah Rabb=Tuan=Pemilik mereka yang setiap saat mengawasi mereka , mereka patuh dan tidak mengingkariNYA dan setia kepada Rabbnya tidak menduakanNYA atau menghianatiNYA, mereka bangga dan bersyukur kepada Rabb “Tuan”nya dengan mendirikan shalat untuk mengingat Rabb nya sebagai wujud syukur dan memohon bimbingan dan pimpinanNYA, mereka tidak butuh sosok2 lain untuk menebus jiwa mereka disisi Allah kecuali berharap dari Allah sendiri sehingga mereka tetap beriman dan berbuat berbagai kebajikan yang bermanfaat bagi mereka, oranglain dan makhluk seluruhnya dan merekapun tidak takut kecuali kepada Allah sebab mereka mengenalNYA. Dan manusia hanya bisa menyiksa dan menyakiti orang yang masih hidup saja tetapi Allah Swt Kuasa menyiksa orang2 yang hidup dan orang2 yang sudah mati!

Mereka bersaksi bahwa La Illaha Illallah = Tidak ada “Penguasa,Yang Kuasa” selain Allah, sedangkan mereka meyakini mereka tidak ada daya dan upaya “kuasa” kecuali dengan pertolongan Allah lalu mereka berikrar” Hanya kepada Allah kami mengabdi dan hanya kepadaNYA pula kami meminta pertolongan” sebab Allahu Shamad “Allah DIA Yang Dibutuhkan” contoh ketika nanti sakaratul maut siapa yang kuasa menolong kita, dalam kubur yang gelap, dll.

Apakah keimanan dan perbuatan2 orang2 yang demikian ini dimurkai, sesat dan perlu diluruskan atau dipindah agamakan atau perlu dipindah pemahaman sehingga mereka harus menyembah dan berharap kepada mahkluk dengan berbagai kebodohaan & kelemahan2 yang telah diurai diatas? Atau kepada sesuatu atau patung2 yang tidak ada “otaknya” sama sekali ? Siapa kenyataannya yang sesat dan telah membuat kekacauan dimuka bumi selama ini?

Kenapa Allah Swt memenuhi dan membiarkan keinginan2 dan keingkaran dari pengikut2 iblis “penjahat2” untuk membuat berbagai kerusakan2 dan pertumpahan darah dimuka bumi selama ini? Sebab demi janji Allah Swt kepada iblis dahulu. Namun perjanjian itu ada batas waktunya dan ketika batas waktu itu berakhir maka dengan ijin Allah, iblis akan menggiring pengikutnya”yang telah menjadi miliknya” beramai2 seperti hewan ternak kedalam neraka! Dan Allah Swt juga telah berjanji kepada manusia2 yang beriman dan berbuat kebajikan untuk mewarisi bumi ini hingga tiba masa “KESUDAHANNYA” sebab akhirnya akan kembali awal tujuan manusia diciptakan dimuka bumi ini.

Dalam pandangan Allah Swt dan manusia; Apakah ada kelebihan/keistimewaan org2 yang berjanggut,bersorban dan berjubah dengan yang Tidak? Yah, ada yaitu janggut,sorban dan jubah saja! Sebagaimana Tidak Ada Kelebihan/Keistimewaan org Arab dan yg non Arab, dll. Kecuali Imam dan Taqwa kepada Allah Swt serta Amal2 Kebajikannya yg bermanfaat bagi sesama!

Perbedaan Injil Perjanjian Lama dan Injil Perjanjin Baru

Injil Perjanjian Lama adalah Perjanjian antara Allah ” Pencipta,
Pemilik,Pemelihar,Penguasa Alam semesta dan segala isinya” dengan
Manusia ciptaanNYA yang telah ingkar dan memberontak kepadaNYA agar
bertobat dari perbuatan2 dosa serta patuh dan setia “Tidak menduakanNYA”
dan beriman”percaya” kepada Allah dan para Utusan2NYA dan Inilah Injil
Perjanjian Lama: Markus 12:31 Jawab Isa as: Hukum yang Pertama dan
Terutama ialah: Dengarlah Hai Orang Israel, Allah “kita” itu
Satu/Tunggal”! Dan Yang sama dengan itu ialah: “Cintailah Allah
“Penciptamu”, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.!

Lalu Inilah Injil Perjanjian Baru adalah
Perjanjian antara iblis yang telah dikutuk itu dengan para pengikutnya
yaitu anak-anak iblis dan anak cucu Adam agar mengingkari Ajaran dan
Hukum dari Para Nabi juga yang telah disampaikan oleh Isa as,

agar tidak perlu bertobat kepada Allah dan Jangan percaya kepada Allah juga para
utusan2NYA termasuk perkataan2 Isa as sendiri!

inilah Injil Perjanjian Baru: IBRANI 6:1: Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas “Pertama
dari ajaran Kristus” dan beralih kepada perkembangannya yang penuh.
Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan
yang sia-sia dan Dasar Kepercayaan Kepada Allah,

(10) Maka berkatalah Isa as kepada iblis :
“Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Allah, dan
hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

Oleh : Muhammad Dharmawan
Banda Aceh 6 Nov 2013

Insya allah,,,
orang indonesia brdarah sunda, krna sya sdh mnmukan ciri2nya pd diri beliau, dan pnbktian yg d smpaikan oleh beliau, ttpi sulit rsanya untuk org jman skrang, tp aku yakin

yang jelas dari bangsa arab dan dari keturunan Rasulullah yaitu Fatimah yang suaminya sepupu rasullulah sendiri yaitu Ali bin Abu thalib?? ???kalau bangsa ajam sudah pasti ngak mungkin???bangsa ajam adalah non arab dan tidak bicara dengan bahasa arab??apa kita disini berbahasa arab,dan nasab kita langsung dari arab????

dari jaman Nabi ibrahim sampai Nabi yang mulia Rasullulah tidak pernah ada Nabi dan Rasul selain dari 2 bangsa??yaitu Yahudi dan Arab??? mereka 1 bapak lain ibu??Ibrahim menikah dengan sarah mempunyai anak Ishak yang menurunkan Yahudi dan Istri yang satu lagi Hajar dan mempunyai anak Ismail yang menurunkan bangsa Arab??Nabi pasti dari keturunan Nabi dan itu ketentuan Allah??kenapa begitu??Allah lebih tahu mahluk ciptaannya??kita manusia adalah mahluk lemah yang terbatas???kewajiban kita hanya mengikuti AL-QURAN dan SUNNAH secara benar??jangan mereka2 atau membuat perkara2 baru dalam beragama??


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: