KUPAS “ SATRIO PININGIT ”

KUPAS “ SATRIO PININGIT ” MENUJU PERADAPAN NUSANTARA JAYA

PRAKATA

Misteri Satrio Piningit tak pernah pupus dari benak dan relung hati anak cucu leluhur Nusantara. Fenomena sejak masa kewalian pasca kehancuran Majapahit ini sangat lekat terutama bagi anak cucu Jawa – Bali Dwipa. Perjalanan sejarah Nusantara telah menjadi saksi hidup tentang kemunculan Satrio Piningit di setiap perubahan masa yang telah diwasiatkan oleh para leluhur Nusantara ratusan tahun yang lalu. Raden Patah (Jimbun) adalah sosok Satrio Piningit dukungan para wali utamanya Sunan Bonang yang menandai berdirinya Kerajaan Demak setelah mampu menghapuskan supremasi Kerajaan Majapahit. Sultan Hadiwijoyo (Joko Tingkir) murid Sunan Giri merupakan Satrio Piningit pada masa berdirinya Kerajaan Pajang yang mengakhiri era Kerajaan Demak. Panembahan Senopati (Sutowijoyo) murid Sunan Kalijaga juga merupakan Satrio Piningit pada masa berdirinya Kerajaan Mataram menggantikan eksistensi Pajang. Dari beberapa peristiwa bersejarah tersebut mengandung makna yang tersirat bahwa kemunculan Satrio Piningit selalu berada pada pergantian ”masa besar” Nusantara dimana senantiasa tidak meninggalkan peran seorang wali (aulia). Seperti yang pernah menduduki pemimpin negeri ini seorang Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati dan SBY dapat pula dikatakan sosok Satrio Piningit pada masanya setelah Nusantara ini beralih menjadi NKRI. Tetapi itu masih belum memenuhi standart dari jiwa pemimpin yang di harapkan. Fenomena yang sangat menarik saat ini adalah : Akankah Satrio Piningit yang dikenal dengan nama Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu muncul pada masa ini ? Mengingat dari situasi dan tanda-tanda alam yang terjadi mengindikasikan Nusantara akan memasuki ”era baru” yaitu : Jaman Kalasuba (kejayaan) menuju tatanan Swargamaniloka.
Wacana ini berisikan tentang ungkapan hasil ”perjalanan spiritual” yang baru disadari kemudian telah masuk ke dalam pusaran misteri ini. Semoga membawa manfaat.

Latar Belakang Keberadaan “Satrio Piningit”

Di paparkan wacana ini adalah sebagai persembahan kepada seluruh anak bangsa di bumi Nusantara ini, sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban moral spiritual dan mengandung makna dan fakta yang ada. Dalam minimnya penjelasan tentang Satrio Piningit atau Ratu Adil atau Imam Mahdi maka pengilhaman kami untuk memberi penjelasan yang lebih dalam dan menyentuh pada nilai esensial dari pemahaman tersebut. Kami bersyukur apa yang selama ini kami inginkan akhirnya kami peroleh ilham dari guru bathin yang senantiasa menemani dan membimbing terhadap segala masalah yang kami hadapi.

Materi tulisan yang dipaparkan adalah merupakan kajian dalam persepsi spiritual yang dipadukan dari karya warisan leluhur nusantara, yaitu : Syair Joyoboyo, Serat Musarar Joyoboyo, Ramalan Sabdo Palon Noyo Genggong, Serat Kalatidha R.Ng. Ronggowarsito, Serat Darmo Gandhul, dan Wangsit Siliwangi.

Latar belakang penulisan dimaksudkan pula guna lebih melengkapi dan memperjelas materi yang telah dipaparkan. Esensi tulisan yang ada ini adalah merupakan hasil ”perjalanan spiritual” yang kami dapatkan sewaktu berada sewatu tempat yang disebut istana Pasah Asih yang disitulah akhirnya di peroleh ilham, petunjuk, wangsit berupa suara dari guru bathin yang senantiasa menemani dan membimbing terhadap segala masalah yang dihadapi dalam kehidupan ini.

Sebelumnya, dengan segala kerendahan hati secara pribadi penulis memohon maaf sebesar-besarnya kepada semua unsur unsur kehidupan serta para tokoh budaya para Winasis/Waskita Kasepuhan, leluhur di seluruh nusantara ini atas apa yang kami sampaikan tulisan-tulisan ini. Namun nampaknya tanda yang muncul sangat jelas : ”Saatnya Sudah Tiba”. Insya Allah, saatnya tabir misteri nusantara mulai terkuak.

Dalam mengungkapkan tulisan ini si penulis berusaha memaparkan dengan gaya bahasa yang sesederhana mungkin agar mudah dipahami bagi semua pembaca dari segenap lapisan. Mengingat penyampaian bahasa hakekat fenomena spiritual bagi konsumsi akal pikiran masyarakat umum adalah sesuatu yang sangat sulit dan rumit. Karena bagi orang awam terkesan segala sesuatunya dihubung-hubungkan (gothak-gathuk mathuk). Secara hakekat, dalam kehidupan ini tidak ada kebetulan. Kebetulan sejatinya merupakan ketetapan yang telah ditetapkan-Nya sesuai Karsa (kehendak) Allah SWT. Kecuali bagi pembaca yang sedikit banyak telah mengenal kawruh (ajaran laku utama di dalam keilmuan). Maka membaca Tulisan ini dibutuhkan kedewasaan dalam perenungannya dan kesadaran spiritual tanpa terjebak ke dalam fanatisme beragama dan dogma yang dijalankan. Secara jujur penulis katakan, bahwa semula penulis pun awam terhadap sejarah nusantara. Namun di dalam ”perjalanan” ini dihadapkan pada fenomena-fenomena spiritual yang membawa penulis ke dalam ”pusaran sejarah” yang banyak membawa hakekat dan manfaat sebagai bekal untuk ”berjalan” pada saat ini di jaman ini dan masa depan yang akan datang.

Tidak semuanya dapat penulis ungkapkan, tetapi hanya berkenaan dengan hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan bangsa ini saja. Utamanya berkaitan dengan situasi carut marut negeri ini di tengah penyakit moral akut yang menjangkiti sebagian besar anak bangsa nusantara dewasa ini. Tidak pula penulis bermaksud membahas sejarah sesuai metodologi ilmiah sebagai disiplin dalam keilmuan sejarah. Namun penulis berupaya menyatakan kenyataan yang tersembunyi sesuai dengan fenomena spiritual yang muncul berkaitan dengan kejadian-kejadian atau situasi kondisi berkenaan di dalam sejarah dan masa kini. Sehingga kita semua mampu meraba situasi dan kondisi di masa yang akan datang guna tetap mawas diri, eling dan waspada. Benar tidaknya semua kita kembalikan kepada Allah Azza wa Jalla yang memiliki kerajaan bumi dan langit, yang Maha Menguasai dan Maha Mengetahui.

Namun bagi penulis kegaiban demi kegaiban yang berupa Ilham yang didapatkan dapat lebih menambah istiqomah dalam beribadah, mawas diri, eling dan waspada dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan tipu daya ini.

Hasil dalam memenuhi input spiritual tersebut kemudian muncul banyak ”bimbingan” dari kegaiban yang mendorong penulis untuk menelusuri karya leluhur nusantara seperti yang dipaparkan dalam tulisan ini. Karya para leluhur seperti : bait syair Joyoboyo, Serat Musarar Joyoboyo, Ramalan Sabdo Palon Noyo Genggong, Serat Kalatidha R.Ng. Ronggowarsito, Serat Darmogandhul, dan Wangsit Siliwangi, semuanya lengkap dalam konteks yang tersirat di dalam karya-karya leluhur kita. Sebagai bahan untuk memperkuat sebagai bahan referensi bagi pembaca.

Suatu fenomena spiritual yang luar biasa dalam perjalanan spiritual penulis. Sungguh Maha Besar Allah dengan segala Kekuasaan-Nya dan Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya. Ternyata hakekat apa yang tersirat di dalam karya-karya leluhur nusantara itu menunjukkan situasi kondisi sosial dan kepemimpinan nusantara di masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Apa yang tersirat dari fenomena spiritual yang muncul sangat berkaitan erat dengan kejadian carut marut nusantara saat ini. Dan semua itu merupakan sinyal pesan dari alam kegaiban yang seakan ingin disampaikan kepada seluruh anak cucu negeri ini bahwa : Saatnya sudah dekat, Nusantara akan memasuki jaman baru berikutnya (Kalasuba/Kejayaan) menuju Swarga maniloka setelah melalui perjalanan yang amat sulit dan pelik. Banyak kejadian di luar akal pikiran manusia sebagai tanda bahwa sosok yang dinanti dan masih tersembunyi telah hadir di tengah-tengah kita saat ini.”

Secara khusus dalam kajian ini penulis memberikan kesimpulan yang lebih jelas tentang segala sesuatunya yang terpapar berdasarkan input-input sipiritual yang diterima langsung oleh penulis. Semoga kajian ini bermanfaat bagi seluruh anak cucu leluhur nusantara sebagai wacana dan bahan perenungan dalam menghadapi segala situasi yang sedang terjadi di negeri kita tercinta dewasa ini.

Tabir Misteri Nusantara

Tulisan ini saya persembahkan untuk seluruh rakyat nusantara sebagai ungkapan rasa keprihatinan atas carut marut yang sedang terjadi di bumi pertiwi ini. Berawal dari Ilham dari Guru Bathin telah membawa saya kepada pencerahan cakrawala pemahaman tentang apa dan bagaimana kejadian yang tengah berlangsung dan prediksi yang akan terjadi di negeri ini. Bahkan tidak berlebihan kalau saya katakan bahwa ini merupakan suatu upaya membedah warisan leluhur yang sarat dengan perlambang sehingga sedikit demi sedikit terkuak tabir misteri jagad nusantara ini. Sangat luar biasa. Hal ini sepatutnya bisa dipahami oleh seluruh anak cucu leluhur bangsa ini sebagai pewaris sah tataran tanah surgawi yang bernama Nusantara ( Nusa Antara ), negara yang terdiri dari kumpulan pulau-pulau tergabung menjadi satu.
Hasil kajian penulis berusaha pahami dengan “rasa naluri” yang mendalam dengan tanpa mengabaikan logika berpikir sehat. Memang banyak hal sulit ditelusuri melalui referensi buku-buku sejarah atau dengan bukti-bukti empiris yang ada, namun dengan semangat menguak tabir misteri untuk lebih memahami fenomena yang terjadi saat ini, maka segala sesuatunya yang dapat saya cerna berusaha saya ungkapkan secara sederhana apa adanya. Ibarat mencari mata rantai yang hilang (missing link), nampaknya misteri yang ditinggalkan pasca keruntuhan Majapahit mulai terlihat secara samar-samar. Sayapun mulai memahami apa makna yang tersirat dan mencari siapa sosok orang yang mampu mengatasi keadaan ini dan mencari jawab dari misteri ramalan para leluhur di atas. Insya Allah, jika Allah Azza wa Jalla dalam Guru Bathin memberikan ijin dan ridho-Nya akan diketemukan jawabannya.”
Tanpa berniat mengundang perdebatan, semoga ungkapan saya dapat menjadi bahan perenungan kita bersama guna menyongsong fajar kejayaan Nusantara yang kita cintai.

Jati Diri “ Satrio Piningit “

Mengingat Amanat Panggilan kehidupan yang di emban oleh sosok “Satrio Piningit “ sangatlah luar biasa tanggung jawabnya, atas dasar itulah beliau sudah membawa bekal akan jati dirinya sebagai utusan yang akan menata kehidupan di muka bumi ini.

1. Keberadaan jati dirinya.

Dia adalah seorang anak muda asli pribumi yang terlahir di tanah sunda jawa barat keturunan dari Jawa yang telah menjelajahi wilayah se- nusantara seorang diri dengan membawa ajaran keluhuran atau budi pekerti, tapi pada saat ini belum dipublikasikan, masih dalam pingitan atau disembunyikan keberadaanya. hal tersebut dilakukan atas dasar kebijakan –kebijakan yang mana kita belum bisa mengetahui secara pasti kapan akan munculnya di muka bumi ini sebagai pemimipin yang kita harapkan semua. Yang dalam tujuannya akan mengambil alih wilayah terbesar yang membentang dari wilayah India sampai wilayah Madagaskar. Jadi itulah jati diri sosok satrio piningit, bukan hanya sekedar mengambil alih negeri ini saja tetapi sekaligus mengembalikan wilayah teritorial yang pernah dinaungi dan di kuasai para leluhur dalam peradapan yang pernah mengalami jaman kejayaan dan keemasan. Dalam hal ini yang dimaksudkan oleh para leluhur kita dengan menyebutkan wilayah teritorial dengan sebutan Sunda Besar yang mempunyai arti Susunan Dunia Besar.
Itulah yang menjadi landasan dasar sosok “Satrio Piningit” sebagai putra pribumi keturunan Jawa yang menggambarkan beliau dibentuk dan dibekali dengan budi pekerti yang luhur dengan jiwa kepemimpinan yang arif bijaksana dengan membawa ajaran peradapan bangsa. Yang paling menonjol dan unik dalam mengambil alih wilayah tidaklah dengan suatu peperangan, jajahan dan pertumpahan darah, tetapi dengan memberikan suatu faham kebenaran dan konsep dalam berbangsa dan bernegara yang sesungguhnya, maka akan dipastikan wilayah-wilayah yang sekarang diluar territorial NKRI dengan sendirinya atas kemauan tanpa ada paksaan menggabungkan diri ke wilayah Nusantara.

2. Nama Jati Dirinya.

Sosok “Satrio Piningit” banyak sekali mempunyai sebutan nama dengan versi yang berbeda tetapi maksud dan tujuan sama hal tersebut disesuaikan dari cara pandang dan penerimaan yang berbeda pula. Dalam hal ini saya sebagai penerima ilham mendapatkan sebutan nama yang baru adanya, beliau disebut Gapura Diningrat Panca Dinika dengan makna : sosok Satrio Piningit merupakan Pintu Gerbang kehidupan dalam membawa peradapan luhur yang membuat keningratan bagi pengikutnya, atau menghantarkan ke pintu gerbang pembentukan jati diri keningratan setiap insan didalamnya yang terbentuk oleh kekuatan mandiri dalam implementasi keparipurnaan beragama, berbangsa dan berbudaya.
Dalam kehidupan di lingkungan masyarakat bangsa kita, tumbuh dan berkembang suatu keyakinan bahwa nama tersebut merupahkan do’a dan secercah harapan yang diyakini nanti akan membuat suatu perubahan yang luar biasa dan signifikan dalam kehidupan yang selama dinantikan masyarakat luas pada umumnya. Berkaitan dengan nama jati diri yang di sandang sosok “Satrio Piningit” memberikan dan mencerminkan seorang pemimpin yang mempunyai sifat Budi Pekerti dan berjiwa mulia.

3. Gelar Jati Dirinya.

Disamping beliau mempunyai nama jati diri juga mendapatkan suatu gelar yang di sandangnya. Adapun gelar jati dirinya adalah Asma Putra Purana Saki Kirti yang mempunyai makna“ Seorang anak muda yang berpenduduk jawa (pribumi) yang akan memimpin dunia”,beliau juga mempunyai sebutan sebagai guru bathin, guru bahasa, guru bumi, guru bicara dan guru besar, karena beliau sekarang sedang menempah, mendidik dan membekali pengikutnya sebagai wakil untuk nantinya bersama-sama menata dunia. jadi lengkaplah sudah nama gelar tersebut merupahkan amanat kehidupan yang di emban.
Hanya orang-orang terpilihlah dan pilihan yang memiliki kepribadian dan aksebilitas sebagai sosok yang disebut dengan “Satrio Piningit”. Dialah yang mampu melaksanakan semua tugas amanat kehidupan. Bersama dialah kehancuran peradapan bumi pertiwi bisa dihindarkan karena kesejatiannya melambangkan seorang Pemimpin (khalifah) utusan dimuka bumi ini yang merupahkan representasi wakil dari Tuhan yang Maha Tunggal.

Visi Dan Misi Yang Diemban.

Kehadiran sosok “ Satrio Piningit” di bumi pertiwi ini bukan tanpa tujuan atau tanpa misi, akan tetapi sudah barang tentu kehadirannya membawa amanat kehidupan yang harus disampaikan dan dilaksankan. Hal ini demi kelangsungan kehidupan di bumi pertiwi ini.
Adapun visi misi yang diemban oleh sosok “ Satrio Piningit” dapat dijelaskan bahwa kehadirannya akan membawa suatu perubahan peradapan yang luhur, sebagaimana visi misi beliau sebagai berikut :

1. Memperbaiki atau membenahi peradapan yang hancur.

Visi dan Misi yang pertama ini sudah tidak bisa ditawar lagi dan merupakan prioritas yang harus diutamakan hal ini dikarenakan keberhasilan beliau dalam membenahi peradapan yang hancur akan mempengaruhi dan ikut menentukan keberhasilan visi misi yang lain di bidang yang akan dikerjakan dalam hal ini adalah :
– Membenahi peradapan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain baik itu antara manusia sebagai individu maupun manusia yang kapasitasnya berkelompok atau golongan ( umat ras atau bangsa ).
– Membenahi peradapan manusia dalam kaitannya dengan mahkluk yang lain baik itu terhadap hewan maupun tumbuhan.
– Beliau juga akan menyatakan kehidupan bathin pada kehidupan lahir, serta memperkenalkan kehidupan lahir ke bathin.

2. Membentuk tatanan kehidupan setelah peradapan yang hancur berhasil

dibenahi dan kelangsungan kehidupan berjalan sebagai mana mestinya barulah beliau membuat tatanan kehidupan kedepan yang mencakup tatanan berbangsa dan bernegara. Adapun tatanan kehidupan yang akan diterapkan oleh “ Satrio Piningit” yaitu :

a. Tatanan pada tingkat bawah ( Masyarakat )

Tatanan kehidupan yang dikehendaki oleh “ Satrio Piningit” berlandaskan tatanan yang Insun Rahayu Balarea Waluya yang dimaksudkan dengan tatanan pada tingkat tersebut agar terciptanya kehidupan rakyat, baik itu yang berupa keselamatan, kebahagian ataupun kemuliaan dalam kebersamaan. Pada tatanan di tingkat bawah ini untuk mewujudkan terciptanya tatanan tersebut dibekali dengan ilmu ( Jurus Dasar ) jurus tentang solusi kehidupan sebagai senjata pertahanannya.

b. Tatanan Tingkat Pamong Praja ( Pemerintahan )

Yang dimaksud dengan tingkat Pamong Praja adalah tingkat dalam pemerintahan, yang mana di tingkat ini membentuk tatanan “ Sebanda Seriksa, Sebebot Sepihanean “. Sedangkan yang dikandung dalam kata tersebut pada tingkat pemerintahan adalah berkeadilan yang menyeluruh dalam segi kemanusiaan. Jadi pada tingkat Pamong Praja adalah landasan tatanan yang digunakan adalah rasa keadilan atas dasar sesuai dengan proporsional. Apabila tatanan tersebut telah dilaksanakan maka akan tercapainya kemakmuran atau sejenisnya dalam kehidupan masyarakat, sedangkan untuk mendukung tercapainya tatanan kehidupan pada tingkat Pamong Praja dibekali dengan ilmunya yaitu jurus kasar.

c. Tatanan kehidupan tingkat Raja.

Yang dimaksud tingkat Raja adalah tatanan kehidupan para pemimpin yang belandaskan pada tatanan “ Suwarga Maniloka”. Tatanan kehidupan ini akan dicapai dengan sendirinya apabila tatanan di tingkat bawah ( rakyat ) telah terbentuk kemuliyaan dalam kebersamaan. Hal ini juga tidak dapat dipisahkan tercapainya pada tingkat“ Pamong Praja” ( pemerintah) yang berkeadilan menyeluruh bagi kemanusian. Disamping itu untuk mendukung tatanan tersebut ditingkat Raja maka para Raja atau Pemimpin akan dibekali dengan ilmunya yaitu dengan jurus sasar atau persenyawaan empat unsur alam
( Air, Api, Bumi/Tanah dan Angin ). Dalam penerapannya beliau menggunakan tipe pemerintahan kerajaan dengan sistim mekanisme persemakmuran, terdapat adanya perdana menteri sebagai Raja ( pemimpin ) dalam masyarakat, serta seorang Raja sebagai perwakilan dari para bathin.

Itulah gambaran dari visi misi yang diemban oleh sosok “ Satrio Piningit” sebagai pemegang amanat kehidupan yang harus dilaksanakan agar kehancuran peradapan dalam kehidupan bisa diselamatkan sehingga bumi kita tercinta ini akan tetap lestari dan berseri. Sehingga kelangsungan kehidupan di bumi ini akan tercapainya suatu masyarakat yang “Gemah ripah Loh Jinawi Toto Tentrem Kertaning Raharjo” suatu tatanan yang terdahulu pernah dicapai oleh para leluhur bangsa kita, yang mana tatanan tersebut telah hilang ditelan jaman sehingga hilanglah pula akan jati diri bangsa.
Dengan kehadiran dan kemunculan “ Satrio Piningit” inilah maka akan mengubah tatanan yang sekarang ini pada tatanan yang dahulu pernah ada yang mengalami masa kejayaan dan keemasan dengan penyempurnakan.
Namun atas dasar itu lahirnya atau kemunculan “ Satrio Piningit” dimuka bumi ini adalah merupahkan Wakil dari yang mempunyai kehidupan ( Tuhan ) juga wakil dari pengatur kehidupan ( leluhur ) dan wakil dari tempat kehidupan ( Air, Api, Bumi dan Angin ) serta ditandai adanya tiga fase atau tahapan yang berupa simbol kejadian kemunculan Satrio Piningit, antara lain :

1. Simbol Senopati
Senopati yang dimasudkan adalah munculnya kejadian bencana alam yang mengakibatkan korban jiwa, seperti gempa bumi, tsunami, tanah longsor, banjir badang, angin topan, gunung meletus dan lain lainya yang mengakibatkan korban nyawa dan harta benda. Juga akan terjadinya goro-goro di bumi ini sehingga hal tersebut mendorong sosok “ Satrio Piningit” untuk meredam dan menghentikan goro-goro dengan kata lain munculnya pahlawan goror-goro.

2. Simbol Bojonegoro.
Bojonegoro yang dimaksudkan adalah suatu tatanan yang akan di jalankan untuk membuat masyarakatnya merasakan aman, damai dan tentraman (sumber kenikmatan bernegara), masyarakatnya tidak merasakan ketakutan lagi atas terjadinya bencana alam yang mengakibatnya korban jiwa karena Senopati ( simbol kejadian yang mengakibatkan kematian) sdh dihentikan oleh Satrio Piningit.

3. Simbol Noto Negoro.
Yang dimasudkan Noto Negoro adalah sebuah program kelanjutan visi misi untuk menanta Negara. Di fase inilah mulai bermunculan Romo-romo ( leluhur yang terdahulu ) dan Beo-beo ( binatang yang berbicara ) untuk menyampaikan pesan ke Satrio Piningit. Dukungan dari golongan leluhur dan bintang inilah yang juga ambil bagian peran dalam mewujudkan penataan bernegara, dalam hal ini proses keseimbangan dalam kehidupan antara manusia, leluhur dan binatang bisa menjaga kelangsungan hidup. Karena tugas dari Satrio Piningit bukan hanya kepada golongan dhohir saja tetapi juga dalam kehidupan bathin yang akan disempurnakan.

Sungguh dalam hal ini kehadiran sosok Satrio Piningit dalam rangka memenuhi panggilan kehidupan dan mengemban amanat kehidupan bukanlah sekedar hanya panggilan tugas melainkan amanat kehidupan yang harus dijalankan. Karena tanggung jawab dan kosekuensi yang sangat besar inilah beliau Satrio Piningit telah membekali wakil – wakilnya ( ratu ) yang nantinya bisa melaksanakan tugasnya masing-masing.

Kehadirannya dimuka bumi ini tentunya dengan membawa kekuatan Tuhan, kekuatan leluhur dan kekuatan 4 (empat) unsur alam, baginya tugas yang mulia tersebut tidak akan pernah gagal. Dikarenakan segala sesuatu telah dimiliki seperti senjata yang menjadikan alat untuk memimpin. Adapun kekuatan alam sebagai senjatanya antara lain :
a. Air untuk mempermalukan atau menenggelamkan bagi yang memusuhinya.
b. Api untuk membasmi angkara murka atau membumi hanguskan.
c. Bumi untuk mengutuk musuhnya atau sebagai rantai pengikat musuh.
d. Angin sebagai pelindung atau sebagai perisai.

Sudah tentu dan jelas kehadiran sosok Satrio Piningit dimuka bumi ini tiada tertandingi dari berbagai sisi baik itu dari sisi bela diri ala ilmu sakti maupun dari sisi bela diri berfilosofi. Hal ini seperti lazimnya bahawa bela diri ala ilmu sakti untuk mewakili orang yang berilmu sakti dengan keluhurannya, serta bela diri berfilosofi untuk mengalahkan orang yang berenergi materi tinggi.
Disamping itu kehadiran beliau untuk menyempurnakan ilmu-ilmu yang telah ada yaitu ilmu yang bersifat menghancurkan penuh tipuan menjadikan ilmu kesempurnaan yang bermanfaat bagi kelangsungan kehidupan. Demikian bahasan mengenai sosok Satrio Piningit tentang jati dirinya, gelar yang disandangnya serta tujuan visi misi yang diemban sebagai wakil dari Tuhan.
Adapun referensi kajian-kajian yang telah dipaparkan oleh para leluhur dalam tulisan berupa berupa karya warisan leluhur dari kitab yang ada ataupun dalam tulisan prasatri sebagai bekal penguat kita sebagai generasi muda yang dituntut untuk meneruskan cit-cita para leluhur.

Makna Karya Warisan Leluhur Nusantara

Makna karya warisan leluhur yang terulis berupa naskah dalam bait syair dan kitab sebagai dasar memperkuat adanya sosok Satrio Piningit. Setelah saya membaca dan berusaha memahami dengan segala perenungan, maka sayapun menjadi takjub dibuatnya akan karya-karya beliau para leluhur kita. Antara satu dengan lainnya walaupun berbeda masa/periode yang jauh berselang, namun ternyata di dalam perlambangnya memiliki saling keterkaitan. Suatu perlambang dalam suatu karya menunjuk kepada perlambang atau karakter yang lain di dalam karya leluhur yang berbeda. Saya merasakan bahwa tanpa intervensi kemampuan spiritual yang tinggi akan sangat sulit memahami keterkaitan perlambang-perlambang ini.
Dan fenomena ini membuktikan bahwa hanya dengan mengandalkan akal penalaran saja akan mengantarkan kita kepada jalan buntu. Akhirnya menyerah pada keputusasaan dengan menganggap bahwa ini semua merupakan sekedar ramalan yang tidak berguna dan out of date (usang). Masing-masing orang bisa saja menafsirkan hal tersebut dengan penafsiran yang berbeda-beda. Tidak ada yang melarang. Bebas-bebas saja. Benar tidaknya kembali kepada diri kita masing-masing. Inilah tabir misteri. Kebenaran sejati adanya di dalam nurani yang suci dan bersih. Dalam Tulisan ini referensi-referensi tersebut dapat dibaca secara lengkap pada bagian lampiran.

Wangsit Siliwangi

Membaca naskah Wangsit Siliwangi terasa mengandung hakekat yang sangat tinggi bila telah memahaminya. Karena di dalamnya digambarkan situasi kondisi sosial beberapa masa utama dengan karakter pemimpinnya dalam kurun waktu perjalanan panjang sejarah negeri ini pasca kepergian Prabu Siliwangi (ngahiang/menghilang). Peristiwa itu ditandai dengan menghilangnya Pajajaran. Dan sesuai sabda Prabu Siliwangi bahwa kelak kemudian akan ada banyak orang yang berusaha membuka misteri Pajajaran. Namun yang terjadi mereka yang berusaha mencari hanyalah orang-orang sombong dan takabur. Seperti diungkapkan dalam naskah tersebut berikut ini :

”Ti mimiti poé ieu, Pajajaran leungit ti alam hirup. Leungit dayeuhna, leungit nagarana. Pajajaran moal ninggalkeun tapak, jaba ti ngaran pikeun nu mapay. Sabab bukti anu kari, bakal réa nu malungkir! Tapi engké jaga bakal aya nu nyoba-nyoba, supaya anu laleungit kapanggih deui. Nya bisa, ngan mapayna kudu maké amparan. Tapi anu marapayna loba nu arieu-aing pang pinterna. Mudu arédan heula.”

Artinya :
“Semenjak hari ini, Pajajaran hilang dari alam nyata. Hilang kotanya, hilang negaranya. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak, selain nama untuk mereka yang berusaha menelusuri. Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak! tapi suatu saat akan ada yang mencoba, supaya yang hilang bisa ditemukan kembali. Bisa saja, hanya menelusurinya harus memakai dasar. Tapi yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong. Dan bahkan berlebihan kalau bicara.”
Namun dalam naskah Wangsit Siliwangi ini dikatakan bahwa pada akhirnya yang mampu membuka misteri Pajajaran adalah sosok yang dikatakan sebagai ”Budak Angon” (Anak Gembala). Sebagai perlambang sosok yang dikatakan oleh Prabu Siliwangi sebagai orang yang baik perangainya.

”Sakabéh turunan dia ku ngaing bakal dilanglang. Tapi, ngan di waktu anu perelu. Ngaing bakal datang deui, nulungan nu barutuh, mantuan anu sarusah, tapi ngan nu hadé laku-lampahna. Mun ngaing datang moal kadeuleu; mun ngaing nyarita moal kadéngé. Mémang ngaing bakal datang. Tapi ngan ka nu rancagé haténa, ka nu weruh di semu anu saéstu, anu ngarti kana wangi anu sajati jeung nu surti lantip pikirna, nu hadé laku lampahna. Mun ngaing datang; teu ngarupa teu nyawara, tapi méré céré ku wawangi.”

Artinya :
”Semua keturunan kalian akan aku kunjungi, tapi hanya pada waktu tertentu dan saat diperlukan. Aku akan datang lagi, menolong yang perlu, membantu yang susah, tapi hanya mereka yang bagus perangainya. Apabila aku datang takkan terlihat; apabila aku berbicara takkan terdengar. Memang aku akan datang tapi hanya untuk mereka yang baik hatinya, mereka yang mengerti dan satu tujuan, yang mengerti tentang harum sejati juga mempunyai jalan pikiran yang lurus dan bagus tingkah lakunya. Ketika aku datang, tidak berupa dan bersuara tapi memberi ciri dengan wewangian.”

Selanjutnya dikatakan juga apa yang dilakukan
oleh sosok ”Budak Angon” ini sbb:

”Aya nu wani ngoréhan terus terus, teu ngahiding ka panglarang; ngoréhan bari ngalawan, ngalawan sabari seuri. Nyaéta budak angon; imahna di birit leuwi, pantona batu satangtungeun, kahieuman ku handeuleum, karimbunan ku hanjuang. Ari ngangonna? Lain kebo lain embé, lain méong lain banténg, tapi kalakay jeung tutunggul. Inyana jongjon ngorehan, ngumpulkeun anu kapanggih. Sabagian disumputkeun, sabab acan wayah ngalalakonkeun. Engke mun geus wayah jeung mangsana, baris loba nu kabuka jeung raréang ménta dilalakonkeun. Tapi, mudu ngalaman loba lalakon, anggeus nyorang: undur jaman datang jaman, saban jaman mawa lalakon. Lilana saban jaman, sarua jeung waktuna nyukma, ngusumah jeung nitis, laju nitis dipinda sukma.”

Artinya :
”Ada yang berani menelusuri terus menerus, tidak mengindahkan larangan, mencari sambil melawan, melawan sambil tertawa. Dialah Anak Gembala; Rumahnya di belakang sungai, pintunya setinggi batu, tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang. Apa yang dia gembalakan? bukan kerbau bukan domba, bukan pula harimau ataupun banteng, tetapi ranting daun kering dan sisa potongan pohon. Dia terus mencari, mengumpulkan semua yang dia temui, tapi akan menemui banyak sejarah/kejadian, selesai jaman yang satu datang lagi satu jaman yang jadi sejarah/kejadian baru, setiap jaman membuat sejarah. Setiap waktu akan berulang itu dan itu lagi.”

Dari bait di atas digambarkan bahwa sosok ”Budak Angon” adalah sosok yang misterius dan tersembunyi. Apa yang dilakukannya bukanlah seperti seorang penggembala pada umumnya, akan tetapi terus berjalan mencari hakekat jawaban dan mengumpulkan apa yang menurut orang lain dianggap sudah tidak berguna atau bermanfaat. Dalam hal ini dilambangkan dengan ranting daun kering dan tunggak pohon. Sehingga secara hakekat yang dimaksudkan semua itu sebenarnya adalah hal-hal yang berkaitan dengan sejarah kejadian (asal-usul/sebab-musabab) termasuk karya-karya warisan leluhur seperti halnya yang kita baca ini. Dimana hal-hal semacam itu karena kemajuan jaman oleh generasi digital sekarang ini dianggap sudah usang/kuno tidak berguna dan bermanfaat. Pada akhirnya yang tersirat dalam hakekat perjalanan panjang sejarah negeri ini adalah berputarnya roda Cokro Manggilingan (pengulangan perjalanan sejarah).
Gambaran situasi jaman dalam naskah Wangsit Siliwangi diawali dengan lambang datangnya ”Kerbau Bule” dan juga ”Monyet-monyet” yang kemudian ganti menyerbu selepas Kerbau Bule pergi. Ilustrasi ini melambangkan saat datangnya para penjajah yang berdatangan ke negeri ini, baik itu Portugis maupun Belanda. Dengan politik adu domba mereka maka terjadi peperangan antar saudara. Sejarah banyak yang hilang dan diputarbalikkan.

Seperti yang tertulis berikut ini :

”Daréngékeun! Nu kiwari ngamusuhan urang, jaradi rajana ngan bakal nepi mangsa: tanah bugel sisi Cibantaeun dijieun kandang kebo dongkol. Tah di dinya, sanagara bakal jadi sampalan, sampalan kebo barulé, nu diangon ku jalma jangkung nu tutunjuk di alun-alun. Ti harita, raja-raja dibelenggu. Kebo bulé nyekel bubuntut, turunan urang narik waluku, ngan narikna henteu karasa, sabab murah jaman seubeuh hakan.
Ti dinya, waluku ditumpakan kunyuk; laju turunan urang aya nu lilir, tapi lilirna cara nu kara hudang tina ngimpi. Ti nu laleungit, tambah loba nu manggihna. Tapi loba nu pahili, aya kabawa nu lain mudu diala! Turunan urang loba nu hanteu engeuh, yén jaman ganti lalakon ! Ti dinya gehger sanagara. Panto nutup di buburak ku nu ngaranteur pamuka jalan; tapi jalan nu pasingsal!
Nu tutunjuk nyumput jauh; alun-alun jadi suwung, kebo bulé kalalabur; laju sampalan nu diranjah monyét! Turunan urang ngareunah seuri, tapi seuri teu anggeus, sabab kaburu: warung béak ku monyét, sawah béak ku monyét, leuit béak ku monyét, kebon béak ku monyét, sawah béak ku monyét, cawéné rareuneuh ku monyét. Sagala-gala diranjah ku monyét. Turunan urang sieun ku nu niru-niru monyét. Panarat dicekel ku monyet bari diuk dina bubuntut. Walukuna ditarik ku turunan urang keneh. Loba nu paraeh kalaparan. ti dinya, turunan urang ngarep-ngarep pelak jagong, sabari nyanyahoanan maresék caturangga. Hanteu arengeuh, yén jaman geus ganti deui lalakon.”

Artinya :
”Dengarkan! yang saat ini memusuhi kita, akan berkuasa hanya untuk sementara waktu: tanahnya kering padahal di pinggir sungai Cibantaeun dijadikan kandang kerbau kosong. Nah di situlah, sebuah negara akan pecah, pecah oleh kerbau bule, yang digembalakan oleh orang yang tinggi dan memerintah di pusat kota. Semenjak itu, raja-raja dibelenggu. Kerbau bule memegang kendali, dan keturunan kita hanya jadi orang suruhan. Tapi kendali itu tak terasa sebab semuanya serba dipenuhi dan murah serta banyak pilihan.Semenjak itu, pekerjaan dikuasai monyet. Suatu saat nanti keturunan kita akan ada yang sadar, tapi sadar seperti terbangun dari mimpi. Dari yang hilang dulu semakin banyak yang terbongkar. Tapi banyak yang tertukar sejarahnya, banyak yang dicuri bahkan dijual! Keturunan kita banyak yang tidak tahu, bahwa jaman sudah berganti! Pada saat itu geger di seluruh negara. Pintu dihancurkan oleh mereka para pemimpin, tapi pemimpin yang salah arah!Yang memerintah bersembunyi, pusat kota kosong, kerbau bule kabur. Negara pecahan diserbu monyet! keturunan kita enak tertawa, tapi tertawa yang terpotong, sebab ternyata, pasar habis oleh penyakit, sawah habis oleh penyakit, tempat padi habis oleh penyakit, kebun habis oleh penyakit, perempuan hamil oleh penyakit. semuanya diserbu oleh penyakit. Keturunan kita takut oleh segala yang berbau penyakit. Semua alat digunakan untuk menyembuhkan penyakit sebab sudah semakin parah. yang mengerjakannya masih bangsa sendiri. Banyak yang mati kelaparan. Semenjak itu keturunan kita banyak yang berharap bisa bercocok tanam sambil sok tahu membuka lahan. Mereka tidak sadar bahwa jaman sudah berganti cerita lagi.”

Kemudian dalam naskah Wangsit Siliwangi bahwa situasi carut marut yang terjadi ada yang menghentikan yaitu orang seberang.

”Laju hawar-hawar, ti tungtung sagara kalér ngaguruh ngagulugur, galudra megarkeun endog. Génjlong saamparan jagat! Ari di urang ? Ramé ku nu mangpring. Pangpring sabuluh-buluh gading. Monyét ngumpul ting rumpuyuk. Laju ngamuk turunan urang; ngamukna teu jeung aturan. loba nu paraéh teu boga dosa. Puguh musuh, dijieun batur; puguh batur disebut musuh. Ngadak-ngadak loba nu pangkat nu maréntah cara nu édan, nu bingung tambah baringung; barudak satepak jaradi bapa. nu ngaramuk tambah rosa; ngamukna teu ngilik bulu. Nu barodas dibuburak, nu harideung disieuh-sieuh. Mani sahéng buana urang, sabab nu ngaramuk, henteu beda tina tawon, dipaléngpéng keuna sayangna. Sanusa dijieun jagal. Tapi, kaburu aya nu nyapih; nu nyapihna urang sabrang.”

Artinya :

”Lalu sayup-sayup dari ujung laut utara terdengar gemuruh, burung menetaskan telur. Riuh seluruh bumi! sementara di sini? Ramai oleh perang, saling menindas antar sesama. Penyakit bermunculan di sana sini. Lalu keturunan kita mengamuk: mengamuk tanpa aturan. Banyak yang mati tanpa dosa, jelas-jelas musuh dijadikan teman; yang jelas-jelas teman dijadikan musuh. Mendadak banyak pemimpin dengan caranya sendiri. yang bingung semakin bingung. Banyak anak kecil sudah menjadi bapa. Yang mengamuk tambah berkuasa; mengamuk tanpa pandang bulu. Yang Putih dihancurkan, yang Hitam diusir. Kepulauan ini semakin kacau, sebab banyak yang mengamuk, tidak beda dengan tawon, hanya karena dirusak sarangnya. Seluruh nusa dihancurkan dan dikejar. Tetapi, ada yang menghentikan, yang menghentikan adalah orang seberang.”
Lalu selanjutnya terdapat suatu masa yang digambarkan dengan munculnya seorang pemimpin negeri ini dengan gambaran sbb :

”Laju ngadeg deui raja, asalna jalma biasa. Tapi mémang titisan raja. Titisan raja baheula jeung biangna hiji putri pulo Dewata. da puguh titisan raja; raja anyar hésé apes ku rogahala!”

Artinya :
”Lalu berdiri lagi penguasa yang berasal dari orang biasa. Tapi memang keturunan raja dahulu kala dan ibunya adalah seorang putri Pulau Dewata. Karena jelas keturunan raja; penguasa baru susah dianiaya!”

Siapakah sosok yang dimaksud dalam bait ini? Dia adalah Soekarno, Presiden RI pertama. Ibunda Soekarno adalah Ida Ayu Nyoman Rai seorang putri bangsawan Bali. Ayahnya seorang guru bernama Raden Soekeni Sosrodihardjo. Namun dari penelusuran secara spiritual, ayahanda Soekarno sejatinya adalah Kanjeng Susuhunan Pakubuwono X. Nama kecil Soekarno adalah Raden Mas Malikul Koesno. Beliau termasuk ”anak ciritan” dalam lingkaran kraton Solo. (Silakan dibuktikan..) Pada masa kepemimpinan Soekarno banyak terjadi upaya pembunuhan terhadap diri beliau, namun selalu saja terlindungi dan terselamatkan.
Selanjutnya setelah berganti masa digambarkan bahwa semakin maju semakin banyak penguasa yang buta tuli, memerintah sambil menyembah berhala. Kondisi ini melambangkan pemimpin yang tidak mau mengerti penderitaan rakyat. Memerintah tidak dengan hati tapi segala sesuatunya hanya mengandalkan akal pikiran/logika dan kepentingan pribadi ataupun kelompok sebagai berhalanya. Sehingga yang terjadi digambarkan banyak muncul peristiwa di luar penalaran. Menjadikan orang-orang pintar hanya bisa omong alias pinter keblinger, seperti yang dikatakan sbb :

”Mingkin hareup mingkin hareup, loba buta nu baruta, naritah deui nyembah berhala. Laju bubuntut salah nu ngatur, panarat pabeulit dina cacadan; da nu ngawalukuna lain jalma tukang tani. Nya karuhan: taraté hépé sawaréh, kembang kapas hapa buahna; buah paré loba nu teu asup kana aseupan. Da bonganan, nu ngebonna tukang barohong; nu tanina ngan wungkul jangji; nu palinter loba teuing, ngan pinterna kabalinger.”
Artinya :
”Semakin maju semakin banyak penguasa yang buta tuli, memerintah sambil menyembah berhala. Lalu anak-anak muda salah pergaulan, aturan hanya menjadi bahan omongan, karena yang membuatnya bukan orang yang mengerti aturan itu sendiri. Sudah pasti: bunga teratai hampa sebagian, bunga kapas kosong buahnya, buah pare banyak yang tidak masuk kukusan. Sebab yang berjanjinya banyak tukang bohong, semua diberangus janji-janji belaka, terlalu banyak orang pintar, tapi pintar keblinger.”

Lalu pada alinea menjelang akhir dikatakan :

”Jayana buta-buta, hanteu pati lila; tapi, bongan kacarida teuing nyangsara ka somah anu pada ngarep-ngarep caringin reuntas di alun-alun. Buta bakal jaradi wadal, wadal pamolahna sorangan. Iraha mangsana? Engké, mun geus témbong budak angon! Ti dinya loba nu ribut, ti dapur laju salembur, ti lembur jadi sanagara! Nu barodo jaradi gélo marantuan nu garelut, dikokolotan ku budak buncireung! Matakna garelut? Marebutkeun warisan. Nu hawek hayang loba; nu boga hak marénta bagianana. Ngan nu aréling caricing. Arinyana mah ngalalajoan. Tapi kabarérang.”

Artinya :
”Kekuasaan penguasa buta tidak berlangsung lama, tapi karena sudah kelewatan menyengsarakan rakyat yang sudah berharap agar ada mu’jizat datang untuk mereka. Penguasa itu akan menjadi tumbal, tumbal untuk perbuatannya sendiri. Kapan waktunya? Nanti, saat munculnya Anak Gembala! Di situ akan banyak huru-hara, yang bermula di satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara. Yang tidak tahu menjadi gila dan ikut-ikutan menyerobot dan bertengkar, dipimpin oleh pemuda gendut! Sebabnya bertengkar? memperebutkan tanah. Yang sudah punya ingin lebih, yang berhak meminta bagiannya. Hanya yang sadar pada diam, mereka hanya menonton tapi tetap terbawa-bawa.”

Situasi tersebut di atas adalah gambaran apa yang terjadi sekarang ini. Kalau kita perhatikan dengan cermat alinea ini, maka memang saat ini seluruh rakyat sedang berharap-harap menunggu datangnya mu’jizat di tengah-tengah carut marut yang sedang berlangsung di negeri ini. Lebih-lebih utamanya rakyat korban lumpur Lapindo yang kian hari makin kian sengsara. Bencana datang bertubi-tubi. Huru-hara terjadi di mana-mana. Dan akhir-akhir ini banyak sekali terjadi kasus perebutan tanah. Pemuda Gendut merupakan lambang orang yang rakus dan serakah serta memiliki kepentingan pribadi.

Dalam bait ini dikatakan bahwa penguasa tersebut akan tumbang pada saat munculnya “Budak Angon”. Dimana kemunculannya ditandai dengan banyak terjadi huru-hara yang bermula di daerah lalu meluas ke seluruh negeri.

Dalam mengkaji Wangsit Siliwangi ini kita telah menemui lelakon atau pemeran utama yang dikatakan dengan istilah ”Budak Angon” (Anak Gembala) dan ”Budak Janggotan” (Pemuda Berjanggut).

Coba mari kita simak alinea berikut :

”Nu garelut laju rareureuh; laju kakara arengeuh; kabéh gé taya nu meunang bagian. Sabab warisan sakabéh béak, béakna ku nu nyarekel gadéan. Buta-buta laju nyarusup, nu garelut jadi kareueung, sarieuneun ditempuhkeun leungitna nagara. Laju naréangan budak angon, nu saungna di birit leuwi nu pantona batu satangtung, nu dihateup ku handeuleum ditihangan ku hanjuang. Naréanganana budak tumbal. sejana dék marénta tumbal. Tapi, budak angon enggeus euweuh, geus narindak babarengan jeung budak anu janggotan; geus mariang pindah ngababakan, parindah ka Lebak Cawéné!”

Artinya :
”Yang bertengkar lalu terdiam dan sadar ternyata mereka memperebutkan pepesan kosong, sebab tanah sudah habis oleh mereka yang punya uang. Para penguasa lalu menyusup, yang bertengkar ketakutan, ketakutan kehilangan negara, lalu mereka mencari Budak Angon, yang rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu, yang rimbun oleh pohon handeuleum dan hanjuang. Semua mencari tumbal, tapi Budak Angon sudah tidak ada, sudah pergi bersama Budak Janggotan, pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné!”

Perselisihan yang terjadi adalah sia-sia belaka. Karena selalu saja pihak penguasa membantu yang kuat, berdiri angkuh di atas yang lemah. Ada saat dimana ”wong cilik” sebagai lambang ”si lemah yang tertindas” mencari penuh harap sosok ”Budak Angon dan Budak Janggotan.” Namun yang dicari sulit ditemukan karena telah pergi ke Lebak Cawéné. Dimanakah Lebak Cawéné ? Lebak Cawéné adalah suatu lembah seperti cawan, yang dikatakan di dalam Serat Musarar Joyoboyo sebagai Gunung Perahu. Tempat itu digambarkan sebagai suatu lembah atau bukit dimana permukaannya cekung seperti tertumbuk perahu besar. secara gambaran spiritual, di tempat itu terdapat 2 sumber air besar dan ditandai dengan 3 pohon beringin (Ringin Telu).

Lebih lanjut dikatakan :

”Nu kasampak ngan kari gagak, keur ngelak dina tutunggul. Daréngékeun! Jaman bakal ganti deui. tapi engké, lamun Gunung Gedé anggeus bitu, disusul ku tujuh gunung. Génjlong deui sajajagat. Urang Sunda disarambat; urang Sunda ngahampura. Hadé deui sakabéhanana. Sanagara sahiji deui. Nusa Jaya, jaya deui; sabab ngadeg ratu adil; ratu adil nu sajati. Tapi ratu saha? Ti mana asalna éta ratu? Engké ogé dia nyaraho. Ayeuna mah, siar ku dia éta budak angon! Jig geura narindak! Tapi, ulah ngalieuk ka tukang!”

Artinya :
”Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati. Dengarkan! jaman akan berganti lagi, tapi nanti, setelah Gunung Gede meletus, disusul oleh tujuh gunung. Ribut lagi seluruh bumi. Orang sunda dipanggil-panggil, orang sunda memaafkan. Baik lagi semuanya. Negara bersatu kembali. Nusa jaya lagi, sebab berdiri ratu adil, ratu adil yang sejati. Tapi ratu siapa? darimana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu. Sekarang, carilah Anak Gembala. Segeralah pergi. Tapi ingat, jangan menoleh ke belakang!”

Perlambang gagak berkoar di dahan mati bermakna situasi dimana banyak suara-suara tanpa arti. Rakyat menjerit-jerit, penguasa mengumbar janji-janji kosong. Sedangkan negara digambarkan banyak ditimpa bencana. Sekarang ini banyak gunung di nusantara sedang aktif bahkan beberapa gunung telah meletus. Ribut seluruh bumi merupakan lambang keresahan dunia internasional dewasa ini terhadap perubahan iklim dunia, pemanasan global dan krisis yang melanda. Hal ini ditandai dengan banyak bencana yang terjadi di banyak negara.
Nampaknya kita sedang memasuki tahapan situasi ini. Mari kita renungkan dan perhatikan dengan apa yang sedang terjadi di seluruh negeri ini. Gunung-gunung telah mulai aktif, banyak terjadi bencana dengan unsur Air, Api, Angin dan Tanah dimana-mana, banyak pula terjadi huru-hara (demonstrasi/kerusuhan) sebagai lambang ketidakpuasan di berbagai tempat. Apakah ini terjadi secara kebetulan ? Tentu bagi yang memahami, ini semua adalah merupakan skenario langit.
Lalu, siapakah ”Budak Angon” itu ? Dari bait tersebut diperlambangkan bahwa budak angon adalah orang sunda atau berdarah sunda yang ada campuran Jawa. Hal ini akan kita bedah lagi setelah sampai pada kesimpulan setelah kita mengkaji karya-karya leluhur lainnya.

Serat Musarar Joyoboyo

Di dalam uraian ini saya akan mengawali dengan menandai suatu masa atau periode dalam Sinom bait 18 yang berbunyi :

”Dene jejuluke nata, Lung gadung rara nglingkasi, Nuli salin gajah meta, Semune tengu lelaki, Sewidak warsa nuli, Ana dhawuhing bebendu, Kelem negaranira, Kuwur tataning negari, Duk semana pametune wong ing ndesa.”

Artinya :
”Nama rajanya Lung gadung rara nglikasi kemudian berganti gajah meta semune tengu lelaki. Enam puluh tahun menerima kutukan sehingga tenggelam negaranya dan hukum tidak karu-karuan.

Waktu itu pajaknya rakyat adalah..”

Lung gadung rara nglikasi memiliki makna yaitu pemimpin yang penuh inisiatif (cerdas) namun memiliki kelemahan sering tergoda wanita. Perlambang ini menunjuk kepada presiden pertama RI, Soekarno. Sedangkan Gajah meta semune tengu lelaki bermakna pemimpin yang kuat karena disegani atau ditakuti namun akhirnya terhina atau nista. Perlambang ini menunjuk kepada presiden kedua RI, Soeharto. Dalam bait ini juga dikatakan bahwa negara selama ini menerima kutukan sehingga tidak ada kepastian hukum.

Dalam bait 20 dikatakan :

”Bojode ingkang negara, Narendra pisah lan abdi, Prabupati sowang-sowang, Samana ngalih nagari, Jaman Kutila genti, Kara murka ratunipun, Semana linambangan, Dene Maolana Ngali, Panji loro semune Pajang Mataram.”

Artinya :
”Negara rusak. Raja berpisah dengan rakyat. Bupati berdiri sendiri-sendiri. Kemudian berganti jaman Kutila. Rajanya Kara Murka. Lambangnya Panji loro semune Pajang Mataram.”

Bait ini menggambarkan situasi negara yang kacau. Pemimpin jauh dari rakyat, dan dimulainya era baru dengan apa yang dinamakan otonomi daerah sebagai implikasi bergulirnya reformasi (Jaman Kutila). Karakter pemimpinnya saling jegal untuk saling menjatuhkan (Raja Kara Murka). Perlambang Panji loro semune Pajang – Mataram bermakna ada dua kekuatan pimpinan yang berseteru, yang satu dilambangkan dari trah Pajang (Joko Tingkir), dan yang lain dilambangkan dari trah Mataram (Pakubuwono). Hal ini menunjuk kepada era Gus Dur dan Megawati.

Lalu pada bait 21 tertulis :

Nakoda melu wasesa, Kaduk bandha sugih wani, Sarjana sirep sadaya, Wong cilik kawelas asih, Mah omah bosah-basih, Katarajang marga agung, Panji loro dyan sirna, Nuli Rara ngangsu sami, Randha loro nututi pijer tetukar.”

Artinya :
”Nakhoda ikut serta memerintah. Punya keberanian dan kaya. Sarjana (orang pandai) tidak berdaya. Rakyat kecil sengsara. Rumah hancur berantakan diterjang jalan besar. Kemudian diganti dengan lambang Rara ngangsu, randha loro nututi pijer tetukar.”

Situasi negara dalam bait ini digambarkan bahwa kekuatan asing memiliki pengaruh yang sangat besar. Orang pandai berpendidikan tinggi dilambangkan tidak berdaya (pinter keblinger). Kondisi rakyat kecil makin sengsara saja. Perlambang Rara ngangsu, randha loro nututi pijer tetukar bermakna seorang pemimpin wanita yang selalu diintai oleh dua saudara wanitanya seolah ingin menggantikan. Perlambang ini menunjuk kepada Megawati, presiden RI kelima yang selalu dibayangi oleh Rahmawati dan Sukmawati.

Pada bait 22 dikatakan :

”Tan kober paes sarira, Sinjang kemben tan tinolih, Lajengipun sinung lambang, Dene Maolana Ngali, Samsujen Sang-a Yogi, Tekane Sang Kala Bendu, Sasmitane lambang kang kocap punika.”

Artinya :
”Tan kober paes sarira, Sinjang kemben tan tinolih itu sebuah lambang yang menurut Seh Ngali Samsujen datangnya Kala Bendu.

Perlambang Tan kober paes sarira, Sinjang kemben tan tinolih bermakna pemimpin yang tidak sempat mengatur negara karena direpotkan dengan berbagai masalah. Ini menunjuk kepada presiden RI keenam saat ini yaitu Susilo Bambang Yudhoyono. Sedangkan perlambang Semarang Tembayat merupakan tempat dimana tempat seseorang memahami dan mengetahui solusi dari apa yang terjadi.

Kemudian pada bait 27 berbunyi :

“Dene besuk nuli ana, Tekane kang Tunjung putih, semune Pudhak kasungsang, Bumi Mekah dennya lair, Iku kang angratoni, Jagad kabeh ingkang mengku, Juluk Ratu Amisan, Sirep musibating bumi, Wong nakoda milu manjing ing samuwan,”

Artinya :
“Kemudian kelak akan datang Tunjung putih semune Pudak kasungsang. Lahir di bumi Mekah. Menjadi raja di dunia, bergelar Ratu Amisan, redalah kesengsaraan di bumi, nakhoda ikut ke dalam persidangan.”

Perlambang Tunjung putih semune Pudak kasungsang memiliki makna seorang pemimpin yang masih tersembunyi berhati suci dan bersih. Inilah seorang pemimpin yang dikenal banyak orang dengan nama “Satrio Piningit”. Lahir di bumi Mekah merupakan perlambang bahwa pemimpin tersebut adalah seorang Islam sejati yang memiliki tingkat ketauhidan yang sangat tinggi.

Sedangkan bait 28 tertulis :

“Prabu tusing waliyulah, Kadhatone pan kekalih, Ing Mekah ingkang satunggal, Tanah Jawi kang sawiji, Prenahe iku kaki, Perak lan gunung Perahu, Sakulone tempuran, Balane samya jrih asih, Iya iku ratu rinenggeng sajagad.”

Artinya :
“Raja utusan waliyullah. Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa. Letaknya dekat dengan gunung Perahu, sebelah barat tempuran. Dicintai pasukannya. Memang raja yang terkenal sedunia.”

Bait ini menggambarkan bahwa pemimpin tersebut adalah hasil didikan atau tempaan seorang Waliyullah (Aulia) yang juga selalu tersembunyi. Berkedaton di Mekah dan Tanah Jawa merupakan perlambang yang bermakna bahwa pemimpin tersebut selain ber-Islam sejati namun juga berpegang teguh pada kawruh Jawa (ajaran leluhur Jawa tentang laku utama). Sedangkan gunung Perahu seperti telah disinggung di atas adalah Lebak Cawéné. Sedangkan tempuran adalah pertemuan dua sungai di muara yang biasanya digunakan untuk tempat bertirakat ”kungkum” bagi orang Jawa. Namun di sini tempuran bermakna ”watu gilang” sebagai tempat pertemuan alam fisik dan alam gaib. Dalam budaya spiritual Jawa keberadaan watu gilang sangat lekat dengan eksistensi seorang raja. Insya Allah.. Pemimpin tersebut akan mampu memimpin Nusantara ini dengan baik, adil dan membawa kepada kesejahteraan rakyat, serta menjadikan Nusantara sebagai ”barometer dunia” (istilah Bung Karno : ”Negara Mercusuar”).

Bait-bait Terakhir Ramalan Joyoboyo

Dalam bait-bait terakhir ramalan Joyoboyo digambarkan suasana negara yang kacau penuh carut marut serta terjadi kerusakan moral yang luar biasa. Namun dengan adanya fenomena tersebut kemudian digambarkan munculnya seseorang yang arif dan bijaksana yang mampu mengatasi keadaan. Berikut adalah cuplikan bait-bait tersebut yang menggambarkan ciri-ciri atau karakter seseorang itu :

selet-selete yen mbesuk ngancik tutuping tahun sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu; bakal ana dewa ngejawantah; apengawak manungsa; apasurya padha bethara Kresna; awatak Baladewa; agegaman trisula wedha; jinejer wolak-waliking zaman; …

Artinya :
selambat-lambatnya kelak menjelang tutup tahun (sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu); akan ada dewa tampil; berbadan manusia; berparas seperti Batara Kresna; berwatak seperti Baladewa; bersenjata trisula wedha; tanda datangnya perubahan zaman; …

…; iku tandane putra Bethara Indra wus katon; tumeka ing arcapada ambebantu wong Jawa

Artinya :
…; itulah tanda putra Batara Indra sudah nampak; datang di bumi untuk membantu orang Jawa

…; bala prewangan makhluk halus padha baris, pada rebut benere garis; tan kasat mata, tan arupa; sing madhegani putrane Bethara Indra; agegaman trisula wedha; momongane padha dadi nayaka perang perange tanpa bala; sakti mandraguna tanpa aji-aji

Artinya :
…; pasukan makhluk halus sama-sama berbaris, berebut garis yang benar, tak kelihatan, tak berbentuk; yang memimpin adalah putra Batara Indra, bersenjatakan trisula wedha; para asuhannya menjadi perwira perang; jika berperang tanpa pasukan; sakti mandraguna tanpa azimat

apeparap pangeraning prang; tan pokro anggoning nyandhang; ning iya bisa nyembadani ruwet rentenging wong sakpirang-pirang; …

Artinya :
bergelar pangeran perang; kelihatan berpakaian kurang pantas; namun dapat mengatasi keruwetan banyak orang; …

idune idu geni; sabdane malati; sing mbregendhul mesti mati; ora tuwo, enom padha dene bayi; wong ora ndayani nyuwun apa bae mesthi sembada; garis sabda ora gentalan dina; beja-bejane sing yakin lan tuhu setya sabdanira; tan karsa sinuyudan wong sak tanah Jawa; nanging inung pilih-pilih sapa

Artinya :
ludahnya ludah api, sabdanya sakti (terbukti), yang membantah pasti mati; orang tua, muda maupun bayi; orang yang tidak berdaya minta apa saja pasti terpenuhi; garis sabdanya tidak akan lama; beruntunglah bagi yang yakin dan percaya serta mentaati sabdanya; tidak mau dihormati orang se tanah Jawa; tetapi hanya memilih beberapa saja

waskita pindha dewa; bisa nyumurupi lahire mbahira, buyutira, canggahira; pindha lahir bareng sadina; ora bisa diapusi marga bisa maca ati; wasis, wegig, waskita; ngerti sakdurunge winarah; bisa pirsa mbah-mbahira; angawuningani jantraning zaman Jawa; ngerti garise siji-sijining umat; Tan kewran sasuruping zaman

Artinya :
pandai meramal seperti dewa; dapat mengetahui lahirnya kakek, buyut dan canggah anda; seolah-olah lahir di waktu yang sama; tidak bisa ditipu karena dapat membaca isi hati; bijak, cermat dan sakti; mengerti sebelum sesuatu terjadi; mengetahui leluhur anda; memahami putaran roda zaman Jawa; mengerti garis hidup setiap umat; tidak khawatir tertelan zaman

ing ngarsa Begawan; dudu pandhita sinebut pandhita; dudu dewa sinebut dewa; kaya dene manungsa; …

Artinya :
di hadapan Begawan; bukan pendeta disebut pendeta; bukan dewa disebut dewa; namun manusia biasa; …

iki dalan kanggo sing eling lan waspada; ing zaman kalabendu Jawa; aja nglarang dalem ngleluri wong apengawak dewa; cures ludhes saka braja jelma kumara; aja-aja kleru pandhita samusana; larinen pandhita asenjata trisula wedha; iku hiya pinaringaning dewa

Artinya :
Inilah jalan bagi yang ingat dan waspada; pada zaman kalabendu Jawa; jangan melarang dalam menghormati orang berupa dewa; yang menghalangi akan sirna seluruh keluarga; jangan keliru mencari dewa; carilah dewa bersenjata trisula wedha; itulah pemberian dewa

nglurug tanpa bala; yen menang tan ngasorake liyan; para kawula padha suka-suka; marga adiling pangeran wus teka; ratune nyembah kawula; angagem trisula wedha; para pandhita hiya padha muja; hiya iku momongane kaki Sabdopalon; sing wis adu wirang nanging kondhang; genaha kacetha kanthi njingglang; nora ana wong ngresula kurang; hiya iku tandane kalabendu wis minger; centi wektu jejering kalamukti; andayani indering jagad raya; padha asung bhekti

Artinya :
Menyerang tanpa pasukan; bila menang tak menghina yang lain; rakyat bersuka ria; karena keadilan Yang Kuasa telah tiba; raja menyembah rakyat; bersenjatakan trisula wedha; para pendeta juga pada memuja; itulah asuhannya Sabdopalon; yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur; segalanya tampak terang benderang; tak ada yang mengeluh kekurangan; itulah tanda zaman kalabendu telah usai; berganti zaman penuh kemuliaan; memperkokoh tatanan jagad raya; semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi

Sampai di sini kita akan dapat mulai memahami siapakah yang dikatakan oleh Prabu Joyoboyo dengan istilah “Putra Betara Indra” itu ? Bait-bait tersebut telah mengurai secara rinci tentang ciri-ciri dan karakter orang tersebut. Putra Betara Indra tidak lain dan tidak bukan adalah Waliyullah (aulia) yang. Perlambang paras Kresna dan watak Baladewa bermakna satria pinandhita. Karena hakekat dua bersaudara Kresna dan Baladewa (Krishna Balarama) melambangkan kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Dimana Kresna melambangkan pencipta, sedangkan Baladewa melambangkan potensi kreativitasnya. Dua bersaudara Kresna dan Baladewa menghabiskan masa kanak-kanaknya sebagai penggembala sapi. Dengan hakekat ini setidaknya kita dapat meraba bahwa Putra Betara Indra adalah juga “Budak Angon” (Anak Gembala) yang telah dikatakan oleh Prabu Siliwangi di dalam Wangsit Siliwangi.

Ramalan Satrio Piningit Ronggowarsito

Di dalam ramalan Ronggowarsito dipaparkan ada tujuh Satrio Piningit yang akan muncul sebagai tokoh yang di kemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah “bekas” kerajaan Majapahit, yaitu : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu. Berkenaan dengan itu, banyak kalangan yang kemudian mencoba menafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu adalah sebagai berikut :

1. SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO.
Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967.

2. SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR.
Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998.

3. SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR.
Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.

4. SATRIO LELONO TAPA NGRAME.
Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000.

5. SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH.
Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. Berkuasa tahun 2000-2004.

6. SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO.
Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Ancaman bencana alam, disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil.

7. SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU.
Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah SWT, Insya Allah, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati.
Selain masing-masing satrio itu menjadi ciri-ciri dari masing-masing pemimpin NKRI pada setiap masanya, ternyata tujuh satrio piningit itu melambangkan tujuh sifat yang menyatu di dalam diri seorang pandhita yang telah kita tahu adalah Putra Betara Indra yang juga Budak Angon seperti telah diungkap di atas. Berikut ini adalah sifat-sifat “Satrio Piningit” sejati apa yang telah ditulis oleh R.Ng. Ronggowarsito :

* Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro

Melambangkan orang yang sepanjang hidupnya terpenjara namun namanya harum mewangi. Sifat ini hanya dimiliki oleh orang yang telah menguasai Artadaya (ma’rifat sebenar-benar ma’rifat). Diberikan anugerah kewaskitaan atau kesaktian oleh Allah SWT, namun tidak pernah menampakkan kesaktiannya itu. Jadi sifat ini melambangkan orang berilmu yang amat sangat tawadhu’.

* Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar

Melambangkan orang yang kaya akan ilmu dan berwibawa, namun hidupnya kesandung kesampar, artinya penderitaan dan pengorbanan telah menjadi teman hidupnya yang setia. Tidak terkecuali fitnah dan caci maki selalu menyertainya. Semua itu dihadapinya dengan penuh kesabaran, ikhlas dan tawakal.

* Satrio Jinumput Sumelo Atur

Melambangkan orang yang terpilih oleh Allah SWT guna melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjalankan missi-Nya. Hal ini dibuktikan dengan pemberian anugerah-Nya berupa ilmu laduni kepada orang tersebut.
Satrio Lelono Topo Ngrame
melambangkan orang yang sepanjang hidupnya melakukan perjalanan spiritual dengan melakukan tasawuf hidup (tapaning ngaurip). Bersikap zuhud dan selalu membantu (tetulung) kepada orang-orang yang dirundung kesulitan dan kesusahan dalam hidupnya.

* Satrio Hamong Tuwuh

Melambangkan orang yang memiliki dan membawa kharisma leluhur suci serta memiliki tuah karena itu selalu mendapatkan pengayoman dan petunjuk dari Allah SWT. Dalam budaya Jawa orang tersebut biasanya ditandai dengan wasilah memegang pusaka tertentu sebagai perlambangnya.
Satrio Boyong Pambukaning Gapuro melambangkan orang yang melakukan hijrah dari suatu tempat ke tempat lain yang diberkahi Allah SWT atas petunjuk-Nya. Hakekat hijrah ini adalah sebagai perlambang diri menuju pada kesempurnaan hidup (kasampurnaning ngaurip). Dalam kaitan ini maka tempat yang ditunjuk itu adalah Lebak Cawéné = Gunung Perahu = Semarang Tembayat.

* Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu

Melambangkan orang yang memiliki enam sifat di atas. Sehingga orang tersebut digambarkan sebagai seorang pinandhita atau alim yang selalu mendapatkan petunjuk dari Allah SWT. Maka hakekat Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu adalah utusan Allah SWT atau bisa dikatakan seorang Aulia (waliyullah).

Serat Kalatidha Ronggowarsito

Guna memperlengkapi wacana kita tentang sifat dan karakter “Satrio Piningit” yang telah diurai di atas, ada baiknya kita cermati pula Serat Kalatidha karya Ronggowarsito yang tertuang dalam Serat Centhini jilid IV (karya Susuhunan Pakubuwono V) pada Pupuh 257 dan 258. Kutipan berikut ini menggambarkan situasi jaman yang terjadi dan akhirnya muncul sang Satrio Piningit yang dinanti :

Wong agunge padha jail kurang tutur, marma jeng pamasa, tanpa paramarteng dasih, dene datan ana wahyu kang sanyata.

Artinya :
Para pemimpinnya berhati jahil, bicaranya ngawur, tidak bisa dipercaya dan tidak ada wahyu yang sejati.

Keh wahyuning eblislanat kang tamurun, apangling kang jalma, dumrunuh salin sumalin, wong wadon kang sirna wiwirangira.
Artinya :
Wahyu yang turun adalah wahyu dari iblis dan sulit bagi kita untuk membedakannya, para wanitanya banyak yang kehilangan rasa malu.

Tanpa kangen mring mitra sadulur, tanna warta nyata, akeh wong mlarat mawarni, daya deye kalamun tyase nalangsa.

Artinya :
Rasa persaudaraan meluntur, tidak saling memberi berita dan banyak orang miskin beraneka macam yang sangat menyedihkan kehidupannya.

Krep paprangan, sujana kapontit nurut, durjana susila dadra andadi, akeh maling malandang marang ing marga.

Artinya :
Banyak peperangan yang melibatkan para penjahat, kejahatan / perampokan dan pemerkosaan makin menjadi-jadi dan banyak pencuri malang melintang di jalan-jalan.

Bandhol tulus, mendhosol rinamu puguh, krep grahana surya, kalawan grahana sasi, jawah lindhu gelap cleret warsa.

Artinya :
Alampun ikut terpengaruh dengan banyak terjadi gerhana matahari dan bulan, hujan abu dan gempa bumi.

Prahara gung, salah mangsa dresing surur, agung prang rusuhan, mungsuhe boya katawis, tangeh lamun tentreming wardaya.

Artinya :
Angin ribut dan salah musim, banyak terjadi kerusuhan seperti perang yang tidak ketahuan mana musuhnya yang menyebabkan tidak mungkin ada rasa tenteram di hati.

Dalajading praja kawuryan wus suwung, lebur pangreh tata, karana tanpa palupi, pan wus tilar silastuti titi tata.

Artinya :
Kewibawaan negara tidak ada lagi, semua tata tertib, keamanan, dan aturan telah ditinggalkan.

Pra sujana, sarjana satemah kelu, klulun Kalathida, tidhem tandhaning dumadi, hardayengrat dening karoban rubeda.

Artinya :
Para penjahat maupun para pemimpin tidak sadar apa yang diperbuat dan selalu menimbulkan masalah / kesulitan.

Sitipati, nareprabu utamestu, papatih nindhita, pra nayaka tyas basuki, panekare becik-becik cakrak-cakrak.

Artinya :
Para pemimpin mengatakan seolah-olah bahwa semua berjalan dengan baik padahal hanya sekedar menutupi keadaan yang jelek.

Nging tan dadya, paliyasing Kalabendu, mandar sangking dadra, rubeda angrubedi, beda-beda hardaning wong sanagara.

Artinya :
Yang menjadi pertanda zaman Kalabendu, makin lama makin menjadi kesulitan yang sangat, dan berbeda-beda tingkah laku / pendapat orang se-negara.

Katatangi tangising mardawa-lagu, kwilet tays duhkita, kataman ring reh wirangi, dening angupaya sandi samurana.

Artinya :
Disertai dengan tangis dan kedukaan yang mendalam, walaupun kemungkinan dicemooh, mencoba untuk melihat tanda-tanda yang tersembunyi dalam peristiwa ini.
Ing Paniti sastra wawarah, sung pemut, ing zaman musibat, wong ambeg jatmika kontit, kang mangkono yen niteni lamampahan.

Artinya :
Memberikan peringatan pada zaman yang kalut dengan bijaksana, begitu agar kejadiannya / yang akan terjadi bisa jadi peringatan.

Nawung krida, kang menangi jaman gemblung, iya jaman edan, ewuh aya kang pambudi, yen meluwa edan yekti nora tahan.

Artinya :
Untuk dibuktikan, akan mengalami jaman gila, yaitu zaman edan, sulit untuk mengambil sikap, apabila ikut gila/edan tidak tahan.

Yen tan melu, anglakoni wus tartamtu, boya keduman, melik kalling donya iki, satemahe kaliren wekasane.

Artinya :
Apabila tidak ikut menjalani, tidak kebagian untuk memiliki harta benda, yang akhirnya bisa kelaparan.

Wus dilalah, karsane kang Among tuwuh, kang lali kabegjan, ananging sayektineki, luwih begja kang eling lawan waspada.

Artinya :
Sudah kepastian, atas kehendak Allah SWT, yang lupa untuk mengejar keberuntungan, tapi yang sebetulnya, lebih beruntung yang tetap ingat dan waspada (dalam perbuatan berbudi baik dan luhur).

Saka marmaning Hayang Sukma, jaman Kalabendu sirna, sinalinan jamanira, mulyaning jenengan nata, ing kono raharjanira, karaton ing tanah Jawa, mamalaning bumi sirna, sirep dur angkaramurka.

Artinya :
Atas izin Allah SWT, zaman Kalabendu hilang, berganti zaman dimana tanah Jawa/Indonesia menjadi makmur, hilang kutukan bumi dan angkara murkapun mereda.

Marga sinapih rawuhnya, nata ginaib sanyata, wiji wijiling utama, ingaranan naranata, kang kapisan karanya, adenge tanpa sarana, nagdam makduming srinata, sonya rutikedatonnya.

Artinya :
Kedatangan pemimpin baru tidak terduga, seperti muncul secara gaib, yang mempunyai sifat-sifat utama.

Lire sepi tanpa srana, ora ana kara-kara, duk masih keneker Sukma, kasampar kasandhung rata, keh wong katambehan ika, karsaning Sukma kinarya, salin alamnya, jumeneng sri pandhita.

Artinya :
Datangnya tanpa sarana apa-apa, tidak pernah menonjol sebelumnya, pada saat masih muda, banyak mengalami halangan dalam hidupnya, yang oleh izin Allah SWT, akan menjadi pemimpin yang berbudi luhur.

Luwih adil paraarta, lumuh maring branaarta, nama Sultan Erucakra, tanpa sangakan rawuhira, tan ngadu bala manungsa, mung sirollah prajuritnya, tungguling dhikir kewala, mungsuh rerep sirep sirna.

Artinya :
Mempunyai sifat adil, tidak tertarik dengan harta benda, bernama Sultan Erucakra (pemimpin yang memiliki wahyu), tidak ketahuan asal kedatangannya, tidak mengandalkan bala bantuan manusia, hanya sirullah prajuritnya (pasukan Allah) dan senjatanya adalah se-mata2 dzikir, musuh semua bisa dikalahkan.

Tumpes tapis tan na mangga, krana panjenengan nata, amrih kartaning nagara, harjaning jagat sadaya, dhahare jroning sawarsa, denwangeni katahhira, pitung reyal ika, tan karsa lamun luwiha.

Artinya :
Semua musuhnya dimusnahkan oleh sang pemimpin demi kesejahteraan negara, dan kemakmuran semuanya, hidupnya sederhana, tidak mau melebihi, penghasilan yang diterima.

Bumi sakjung pajegira, amung sadinar sawarsa, sawah sewu pametunya, suwang ing dalem sadina, wus resik nir apa-apa, marmaning wong cilik samya, ayem enake tysira, dene murah sandhang teda.

Artinya :
Pajak orang kecil sangat rendah nilainya, orang kecil hidup tentram, murah sandang dan pangan.

Tan na dursila durjana, padha martobat nalangas, wedi willating nata, adil asing paramarta, bumi pethik akukutha, parek lan kali Katangga, ing sajroning bubak wana, penjenenganin sang nata.

Artinya :
Tidak ada penjahat, semuanya sudah bertobat, takut dengan kewibawaan sang pemimpin yang sangat adil dan bijaksana.

Dari gambaran yang tertulis di dalam Serat Kalatidha di atas, maka kita akan mendapatkan gambaran yang sama dengan apa yang sedang terjadi saat ini. Percaya atau tidak, kenyataannya semua yang telah digambarkan para leluhur nusantara ini telah terjadi dan sedang berlangsung serta insya allah akan terjadi, baik lambat ataupun cepat. Karena apa yang telah dituangkan para leluhur kita dalam bentuk karya sastra adalah hasil “olah batin” ataupun “perjalanan spiritual” beliau-beliau di dalam menangkap lambang-lambang-Nya di alam nyata maupun gaib. Inilah yang diistilahkan dalam kawruh jawa sebagai Sastrajendra Hayuningrat.
(sastra tanpa wujud – papan tanpa tulis, tulis tanpa papan). Sehingga dalam mengungkapkannya penuh dengan perlambang (pasemon ataupun sanepan). Semuanya hanya ingin mengingatkan kita anak cucu leluhur nusantara ini untuk senantiasa Eling dan Waspada.

Menelisik Misteri Sabdo Palon

Dalam upaya menelisik misteri siapa sejatinya Sabdo Palon, saya mengawali dengan mengkaji Serat Darmagandhul dan ramalan Sabdo Palon. Di sini tidak akan dipersoalkan siapa yang membuat karya-karya tersebut untuk tidak menimbulkan banyak perdebatan. Karena penjelasan secara akal penalaran amatlah rumit, namun dengan pendekatan spiritual dapatlah ditarik benang merahnya yang akan membawa kepada satu titik terang. Dan akhirnyapun dapat dirunut secara logika historis.

Menarik memang di dalam mencari jawab tentang siapakah Sabdo Palon ? Karena kata ”Sabdo Palon Noyo Genggong” sebagai penasehat spiritual Prabu Brawijaya V ( memerintah tahun 1453 – 1478 ) tidak hanya dapat ditemui di dalam Serat Darmagandhul saja, namun di dalam bait-bait terakhir ramalan Joyoboyo ( 1135 – 1157 ) juga telah disebut-sebut, yaitu bait 164 dan 173 yang menggambarkan tentang sosok Putra Betara Indra sbb :

…; Mumpuni sakabehing laku; nugel tanah Jawa kaping pindho; ngerahake jin setan; kumara prewangan, para lelembut ke bawah perintah saeko proyo kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti trisula weda; landhepe triniji suci; bener, jejeg, jujur; kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong.

Artinya :
…; Menguasai seluruh ajaran (ngelmu); memotong tanah Jawa kedua kali; mengerahkan jin dan setan; seluruh makhluk halus berada di bawah perintahnya bersatu padu membantu manusia Jawa berpedoman pada trisula weda; tajamnya tri tunggal nan suci; benar, lurus, jujur; didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong.

Nglurug tanpa bala; yen menang tan ngasorake liyan; para kawula padha suka-suka; marga adiling pangeran wus teka; ratune nyembah kawula; angagem trisula wedha; para pandhita hiya padha muja; hiya iku momongane kaki Sabdopalon; sing wis adu wirang nanging kondhang; genaha kacetha kanthi njingglang; nora ana wong ngresula kurang; hiya iku tandane kalabendu wis minger; centi wektu jejering kalamukti; andayani indering jagad raya; padha asung bhekti.

Artinya :
Menyerang tanpa pasukan; bila menang tak menghina yang lain; rakyat bersuka ria; karena keadilan Yang Kuasa telah tiba; raja menyembah rakyat; bersenjatakan trisula wedha; para pendeta juga pada memuja; itulah asuhannya Sabdopalon; yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur; segalanya tampak terang benderang; tak ada yang mengeluh kekurangan; itulah tanda zaman kalabendu telah usai; berganti zaman penuh kemuliaan; memperkokoh tatanan jagad raya; semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi.

Serat Darmagandhul

Memahami Serat Darmagandhul dan karya-karya leluhur kita dibutuhkan kearifan dan toleransi yang tinggi, karena mengandung nilai kawruh Jawa yang sangat tinggi. Jika belum matang beragama maka akan muncul sentimen terhadap agama lain. Tentu ini tidak kita kehendaki. Tiada maksud lain dari saya kecuali hanya ingin mengungkap fakta dan membedah warisan leluhur dari pendekatan spiritual dan historis.
Dalam serat Darmagandhul ini saya hanya ingin menyoroti ucapan-ucapan berikut ini :

”Paduka sampun kêlajêng kêlorob, karsa dados jawan, irib-iriban, rêmên manut nunut-nunut, tanpa guna kula êmong, kula wirang dhatêng bumi langit, wirang momong tiyang cabluk, kula badhe pados momongan ingkang mripat satunggal, botên rêmên momong paduka. … Manawi paduka botên pitados, kang kasêbut ing pikêkah Jawi, nama Manik Maya, punika kula, ingkang jasa kawah wedang sanginggiling rêdi rêdi Mahmeru punika sadaya kula, …”

Artinya :
”Paduka sudah terlanjur terperosok, mau jadi orang jawan (kehilangan jawa-nya), kearab-araban, hanya ikut-ikutan, tidak ada gunanya saya asuh, saya malu kepada bumi dan langit, malu mengasuh orang tolol, saya mau mencari asuhan yang bermata satu (memiliki prinsip/aqidah yang kuat), tidak senang mengasuh paduka. … Kalau paduka tidak percaya, yang disebut dalam ajaran Jawa, nama Manik Maya itu saya, yang membuat kawah air panas di atas gunung itu semua adalah saya, …”

Dalam ucapan ini pula Sabdo Palon menegaskan bahwa dirinyalah sebenarnya yang dikatakan dalam kawruh Jawa dengan apa yang dikenal sebagai ”Manik Maya” atau hakekat ”Semar”.

”Sabdapalon matur yen arêp misah, barêng didangu lungane mênyang ngêndi, ature ora lunga, nanging ora manggon ing kono, mung nêtêpi jênênge Sêmar, nglimputi salire wujud, anglela kalingan padhang. …..”

Artinya :
”Sabdo Palon menyatakan akan berpisah, begitu ditanya perginya kemana, jawabnya tidak pergi, akan tetapi tidak bertempat di situ, hanya menetapkan namanya Semar, yang meliputi segala wujud, membuatnya samar. …..”

Sekali lagi dalam ucapan ini Sabdo Palon menegaskan bahwa dirinyalah yang bernama Semar. Bagi orang Jawa yang berpegang pada kawruh Jawa pastilah memahami tentang apa dan bagaimana Semar. Secara ringkas dapat dijelaskan bahwa Semar adalah merupakan utusan gaib Gusti Kang Murbeng Dumadi (Tuhan Yang Maha Kuasa) untuk melaksanakan tugas agar manusia selalu menyembah dan bertaqwa kepada Tuhan, selalu bersyukur dan eling serta berjalan pada jalan kebaikan. Sebelum manusia mengenal agama, keberadaan Semar telah ada di muka bumi. Beliau mendapat tugas khusus dari Gusti Kang Murbeng Dumadi untuk menjaga dan memelihara bumi Nusantara khususnya, dan jagad raya pada umumnya.

Perhatikan ungkapan Sabdo Palon berikut ini :

Di kalangan spiritualis Jawa pada umumnya, keberadaan Semar diyakini berupa ”suara tanpa rupa”. Namun secara khusus bagi yang memahami lebih dalam lagi, keberadaan Semar diyakini dengan istilah “mencolo putro, mencolo putri”, artinya dapat mewujud dan menyamar sebagai manusia biasa dalam wujud berlainan di setiap masa. Namun dalam perwujudannya sebagai manusia tetap mencirikan karakter Semar sebagai sosok “Begawan atau Pandhita”. Hal ini dapat dipahami karena dalam kawruh Jawa dikenal adanya konsep “menitis” dan “Cokro Manggilingan”.

Dari apa yang telah disinggung di atas, kita telah sedikit memahami bahwa Sabdo Palon sebagai pembimbing spiritual (ponokawan) Prabu Brawijaya merupakan sosok Semar yang nyata. Menurut Sabdo Palon dalam ungkapannya dikatakan :

”…, paduka punapa kêkilapan dhatêng nama kula Sabdapalon? Sabda têgêsipun pamuwus, Palon: pikukuh kandhang. Naya têgêsipun ulat, Genggong: langgêng botên ewah. Dados wicantên-kula punika, kenging kangge pikêkah ulat pasêmoning tanah Jawi, langgêng salaminipun.”

Artinya :
”…, apakah paduka lupa terhadap nama saya Sabdo Palon? Sabda artinya kata-kata, Palon adalah kayu pengancing kandang, Naya artinya pandangan, Genggong artinya langgeng tidak berubah. Jadi ucapan hamba itu berlaku sebagai pedoman hidup di tanah Jawa, langgeng selamanya.”

Seperti halnya Semar telah banyak dikenal sebagai pamomong sejati yang selalu mengingatkan bilamana yang di”emong”nya salah jalan, salah berpikir atau salah dalam perbuatan, terlebih apabila melanggar ketentuan-ketentuan Tuhan Yang Maha Esa. Semar selalu memberikan piwulangnya untuk bagaimana berbudi pekerti luhur selagi hidup di dunia fana ini sebagai bekal untuk perjalanan panjang berikutnya nanti.

Jadi Semar merupakan pamomong yang ”tut wuri handayani”, menjadi tempat bertanya karena pengetahuan dan kemampuannya sangat luas, serta memiliki sifat yang bijaksana dan rendah hati juga waskitho (ngerti sakdurunge winarah). Semua yang disabdakan Semar tidak pernah berupa ”perintah untuk melakukan” tetapi lebih kepada ”bagaimana sebaiknya melakukan”. Semua keputusan yang akan diambil diserahkan semuanya kepada ”majikan”nya. Semar atau Kaki Semar sendiri memiliki 110 nama, diantaranya adalah Ki Sabdopalon, Sang Hyang Ismoyo, Ki Bodronoyo, dan lain-lain.

Di dalam Serat Darmogandhul diceritakan episode perpisahan antara Sabdo Palon dengan Prabu Brawijaya karena perbedaan prinsip. Sebelum berpisah Sabdo Palon menyatakan kekecewaannya dengan sabda-sabda yang mengandung prediksi tentang sosok masa depan yang diharapkannya.

Berikut ungkapan :

”….. Sang Prabu diaturi ngyêktosi, ing besuk yen ana wong Jawa ajênêng tuwa, agêgaman kawruh, iya iku sing diêmong Sabdapalon, wong jawan arêp diwulang wêruha marang bênêr luput.”

Artinya :
”….. Sang Prabu diminta memahami, suatu saat nanti kalau ada orang Jawa menggunakan nama tua (sepuh), berpegang pada kawruh Jawa, yaitulah yang diasuh oleh Sabda Palon, orang Jawan (yang telah kehilangan Jawa-nya) akan diajarkan agar bisa melihat benar salahnya.”
Dari ungkapan di atas Sabdo Palon mengingatkan Prabu Brawijaya bahwa suatu ketika nanti akan ada orang Jawa yang memahami kawruh Jawa (tiyang Jawi) yang akan memimpin bumi nusantara ini. Hal ini menyiratkan adanya dua sosok di dalam ungkapan Sabdo Palon tersebut yang merupakan sabda prediksi di masa mendatang, yaitu pemimpin yang diharapkan dan pembimbing spiritual (seorang pandhita).
Ramalan Sabdo Palon

Sanget-sangeting sangsara, Kang tuwuh ing tanah Jawi, Sinengkalan tahunira, Lawon Sapta Ngesthi Aji, Upami nyabrang kali, Prapteng tengah-tengahipun, Kaline banjir bandhang, Jerone ngelebne jalmi, Kathah sirna manungsa prapteng pralaya.

Artinya :
Kelak waktunya paling sengsara di tanah Jawa ini pada tahun: Lawon Sapta Ngesthi Aji. Umpama seorang menyeberang sungai sudah datang di tengah-tengah. Tiba-tiba sungainya banjir besar, dalamnya menghanyutkan manusia sehingga banyak yang meninggal dunia.

Bebaya ingkang tumeka, Warata sa Tanah Jawi, Ginawe kang paring gesang, Tan kenging dipun singgahi, Wit ing donya puniki, Wonten ing sakwasanipun, Sedaya pra Jawata, Kinarya amertandhani, Jagad iki yekti ana kang akarya.

Artinya :
Bahaya yang mendatangi tersebar seluruh tanah Jawa. Itu sudah kehendak Tuhan tidak mungkin dipungkiri lagi. Sebab dunia ini ada ditanganNya. Hal tersebut sebagai bukti bahwa sebenarnya dunia ini ada yang membuatnya.

Dari bait-bait di atas dapatlah kita memahami bahwa Sabdo Palon menyatakan kembali ke asal mulanya. Perlu kita tahu bahwa Semar adalah wujud manusia biasa titisan dewa Sang Hyang Ismoyo. Jadi ketika itu Sabdo Palon berencana untuk kembali ke asal mulanya adalah alam kahyangan (alam dewa-dewa), kembali sebagai wujud dewa, Sang Hyang Ismoyo. Diungkapkannya tanda utama itu adalah muntahnya lahar gunung Merapi ke arah barat daya. Baunya tidak sedap. Dan juga kemudian diikuti bencana-bencana lainnya.

KESIMPULAN

”Jadi yang dikatakan “Putra Betara Indra” oleh Joyoboyo, “Budak Angon” oleh Prabu Siliwangi, dan “Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu” oleh Ronggowarsito itu, tidak lain dan tidak bukan adalah Sabdo Palon, yang sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha/ Mpu Dwijendra/ Pedanda Sakti Wawu Rawuh/ Tuan Semeru.

Pertanyaannya sekarang adalah: Ada dimanakah beliau saat ini kalau dari tanda-tanda yang telah nampak dikatakan bahwa Sabdo Palon telah datang ? Tentu saja sangat tidak etis untuk menjawab secara vulgar persoalan ini. Sangat sensitif. Karena ini adalah wilayah para kasepuhan suci, waskito, ma’rifat dan mukasyafah saja yang dapat menjumpai dan membuktikan kebenarannya. Dimensi spiritual sangatlah pelik dan rumit. Sabdo Palon yang telah menitis kepada ”seseorang” itu yang jelas memiliki karakter 7 (tujuh) satrio seperti yang telah diungkapkan oleh R.Ng. Ronggowarsito, dan juga memiliki karakter Putra Betara Indra seperti yang diungkapkan oleh Joyoboyo.
Dapatlah dikatakan bahwa : Putra Betara Indra = Budak Angon = Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu seperti yang telah dikatakan oleh para leluhur nusantara di atas adalah sosok yang diharap-harapkan rakyat nusantara selama ini, yaitu sosok yang dikenal dengan nama ”SATRIO PININGIT”. Banyak pendapat yang berkembang di masyarakat luas selama ini dalam memandang dan memahami isitilah ”Satrio Piningit”. Pemahamannya tentu bertingkat-tingkat sesuai dengan kapasitas keilmuan masing-masing orang.
Satrio Piningit yang telah menjadi mitos selama perjalanan sejarah bangsa ini memunculkan misteri tersendiri. Ia merupakan perbendaharaan rahasia bumi dan langit yang teramat sulit ditembus oleh akal pikiran. Keberadaannya gaib namun nyata. Bahkan para winasis waskita pun belum tentu mampu menembus aura misterinya. Karena dalil yang berlaku seperti halnya dalam memandang Semar. Orang yang hatinya kotor dan masih diliputi dengan berbagai hawa nafsu akan sulit melihat Semar. Namun Semar dapat terlihat bagi orang yang hatinya bersih/suci dan melakoni tirakat (tapaning ngaurip/tasawuf hidup) sepanjang hidupnya. Hal ini mengisyaratkan bahwa tidak semua orang dapat menjumpainya. Semua akan terfilter secara alamiah. Atau dengan bahasa lain, jika seseorang telah mendapatkan hidayah Allah SWT maka dia dapat menjumpai Semar yang pada hakekatnya adalah pancaran Cahaya Ilahiah itu sendiri. Walaupun tidak menjumpainya namun daya-daya kehadirannya dapat dirasakan secara luas tanpa disadari. Fenomena ini dilambangkan dalam cerita pewayangan ketika ”Semar Ngejawantah” dan kemudian saatnya ”Semar Mbabar Diri” maka pecahlah peperangan ”Bharatayudha Jaya Binangun”. Perangnya kebaikan melawan keburukan. Di saat inilah kita di jagad nusantara ini sedang memasuki dan menjalani fase tersebut.
Hakekat Satrio Piningit menurut saya adalah sosok seorang ”Guru Sejati”. Sosok guru yang tidak menyebarkan ”ajaran ataupun agama baru” namun menebar kasih ke atas seluruh umat tanpa membedakan golongan, bangsa, suku, maupun agama atau kepercayaan. Bukan sekedar sosok Satrio Piningit atau Guru Sejati yang harus kita cari, akan tetapi yang sangat hakiki adalah ”Kebenaran Sejati” yang harus dicari atau ditembus di dalam dirinya. Maka dalam perjalanan tasawuf hal ini dikenal dengan dalil ”Man arofa nafsahu faqad arofa robbahu” (kenalilah dirimu sendiri sebelum mengenal Allah).
Jika memang mendapatkan ridho dan hidayah Allah, maka beruntung jika dapat menjumpainya. Setidaknya inilah jawaban dari apa yang telah diungkapkan berkaitan dengan misteri ”Semarang Tembayat” yang tertulis di dalam Serat Musarar Joyoboyo. Telah tiba saatnya Misteri Nusantara terkuak.

Putra Sang Fajar Muncul Di Ufuk Timur

Pembaca yang budiman, apa yang terpapar berupa tulisan-tulisan ini adalah murni merupakan hasil “input spiritual” atau bisa dikatakan sasmita/ilham/isyarah/warid, yang kemudian di-cross check (cek silang) dengan beberapa wasiat karya leluhur berkenaan. Untuk diketahui pula sebelumnya bahwa setiap “input spiritual” yang diterima penulis selalu disertai dengan turunnya ayat Al Qur’an dari kegaiban (berupa “bisikan” atau “bimbingan” dalam membuka kitab Al Qur’an) sebagai hakekat penjelasannya. Secara jujur, penulis bukanlah seorang ahli kitab ataupun Al Hafidz. Ayat-ayat Al Qur’an yang turun itulah yang senantiasa penulis jadikan pijakan utama dalam melakukan setiap “perjalanan spiritual” selama ini. “input spiritual” untuk menyuarakan semua ini yaitu QS Asy Syua’raa’ : 5 – 9 yang berbunyi :

”Dan sekali-kali tidak datang kepada mereka suatu peringatan baru dari Tuhan Yang Maha Pemurah, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya. Sungguh mereka telah mendustakan (Al Qur’an), maka kelak akan datang kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu me­reka perolok-olokan. Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.”

Dan juga QS An Nuur : 46 – 47 yang berbunyi :

”Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. Dan Allah memimpin siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. Dan mereka berkata: ”Kami telah beriman kepada Allah dan rasul, dan kami menaati (keduanya).” Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.”

Fenomena spiritual itupun dibarengi dengan turunnya ayat Al Qur’an sebagai hakekat penjelasannya, yaitu QS Al Israa’ : 41 – 46, yang menyatakan :

”Dan sesungguhnya dalam Al Qur’an ini Kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan), agar mereka selalu ingat. Dan ulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). Katakanlah: ”Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai Arasy.” Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya. Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. Dan apabila kamu membaca Al Qur’an niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup, dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al Qur’an, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya.”

ayat yang menjelaskannya berupa QS An Nuur : 51 – 52 yang berbunyi :

”Sesungguhnya perkataan orang-orang mukmin, apabila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya supaya diputuskan perkara di antara mereka* ialah ucapan: ”Kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.”
(*: Maksudnya: Di antara kaum muslimin dengan kaum muslimin dan antara kaum muslimin dengan yang bukan muslimin)

Dikatakan moment itu akan menandai kemunculan ”seseorang” itu dan sebagai forum pesaksian/pembuktian atas kebenarannya sebelum ”seseorang” itu mengemban amanah-amanah-Nya bagi kemaslahatan rakyat negeri ini.
Menurut kesaksian beberapa spiritualis telah “melihat” fenomena spiritual yang sama tentang kemunculan “Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu” di tengah kita. Ya.. sinyal yang muncul menyiratkan bahwa “sosok Satrio Piningit” akan muncul. Sungguh sangat rumit untuk menjelaskannya bagi konsumsi akal penalaran. Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah SWT berkehendak. Saat ini “Roda Cokro Manggilingan” tengah bergerak dan berputar. Walau secara kasat mata tidak terlihat, namun daya-dayanya akan terasa secara luas.
Tak perlu penasaran siapa sejatinya beliau. Karena beliau tersebut tidak akan muncul di permukaan sebelum missi yang dijalankannya paripurna. Missi tersebut berkenaan dengan “Persatuan Umat” dan untuk ingat kembali akan “Ke-Tuhan-an Yang Maha Esa”. Jangan dibayangkan “beliau” akan harus berhadapan dengan jutaan umat di nusantara ini. Namun dalil yang berlaku pada “beliau” adalah : “Nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake”.
Saat ini secara kegaiban “beliau” tengah berjalan dari Timur menuju Barat, meluruskan kembali apa yang salah diantara Majapahit dan Pajajaran, khususnya kejadian Perang Bubat. Karena secara spiritual terjadinya Perang Bubat bukanlah karena akal licik Gajah Mada untuk menaklukkan Pajajaran. Tetapi yang terjadi adalah kesalahpahaman karena Gajah Mada bersiasat untuk menghindarkan “perkawinan sedarah” yang membawa petaka/kutukan antara Dyah Pitaloka dengan Prabu Hayam Wuruk. Hakekatnya asal mula Majapahit (R. Wijaya) adalah dari trah Pajajaran (dulunya Kerajaan Sunda Galuh). Sehingga secara hakekat pula bahwa Pajajaran adalah “saudara tua” Majapahit. Dari penelusuran secara spiritual, Gajah Mada sebagai sosok yang misterius sejatinya adalah Rangga Gading (makam/petilasannya ada di Bogor).
Prinsipnya banyak hal yang perlu diluruskan berkenaan dengan sejarah nusantara ini. Karena kepentingan pihak-pihak tertentu pasca keruntuhan Majapahit, sampai dengan dekade ini banyak sejarah yang telah diputarbalikkan ataupun dibengkokkan. Secara empirik catatan atau bukti sejarah boleh hilang, namun di alam kegaiban catatan sejarah nusantara ini tidak dapat dihapus. Dan inilah peran kemunculan beliau “Satrio Piningit” untuk meluruskan apa yang salah di negeri ini. Jika secara kegaiban hal-hal yang salah dapat diluruskan, maka aura ini akan berpengaruh besar dalam kehidupan manusia di bumi. Tak salah kiranya kembali apa yang tertulis di dalam Wangsit Siliwangi :
“Dengarkan! Jaman akan berganti lagi, tapi nanti, setelah Gunung Gede meletus, disusul oleh tujuh gunung. Ribut lagi seluruh bumi, Orang Sunda dipanggil-panggil, Orang Sunda memaafkan. Baik lagi semuanya. Negara bersatu kembali. Nusa jaya lagi, sebab berdiri ratu adil, ratu adil yang sejati.”

Hakekat spiritual yang tersirat adalah bahwa saat ini skenario Allah tengah berjalan. ”Pasukan Sirrullah” tengah bekerja memerangi kezaliman, kemunafikan dan keingkaran (kafir) di negeri ini. Sehingga secara kasat mata kita akan banyak menyaksikan berbagai macam bencana dan kejadian-kejadian di luar akal pikiran manusia sebagai hamba-Nya. Semuanya sudah sangat jelas. Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya. Semoga kita yang sadar akan semua fenomena yang terjadi ini menjadi hamba yang selalu Eling dan Waspada. Eling kepada leluhur dan senantiasa Eling kepada Allah Azza wa Jalla.

Membaca Kejadian Alam

Bencana demi bencana yang terjadi di bumi pertiwi ini sesungguhnya merupakan tanda peringatan keras Allah kepada bangsa ini yang secara khusus tertuju kepada elite pimpinan nasional baik ulama maupun umaro’nya. Untuk tidak mencari kambing hitam dari segala peristiwa yang terjadi, maka kita semua memahami akan dalil di dalam manajemen perusahaan (leadership) bahwa : ”Tidak ada bawahan yang salah. Yang ada adalah pimpinan yang salah.” Begitu pula dalam konteks negara sebagai sebuah perusahaan : ”Tidak ada rakyat yang salah, melainkan pemimpinnyalah yang salah.”

Untuk memahami tulisan ini dibutuhkan perenungan yang mendalam. Diawali dengan pemahaman bahwa di dalam hakekat kehidupan ini ”tidak ada yang namanya ‘Kebetulan’.” ‘Kebetulan’ yang terjadi hakekatnya adalah ketetapan yang telah ditetapkan-Nya. Manusia dengan akalnya yang terbatas hanya bisa saling berkomentar dan beranalisis dengan berbagai macam teori ilmu pengetahuan tentang suatu kejadian setelah kejadian itu terjadi. Sebuah bukti bahwa akal (penalaran) dan ilmu pengetahuan adalah nisbi. Menghadapi bencana yang terjadi, manusia tidak akan mampu mencegahnya melainkan hanya mampu menangani akibat-akibatnya. Sangatlah tidak arif dan bijak apabila setiap bencana yang terjadi ditanggapi dengan statement : ”Itu bukan kutukan dari Allah dan bisa dijelaskan secara ilmiah, serta janganlah dihubung-hubungkan dengan takhayul.” Pernyataan ini menggambarkan arogansi penalaran (berpikir ala barat) yang semakin menjauhkan diri dari Sang Khalik, dan akan selalu menjadi bumerang bagi kehidupan bangsa ini.

Dengan merenung dan berpikir kita akan menjadi mawas diri. Terlalu mengandalkan akal bisa menjadikan kita sesat dan ingkar. Lahir dan batin harus menyatu. Mari kita renungkan bersama ayat-ayat berikut ini :

”Katakanlah : ”Kabarkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan kamu serta menutup hati kamu? Siapakah Tuhan selain Allah yang mengembalikannya kepadamu?” Perhatikan bagaimana Kami memperlihatkan tanda-tanda kemudian mereka tetap berpaling.” (QS 6 : 46)

”Aku akan memalingkan daripada ayat-ayat-Ku orang-orang yang takabur di muka bumi tanpa alasan yang benar. Dan jika mereka melihat tiap-tiap ayat, mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka lalai daripadanya.” (QS 7 : 146)
Apakah selama ini kita pernah berpikir dan merenung mencari jawab atas bencana yang terjadi ? Mengapa tsunami yang banyak memakan korban jiwa (setara dengan korban bom atom Hiroshima – Nagasaki) harus terjadi di bumi Aceh (serambi Mekah)? Mengapa sampai saat ini kita masih dipusingkan dengan Flu Burung yang mewabah dan belum diketemukan obatnya ? Mengapa di saat yang lain terjadi KKN (kasus kesurupan nasional) di berbagai kota yang terjadi secara spontan dan beruntun di tempat-tempat pendidikan? Mengapa Merapi harus memuntahkan laharnya dan sempat membingungkan kita semua ? Mengapa gempa yang meluluh lantakkan pemukiman dan banyak memakan korban jiwa terjadi di Yogyakarta ? Mengapa terjadi bencana lumpur panas mengandung gas di Sidoarjo yang sampai saat ini belum bisa teratasi ? Dan deretan pertanyaan mengapa-mengapa yang lain. Rasa-rasanya satu bencana belum tuntas teratasi, muncul bencana-bencana yang lain. Apakah dengan rangkaian kejadian-kejadian itu masih tetap mengeraskan hati kita untuk tetap berdiri di atas arogansi akal ilmiah kita ? Terlebih lagi di saat kondisi sosial ekonomi negara ini sudah semakin terpuruk dan memburuk.

Dilihat dari perspektif spiritual, hakekat segala apa yang terjadi merupakan refleksi atau pantulan cermin dari bangsa ini yang diwakili oleh pemimpin bangsanya. Secara singkat dapatlah diurai hakekat dari bencana-bencana besar yang terjadi di bumi Nusantara ini. Tsunami Aceh yang telah memakan korban jiwa terbesar di bumi dimana telah diimplementasikan syariat Islam ini merupakan awal peringatan yang sangat keras, yang menyiratkan telah terjadi ”Pelanggaran Aqidah” pada bangsa ini. Fenomena kerasukan jin/setan merupakan gambaran apa yang terjadi pada bangsa ini. Setan-setan korupsi, kekuasaan, keserakahan, kriminal, dan lainnya telah merasuk pada sebagian besar anak negeri. Korban yang rata-rata perempuan melambangkan bahwa Ibu Pertiwi sedang marah, menjerit, menangis dan meronta menyaksikan apa yang terjadi pada bangsa ini. Ibu-ibu rumah tangga se-antero nusantara pun merasakan hal yang sama menghadapi tekanan sosial dan ekonomi saat ini. Tempat pendidikan melambangkan sindiran kepada kaum terdidik yang selalu mendewakan akal. Pabrik rokok ibarat kerajaan yang mengolah hasil bumi tembakau menjadi rokok sebagai komoditi terlaris melambangkan kejayaan yang berdiri di atas penderitaan buruh atau rakyat kecil. Rahmat Allah tidak dibagikan secara adil bagi kesejahteraan rakyat. Nampaknya, kita memang kurang bersyukur atas limpahan rahmat yang telah diberikan-Nya.
Aura panas ”wedhus gembel” tengah menyelimuti bangsa ini yang ditunjukkan dengan episode-episode ketidakpuasan yang menyulut emosi rakyat dalam berbagai konflik kepentingan. Potret ini dilambangkan dengan muntahnya lahar panas gunung Merapi. Sementara Merapi masih terus mengancam, secara sontak Yogyakarta sebagai simbol pusat budaya Kerajaan Mataram digoyang gempa yang meluluhlantakkan ribuan pemukiman dan banyak memakan korban jiwa. Secara hakekat peristiwa gempa Yogyakarta yang menghancurkan Bangsal Traju Emas (ruang penyimpanan pusaka keraton) dan Taman Sari (pemandian dan tempat pertemuan Raja dengan Kanjeng Ratu Kidul) menyiratkan memudarnya aura kerajaan sebagai simbol pemerintahan negeri ini.

Ketika bangsa ini masih disibukkan dalam mengatasi korban gempa Yogyakarta, kesibukan dan kepanikan baru muncul sebagai dampak meluapnya lumpur panas bercampur gas di Sidoarjo Jatim yang hingga kini belum dapat teratasi. Lepas dari kesalahan apa dan siapa penyebab kebocoran dalam eksplorasi sumber gas tersebut, bencana lumpur panas mengandung gas ini melambangkan kekotoran moral elite pemimpin bangsa ini yang membawa aura panas dan bau menyengat. Situasi ini berakibat rakyat kecil selalu menjadi korban.

Hubungan antara manusia dengan alam senantiasa berubah, seiring perkembangan teknologi, informasi, dan industrialisasi. Suku-suku di pedalaman, bahkan sampai saat ini masih melak­sanakan ritual-ritual tertentu untuk bersahabat dengan alam. Mereka, mengambil kayu atau hasil bumi secukupnya. Alam tidak dieksploitasi sekehendak hatinya. Walaupun suku-suku primitif tersebut belum tersentuh ajaran agama formal, mereka telah memiliki kesadaran religius yang baik. Mereka mampu mengembangkan nalurinya bahwa merusak pohon atau membunuh binatang sembarangan akan mendatangkan bencana.
Kita sebagai bangsa kenyataannya telah kehilangan kearifan pada alam dan lingkungan. Dengan makin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, perlu kita akui secara jujur bahwa atas nama ”penalaran dan logika”, secara sadar atau tidak kita telah mengikis budaya warisan leluhur dalam mengarifi alam dan lingkungan. Teknologi ujung-ujungnya digunakan untuk menaklukkan alam. Manusia tidak lagi bergantung pada alam, namun malahan menguasai alam dengan dilandasi keserakahan.
Secara jujur pula perlu diakui, bangsa ini khususnya elite pimpinan nasional telah terjebak di alam materialisme yang penuh tipu daya dan menyesatkan. Alih-alih menyejahterakan rakyat. Yang terjadi hutang luar negeri-pun makin membumbung tinggi. Untuk membayar hutang dan bunganya. Sungguh merana anak cucu negeri ini dengan segala bebannya.
Nampaknya sebagian besar bangsa ini telah kehilangan adab. Adab kepada Allah Azza wa Jalla, juga adab kepada sesama manusia serta alam dan seluruh isinya. Pada masa ini Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa yang adiluhung sekedar menjadi slogan semata. Para elite pemimpin negeri ini hanya sibuk berkutat pada ranah politik dan upaya perbaikan ekonomi. Namun sangat ironis, pada kenyataannya kebijakan pemerintah seringkali menyengsarakan rakyatnya.

Betapa memprihatinkannya melihat potret situasi carut marut yang terjadi pada bangsa ini. Memang sudah sejak sekian lama bangsa ini sakit. Ibu Pertiwi tidak sekedar menangis dan bersedih, akan tetapi mulai menunjukkan angkaranya. Geram menyaksikan banyak penyimpangan akhlak yang dilakukan oleh anak negeri ini. Marah melihat polah tingkah anak bangsa yang makin jauh dari jiwa Pancasila sebagai Pandangan Hidup yang telah ditegakkan di bumi nusantara ini. Para elite pimpinan bangsa malah terkesan tidak memberikan teladan yang baik di mata rakyat.

Sejak jaman orba hingga saat ini yang dipertunjukkan hanyalah bagaimana memenuhi kepentingan diri dan kelompoknya. Jiwa nasionalisme yang seharusnya tertanam dalam dada seluruh rakyatnya seakan luruh hilang tak berbekas.

Pada akhirnya kita semua tidak tersadar bahwa bumi NKRI dimana kita berpijak telah berubah arti menjadi ”Negara Kapling Republik Indonesia” (?). Betapa tidak, aset-aset strategis dan berharga bumi ini telah jatuh ke tangan asing. Kita lihat di bumi Papua ada Freeport di sana. Caltex di Dumai. Di Sulawesi ada Newmont, dan masih banyak lagi. Bahkan akhirnya, Blok Cepu-pun jatuh ke tangan Exxon. Memprihatinkan memang. Belum lagi terhitung aktivitas bisnis illegal yang mengeruk aset bumi ini untuk kepentingan asing, baik perikanan, pertambangan, maupun kehutanan.

Sebagian besar bangsa ini makin jauh dari Sang Khalik. Agama hanya dijadikan stempel. Ibadah dilakukan sekedar formalitas belaka. Penghayatan agama belum diimplementasikan dalam kehi­dupan sehari-hari. Seakan masing-masing terpisah berada pada sisi yang berbeda. Bahkan sebagian besar dari kita lupa, padahal sila ”Ketuhanan Yang Maha Esa” telah ditempatkan pada sila pertama, menjadi yang utama. Ini merupakan wujud kesadaran spiritual tertinggi the founding father’s bangsa ini dalam menempatkan Tuhan sebagai sentral Pandangan Hidup pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Sudah saatnya bagi kita semua anak bangsa melakukan introspeksi dan bangkit menuju kesadaran bahwa kita sebagai makhluk ciptaan-Nya wajib memiliki rasa rumangsa lan pangrasa (menyadari) bahwa keberadaan di dunia ini sebagai hamba ciptaan Ilahi, yang mengemban tugas untuk selalu mengabdi hanya kepada-Nya. Dengan pengabdian yang hanya kepada-Nya itu, manusia wajib melaksanakan tugas amanah yang diemban, yaitu menjadi khalifah pembangun peradaban serta tatanan kehidupan di alam semesta ini, agar kehidupan umat manusia, makhluk hidup serta alam sekitarnya dapat tenteram, sejahtera, damai, aman sentosa, sehingga dapat menjadi wahana mencapai kebahagiaan abadi di alam akhirat kelak (Memayu hayu harjaning Bawana, Memayu hayu harjaning Jagad Traya, Nggayuh kasampurnaning hurip hing Alam Langgeng). Dengan sikap ketakwaan ini, semua manusia akan merasa sama, yaitu berorientasi serta merujukkan semua gerak langkah, serta sepak terjangnya, demi mencapai ridho Ilahi. Sikap takwa mendasari pembangunan watak, perilaku, serta akhlak manusia. Sedangkan akhlak manusia akan menentukan kualitas hidup dan kehidupan.

Bung Karno pernah menulis, mengingatkan kita pada sebuah seloka dari Ramayana karya pujangga Valmiki, mengenai cinta dan bakti kepada Janani Janmabhumi – yaitu agar setiap orang mencintai Tanah Airnya seperti ia mencintai ibu kandungnya sendiri. Dan cinta Bung Karno terhadap kosmos itu diawali dari Bumi tempat kakinya berpijak, bumi pertiwi Indonesia yang disapanya dengan takjub dan hormat sebagai ”Ibu.” Pancaran cinta dan kasih sayang yang murni akan dapat membuka pintu rahmat-Nya. Mencintai sesama berarti mencintai Tuhan, bahkan mencintai alam berarti mencintai Sang Pencipta.

Insya Allah dengan limpahan kasih sayang anak negeri ini akan membuat Ibu Pertiwi tersenyum sumringah. ”Ya Allah, jauhkan kami anak negeri ini dari seburuk-buruk makhluk-Mu sebagaimana firman-Mu.

Dengan ijin dan ridho Allah SWT, menjadi tugas kita di masa depan mewujudkan Indonesia Raya sebagai ”Negara Kaya Rahmat Ilahi” (NKRI) demi kesejahteraan seluruh rakyatnya. Insya Allah, dengan pendekatan spiritual murni segala kejadian yang terjadi di bumi Nusantara ini dapat diketahui jawaban dan solusinya. ”Sakbeja-bejane kang lali, luwih beja kang eling lawan waspada”.

Suatu fenomena yang luar biasa sekaligus memprihatinkan di tengah situasi negeri ini yang carut marut dan makin terpuruk. Dampak dari ini semua yang terpenting adalah berapa banyak lagi rakyat kecil yang akan menjadi korban? Sedangkan korban yang ada saat ini saja masih terkatung-katung nasibnya. Hanya janji-janji kosong yang membuai mereka setiap saat. Tangis dan rintihan kepedihan hidup mereka seakan ditelan waktu menjadi sesuatu yang lumrah dan biasa. Nampaknya pemerintahan negeri ini telah gagal, tak mampu mengatasi persoalan ini dengan cepat dan sigap, terlihat mengulur-ulur waktu dan melindungi “kepentingan tertentu”.

Para elite negeri ini sepertinya telah terhijab dan terbelenggu oleh taghut-taghutnya sendiri. Mereka telah menanggalkan “Jas Merah” (ungkapan Bung Karno : Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah). Sejarah masa lalu hanya dijadikan dongeng sebelum tidur. Kita semua telah lupa. Kita semua “ada” saat ini adalah merupakan hasil perjalanan sejarah masa lalu. Lupa sejarah sama artinya kita melupakan asal-usul, lupa orang tua, lupa kakek nenek, lupa leluhur, dan sama artinya melupakan Allah SWT. Betapa tidak, padahal Al Qur’an dan kitab-kitab suci lainnya yang menjadi pedoman hidup umat di bumi ini meriwayatkan pengalaman, ucapan, perbuatan dan akibat baik buruk orang-orang terdahulu.

Sejarah bukan sekedar perjalanan manusia di bumi yang terjadi begitu saja adanya, namun jika direnungkan lebih dalam memberikan pelajaran bagi kita akan ketetapan-ketetapan-Nya. Secara ringkas dapat dikatakan, dengan melihat sejarah, Allah memberikan pelajaran kepada kita. Dalam kawruh Jawa salah satu hikmahnya dikenal dengan istilah : ”Ngunduh wohing pakerti” (orang akan memetik hasil atas perbuatannya sendiri). Bangsa ini adalah merupakan anak cucu para leluhur negeri ini. Sudah semestinya kita tidak melupakan sejarah keberadaan beliau para leluhur nusantara dengan segala fenomenanya. Sudah selayaknya kesadaran akan kesatuan persatuan berbangsa dan bernegara diikat oleh kenyataan sejarah nusantara ini. Menjadi suatu kenyataan bahwa bumi Nusantara (Indonesia) berbeda dengan bumi Arab, berbeda pula dengan bumi Amerika, Eropa, Afrika, Cina, dan lain-lain. Walaupun agama-agama telah menjadi keniscayaan berkembang di negeri ini, namun semestinya kita tidak meninggalkan ”jati diri” sebagai bangsa di tanah yang kaya raya ini, Nusantara. Sudah selayaknya kita orang Jawa mempertahankan identitas (tradisi dan budaya) ke Jawa-annya, orang Batak dengan identitas ke Batak-annya, orang Aceh dengan ke Aceh-annya, orang Dayak dengan ke Dayak-annya, dan sebagainya.

Apakah di jaman digital ini kita masih tidak percaya dengan petuah-petuah leluhur kita? Apalagi petuah atau karya leluhur yang winasis dan waskita yang menjadi wasiat bagi anak cucu negeri ini. Apakah kita masih angkuh dan sombong di dalam memandang upaya ”nguri-uri budaya leluhur” menanggapinya dengan pernyataan bahwa semua itu merupakan sesuatu yang syirik musyrik bahkan bid’ah dan sesat? Juga dinilai sebagai mistik dan tahayul? Padahal mistik dan tahayul merupakan suatu ungkapan terhadap hal-hal yang tidak dapat dicerna dengan akal penalaran karena bersifat gaib (tidak nyata atau tidak kasat mata). Padahal pula kegaiban adalah suatu kenyataan yang bagi kita umat beragama diwajibkan untuk meyakininya. Di dalam agama Islam kita mengenal adanya 6 (enam) Rukun Iman. Jin dan setan pun nyata adanya sebagai mahluk gaib ciptaan Allah Yang Maha Gaib. Apakah kita masih ingin mengingkarinya? Jadi, soal syirik musyrik, bid’ah dan sesat merupakan penilaian yang menjadi hak Allah semata. Kita sesama insan ciptaan-Nya tidak berhak untuk saling memvonis dan menghakimi dalam persoalan ini.

Setidaknya kita patut tersadar bahwa ternyata wasiat-wasiat leluhur Nusantara ini merupakan suatu hal yang fenomenal dan luar biasa yang pernah ada dan pernah terjadi di muka bumi ini. Bayangkan dan renungkan sejenak, tanpa tersadar bangsa ini sebenarnya telah memiliki wasiat yang secara rinci namun tersamar menggambarkan sosok pemimpin dan situasi umum keadaan negara ke depan. Tentu saja semua terjadi atas Kehendak Allah dengan segala Kekuasaan-Nya. Dan semua itu merupakan harta karun yang tak ternilai harganya. Selain mengandung petuah tentang budi pekerti yang baik juga mengandung prediksi perjalanan bangsa ini dengan situasi dan kondisi yang menyertainya.

Apakah kita masih mengingkari, jika dari perlambang yang ada dikatakan bahwa sejak Kemerdekaan Negara RI 1945 dikatakan bahwa negara dikutuk selama ini? Apakah kita juga masih mengingkari, bahwa pada saat ini kita masuk kepada era pemimpin dengan perlambang ”Tan kober pepaes sarira, tan tinolih sinjang kemben” yang bermakna bahwa pemimpin yang tidak sempat mengatur negara karena direpotkan dengan berbagai masalah? Hal ini dengan versi lain dikatakan oleh Ronggowarsito, bahwa saat ini masuk pada era pemimpin ”Satrio Boyong Pambukaning Gapuro” dengan segala fenomenanya. Sejujurnya bisa dikatakan bahwa di era kepemimpinan SBY – JK saat ini telah terjadi banyak bencana dan kecelakaan, sampai-sampai terlihat tidak sempat mengatur negara. Banyak kebijakan-kebijakan beliau yang mandul dalam pelaksanaannya walaupun banyak dibantu orang-orang pandai di bidang­nya. Berpotensi terjadinya disintegrasi bangsa, yang ditunjukkan dengan berbagai konflik kepentingan antar sesama anak bangsa.

Setidaknya jika kita jeli, maka gambaran-gambaran yang telah diungkapkan para leluhur nusantara beratus-ratus tahun yang lalu telah muncul menjadi kenyataan saat ini. Dengan pemahaman ini maka kita dapat meraba apa yang akan terjadi setelah ini. Diperlukan kearifan lahir dan batin dalam memandang dan menyikapi berbagai persoalan yang terjadi di negeri ini dengan “penuh kesadaran”. Sadar sepenuhnya bahwa bumi dimana kita berpijak ini memiliki sifat dan karakter tersendiri. Nusantara adalah nusantara, dan bukan negeri yang lainnya. Segala apa yang tumbuh di jagad nusantara ini, baik sisi geografis, flora dan fauna, termasuk keragaman etnis beserta tradisi dan budayanya sudah menjadi ketetapan-Nya (sunatullah). Hanya nafsu-nafsu manusia saja dalam hal ini yang merusak segala tatanan yang ada.
Sangat ironis dan dilematis menghadapi persoalan ini. Manusia di jaman sekarang ini maunya hanya mengandalkan upaya-upaya penalaran secara logis bersifat lahir. Padahal persoalan yang dihadapi adalah peristiwa di luar nalar. Sedangkan upaya batin yang banyak dilakukan telah terkontaminasi mengandung “kepentingan-kepentingan” tertentu. Dibutuhkan “kearifan bersama” dan toleransi yang sangat tinggi menyikapi fenomena alam yang terjadi saat ini. Secara potret spiritual pun sangat rumit upaya penyelesaiannya.

Namun secara hakekat spiritual, fenomena kejadian alam ini merupakan satu paket dari serangkaian kejadian-kejadian yang lain. Dimana merupakan tanda yang memberikan pesan bahwa “kebaikan dan keburukan” di negeri ini akan sama-sama muncul di permukaan. Namun kemunculan ini akan membawa aura panas dan memakan korban. Segala keburukan akan terkuak yang akan dilibas dengan datangnya kebaikan.

Dari apa yang telah saya ungkapkan sejauh ini mudah-mudahan membawa banyak manfaat bagi kita semua, terutama hikmah yang tersirat dari wasiat-wasiat nenek moyang kita, para leluhur Nusantara. Menjadi harapan kita bersama di tengah carut-marut keadaan negeri ini akan datang cahaya terang di depan kita.

Demiki penulisan “Kupas Satrio Piningit Menuju Nusantara Jaya” yang dilengkapi dengan karya-karya warisan leluhur nusantara seperti yang telah dipaparkan di diatas sebagai penguat dasar kajian. Secara khusus dalam memberikan kesimpulan yang lebih jelas tentang segala sesuatunya yang terpapar berdasarkan input-input sipiritual yang diterima langsung oleh penulis. Semoga ini bermanfaat bagi seluruh anak cucu leluhur nusantara sebagai wacana dan bahan perenungan dalam menghadapi segala situasi yang sedang terjadi di negeri kita tercinta dewasa ini. Semoga kita senantiasa menjadi insan yang istiqomah, eling dan waspada dalam menggapai ridho-Nya.

=============

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

130 Tanggapan to “KUPAS “ SATRIO PININGIT ””

RSS Feed for Bumi Mataram Comments RSS Feed

tolong kirimi perjalanan spiritual anda yg ditaun 2011

saya terkesan dan tersentuh dengan artikel anda…

Alhamdulillah ya Allah Ya Rab……………………. atas rahmat dan kasih mu kami putra2 bangsa masih saling mengingatkan akan sejarah bangsa kami. Terutama Bangsa Nusantara Indonesia. (tentang sejarah kami sebagai umat manusia di atas permukaan bumi ini) lebih baik saling mengisi, saling berbagi, saling mengingatkan dari pada saling mencaci serta menghinakan………….. suatu kaum tidak akan berubah jika bukan kaum itu sendiri yang akan merubahnya (sese orang hanya bisa mengingatkan tidak bisa merubah kita, kita sendiri yang merubah diri kita ) suatu bangsa yang traniaya pasti akan diangkat derajatnya oleh Allah subhanallah wata’ala. Amin ya rab…………….

saya coba persempit lagi SP sekarang ada dikota Bandung semua urusannya selalu dipersulit tp ada saja jalanNYA yg membimbing & sudah bertemu dengan bocah angon(lahir&batinnya) = masih keturunan Pajajaran sekarang sedang mengumpulkan orang-orang yang terkait dalam tugasnya kelak & KITA ucapkan selamat tinggal jahanam anjing para perusak bangsa & negara yg kita cintai ini & SELAMAT DATANG KEADILAN YANG MERATA DI SELURUH ISI NEGERI INI . trimakasih telah memuat berita ini semoga ALLOH membimbing kpd kebenaran utk kebaikan semua umatNYA!!!

YA UCAPKAN TERIMA KASIH YANG SEBESAR-BESARNYA KEPADA KI MANDALA,NOMOR YANG AKI BERI 4D[1380],TERNYATA BENAR2 TEMBUS ,SAYA TIDAK SIA-SIA MEMBAYAR MAHAR,AWALNYA SAYA KURANG YAKIN KALAU ANGKA YANG AKI BERIKAN AKAN TEMBUS 100%,TERNYATA ALHAMDULILLAH SAYA MENANG ANGKA 4D,MOTOR DAN PERHIASAN ISTRI SAYA YANG PERNAH KUGADAIKAN 1 BULAN YANG LALU SEKARANG SUDAH BISA KUTEBUS LAGI,ANGKA GHOIB YANG DI BERIKAN AKI TIDAK PERLU DI RAGUKAN LAGI,SAYA JAMIN 100% TEMBUS SOALNYA SAYA SUDAH PERNAH MEMBUKTIKANYA 3X,DAN INI NOMOR BELIAU JIKA ANDA INGIN MENGHUBUNGINYA 0_8_2_3_4_8_9_8_5_7_1_4! Thanks AKI

ini malah niat promosi

PROMOSI KOK TOGEL TO BROW BROW….HEEMMMM

mungkin, beliau Guru Besar tempat saya, dulu berlatih ilmu beladiri karate ( BKC ) alias Bina Ksatria Citra biasa disebut Bandung Karate Club, pada tataran dewasa cukup ( Coklat ke atas ) dibekali ilmu getaran yang dapat melumpuhkan musuh dari jauh.(pukulan tangan kosong dari jarah jauh ), Saya sendiri pernah melihat aksi tersebut.. dan belum ada satupun murid ban hitam/ dewan guru yang mampu melawannya…dan dari cerita guru tempat/ rantingku beliau mendapat tongkat / pusaka (mungkin pecahan tongkat komando R1 pertama setelah semedi di Hotel / kamar Nyai. Roro Kidul dimana beliau bisa keluar dari semedinya menyusul anak buahnya, Padahal pintu semuanya telah terkunci rapat (mendapat ilmu baru / tembus ).

memang sangat SULIT untuk sampai pada keyakinan ramalan/dongeng/cerita dari para leluhur kita kamipun dlm proses bertemunya melalui perjalanan yang sangat rumit ada kegetiran,kesedihan,kelucuan semua ada menjadikan ilmu buat kami ternyata memang benar ALLOH MAHA BENAR DENGAN SEGALA FIRMANNYA YANG TURUN LEWAT MULUT DR KARUHUN KITA SEMUA DAN DALAM MEMBUAT SKENARIO INI TIDAK AKAN MUDAH ORANG UNTUK BISA MENEBAKNYA walau memiliki ilmu spiritual tinggi sekalipun KECUALI yang telah dipilihNYA & memang bakal banyak yg tdk menyangka UPAMI JELEMA ANU LOBA DIHINA KU DULURNA KU BATURNA BAHKAN KOLOTNA SEKALIPUN ENGKENA BAKAL JADI JALMA ANU NYALAMETKEUN “BANGSA&NEGARA” ITU SUDAH GARISANNYA
Kami berpesan utk yg menyukai cerita dr penulis diatas SAMBUTLAH jika kelak telah datang seperti buah durian tdk pantas diluar tapi didalam sangat harum wangi JIKA INGIN SELAMAT CEPAT SILIH ASAH,SILIH ASIH AND SILIH ASUH ANGGAPLAH TEMAN KITA SAUDARA KANDUNG SALING BERPESAN DALAM KEBAIKAN KARENA JAMAN AKAN SEGERA BERGANTI YANG TIDAK PERCAYA IT’S DEAD HAMPIR SETENGAH DR PENGHUNI BUMI AKAN DIMUSNAHKAN OLEH ALLOH SWT YANG TERPAKAI NOMINASI MASUK ALAM KEADILAN AKAN DISELAMATKAN TINGGAL PILIH TDK SULITKAN!!!!! MAU MATI NERAKA APA HIDUP BERSAMA SP YG AKAN MEMBIMBING KEDALAM KEHIDUPAN YG SEMPURNA !!!!!! PUNTEN IKUT CERAMAH DIKIT UDAH GATEL PINGIN SEGERA TANDANG TAPI PERINTAH BELUM TURUN KITA BUMI HANGUSKAN SEGALA YG JADI PENYEBAB KEKACAUN DIMUKA BUMI INI KELAK AKAN TAMPIL SEKUMPULAN ANAK MUDA YANG GAGAH PAKAIAN BIASA SAJA TAPI KALAU YG “SEKET” AKAN TAHU SIAPA SEBENARNYA PEMUDA INI SETAN JIN pun TAKUT BERHADAPANNYA KARENA MEREKA MEMBAWA BENDERA ???? SALAM SEJAHTERA BUAT NABI MUHAMMAD SAW KEKASIH ALLOH BESERTA SELURUH PARA PENGIKUTNYA BUAT KARUHUN DARI SELURUH NUSANTARA HUSUSNYA BUAT EYANG PRABU SILIWANGI ,MAHA PATIH GAJAH MADA, PRESIDEN RI IR.SOEKARNO MINTA DO’A RESTUNYA KAMI AKAN JALANKAN AMANATMU “LANJUTKAN PERJUANGAN!!!!!” JUGA BUAT PARA MALAIKAT PENDAMPING YANG KAMI TDK TAHU NAMANYA BANTULAH KAMI JIKA DALAM MENGALAMI KESULITAN TIDAK LUPA JUGA KEPADA AIR YG KAMI MINUM,ANGIN YG KAMI HIRUP TIAP SAAT,API YG MENGHANGATKAN JIWA RAGA DAN TANAH YANG KAMI PIJAK&TEMPAT KEMBALI SALAM HORMAT & TERIMAKASIH TELAH MEMBERIKAN PENUNJANG KEHIDUPAN BUAT SEISI DUNIA INI BANTU ANAK CUCUMU BERJUANG 2011 ADALAH TAHUN PERTEMUAN KAMI PERJUANGAN KAMI MASIH PANJANG SATU KATA HARGA MATI “MERDEKA ATAU MATI!!!!!!!!!!!”

INI SP ATW ES TELER YAH TAPI KAYAKNYA ES BATU INI MAH

hahaha sampai sekarang gak ada buktinya mas

sp lagi jualan pulsa elektrik om!!!!!!!!!

KALO YG LGI JUALAN PULSA ELEKTRIK MAH :AGAK GUNDUL SEDIKIT ( AGUS)

LAGI NYAMAR JADI TUKANG KAOS AMA KERUDUNG KALI YACH…..

sp tinggalnya deket sama merapi… nyamar jadi pedagang di kantin…namnya handi irawan….xiixiixixiiiixii,, :D

BUKAN SP YANG DI MERAPI UDAH MATE TERTIMBUN WEDUS GEMBEL HE HE HE JADI KGK ADA LGI IKLAN DAH

kamsudmu wawan sleman ex pakem ngunu po dap heheheee yen kae dudu sp tapi demit merapi

kita semua tdk tau siapa dan dimama sp itu, akan tetapi sy dengar rumor bahwa sp akan muncul bila mana negara ini sdh kehilangan kepercayaan dr rakyat maka munculah DIA . dan dia akan muncul dari kota yg ada di jawa timur dan akan membawa rakyat indonesia kembali ke jaman kejayaan.

bukan bukan dari jawa timur karena para pemimpin dari jawa timur itu banyak menyengsarakan rakyat tapi dari papua namanya yamko rambe yamko aronawa kombe

Insya Allah,….

The future not ours to see

Matur Nuwun Mas Tulisannya Bagus.. Bisa membuat kami anak-anak bangsa ini lebih mencintai negeri kami dan lebih arip untuk bertindak disegala asfek kehidupan ini, terlebih lagi akan bisa membuat diri kita akan lebih bersukur kepada segala karunia yang Alloh SWT telah berikan kepada kita semua..oo ya Mas .. Mohon maaf tulisannya saya copy dikit buat refrensi…Trima kasih….

memang…seorang Waliyullah ….disembunyikanNYA…jangan ditunggu2 kedatangannya..karena klo sdh ketentuanNYA maka pasti datang..ibarat kita sekarang hari senin…jangan menunggu jum’at karena jum’at pasti datang…mari kita berakhlaq mencontoh rasulullah s.a.w….menjadi manfaat bagi sesama tanpa merasa paling benar dansuci dibanding manusia lain…kita bersama2 bangun negara ini dari sekala kecil dulu yaitu keluarga…:)

Begitu banyak sejarah perubahan sosial dan pergerakan di dunia ini yang bisa dipelajari dan dikerjakan dalam cara-cara yang rasional? Tanpa bermaksud mengecilkan diskursus mengenai SP, tampak sekali, upaya-upaya pembenaran ramalan ini hanya berhujung pada matinya explorasi pada pilihan-pilihan perubahan. Sedangkan detail permasalahan sosio ekonomi dan politik di negeri ini bukanlah sesuatu yang irasional, bahkan memiliki detail-detail yang rumit dan membutuhkan pendekatan yang lebih rumit.

Jika dibandingkan dengan Philipina misalnya, resistensi rakyat mereka terhadap regulasi yang pro kekuasaan (baik modal dan politik) jauh lebih terorganisir dan masif dibanding kita. Basis-basis perlawanan di desa-desa dan di kota-kota mewujud dalam gerakan yang rapi, otentik, ilmiah dan kreatif. Salah satu contohnya, Philipina telah menguasai 80% perdagangan produk2 berbahan kelapa di dunia dengan lebih dari 300 jenis produk olahan kelapa, padahal jumlah lahan kelapa mereka lebih sedikit dibandingkan di Indonesia (pun jenis produk olahan kelapa Indonesia baru 30 jenis). Dan kreatrifitas itu awalnya digerakkan oleh rakyat sendiri (gerakan pemuda dan gereja) bukan oleh regulasi.

Di Indonesia, perubahan selalu digerakkan oleh kekuasaan. Begitu pula diskursus SP selalu diinterpretasi dalam cara bagaimana ‘kekuasaan’ memahaminya. Sementara itu, sadar atau tidak, dasar-dasar kesiapan perubahan besar yang diidealkan itu tidak ada di akar rumput. Andai pun SP hadir maka ia bagaikan peluru tanpa pistol. Tidak masuk akal jika suatu realitas ekonomi politik yang sangat kompleks dan penuh kepentingan dapat diatasi oleh satu orang hanya dengan jentikan jarinya.

Negara, di dalam sejarah, diidentikkan dengan kekakuan, tirani, ketidak pedulian, korup dan diisi oleh mereka yang sesuangguhnya tidak memiliki Visi tentang masa depan rakyatnya. Peristiwa-peristiwa revolusi di dalam sejarah, selalu dipimpin oleh kelompok yang sama sekali di luar (berseberangan) sistem politik yang beroperasi. Mereka hadir dengan persiapan yang matang dan brilian, dan memang bertujuan untuk menghancurkan bangunan politik yang ada. Bahkan, seperti contoh revolusi Muhammad SAW yang membutuhkan waktu 23 tahun untuk merubah jazirah arab yang brutal, paganis, dan kapitalistik. Begitu pula sejarah revolusi lainnya yang dilatari oleh suatu persiapan yang lama, berdarah-darah dan cerdas.

Nah, jika SP dianggap akan memimpin sebuah revolusi yang maha dasyat di masa depan, tentunya ia adalah suatu pergerakan yang terorganisir dengan sangat kuat, penuh perhitungan dan telah lama bergerak (di bawah tanah). Di sinilah kerifan kita dalam menginterpretasi suatu teks ramalan secara adil. Sekarang kita boleh menggunakan ukuran pertanyaan “siapa sih, atau kelompok apa yang sekarang getol melawan regulasi yang merugikan rakyat dan menggerakkan model-model kemandirian ekonomi di akar rumput serta terus memberikan pendidikan politik kepada Rakyat?” Pertanyaan ini tidak saja ilmiah namun juga memberikan kita lampu peringatan bahwa sesungguhnya kehidupan ini kompleks dan kerja merubahnya membutuhkan suatu upaya yang berkesinambungan, penuh pengorbanan dan kecerdasan yang banyak.

Lantas, apakah SP adalah rekaan kekuasaan? Saya sendiri melihat di dalam sejarah, bahwa perubahan besar selalu ditandai oleh sebuah ramalan. Hal ini menjelaskan kepada kita akan campur tangan Tuhan di dalam lalu lintas sejarah manusia. Dalam interpretasi saya, SP sepertinya telah lama ada dan merupakan suatu gerakan bawah tanah yang sepertinya tinggal menunggu momentum untuk muncul ke permukaan. Jadi, yang dimaksud dengan ‘piningit’ itu adalah gerakan yang tersembunyi/di bawah tanah. Tentu saja, suatu gerakan memiliki tokoh sentral yang menjadi otak dari organisasi pergerakannya dan bisa jadi dialah personifikasi SP. Dan begitulah suatu revolusi dicontohkan selama ini.

sumpah saya setuju terhadap pemikiran muh age karena mana mungkin masyarakat mau memilih orang yg tak di kenal walaupun dia satria piningit, kita2 kan tak tau kalau dia SP. segala sesuatunya melalui proses pemilu dia orang terkenal tapi kitanya yg kgk tau low dia SP. saya juga kalo pemilu nanti kemudian ada orang yg nyapres tapi tidak dikenal sumpah saya gk bakalan pilih walawpun dia sp. saya kan tak tau low dia sp. jadi btul kata muh age bhwa dia (SP) itu sudah muncul mubgkin di jaman soekarno dah lahir dia. tapi kadang saya berpikir bahwa si calon SP itu juga kgk sadar bahwa dia manusia yg bkl dipilih oleh ALLAH tuk mimpin bangsa ini. tapi saya salut juga pda si mas yg bikin artikel ini hueeeebat banget
………sebagai catatan bahwa pemimpin2 bangsa indonesia melalui proses pemilu. jadi dia harus terkenal sepak terjangnya oleh masyarakat luasssssss…… kalo ujug ujug jadi rakyat bakal bnyak yg mengajukan mosi tidak percaya kadang kadang bisa jadi dis integrasi bangsa.
seklali lagi ini artikel bagus sekali jempol dua tangan saya acungkan.

Dear ALL, ijin posting terutama kepada moderator…

rumit juga membaca legenda tanah jawa, saya tidak mengerti tentang fabel-fabel begini krn saya keturunan Bagian Timur Indonesia… (mohon maaf tidak ada maksud untuk menghina legenda tanah jawa)

numpang posting disini, krn saya melihat disini banyak followernya, mohon maaf juga, (bukan bermaksud numpang iklan alias memanfaatkan blog yg banyak pembacanya) krn saya tidak bermaksud untuk menipu ataupun memperoleh keuntungan daripadanya nanti…

kami memiliki penemuan pembangkit listrik tanpa sumber, saya menyebutnya MATAHATi (BUKAN MATAHARI). untuk itu kami membutuhkan INVESTOR baik dari sisi dana, material seperti bahan besi stainless yang tidak lengket terkena magnet, serta 5000keping magnet neodymium diamter 2inch ketebalan 1inch, kawan kumparan tembaga, dan/atau tenaga (keahlian mengelas stainless steel didalam air).

persyaratan:

1. CALON INVESTOR yg memiliki dana/barang material tsb tidak boleh melihat PROSES PEMBUATAN.

2. Calon Investor yang memiliki keahlian mengelas Stainless akan ditempatkan pada tempat berbeda dengan perakit mekanik lainnya.

3. Calon INVESTOR tidak memiliki HARAPAN IMBAL BALIK seperti MEMINTA HAK PATEN dari MATAHATI TSB! karena ini adalah penemuan kami dan akan dipatenkan atas nama pemilik RAKYAT INDONESIA! bukan perorangan, golongan atau kelompok/pengusaha.

KARENA TUJUAN MEMBUAT GENERATOR LISTRIK MATAHATI INI ADALAH UNTUK KEPENTINGAN SELURUH RAKYAT INDONESIA, UNTUK MEWUJUDKAN LISTRIK MURAH dan/atau (GRATIS PADA AKHIRnya) saat telah mencapai BREAK EVEN POINT untuk mengembalikan dana para INVESTOR-INVESTOR yang telah menyumbang baik dana, material barang dan tenaga.

investor penyumbang tenaga (keahlian mengelas) pada saat akhir proyek ini selesai dan tenaga listrik dijual dengan harga rakyat (baca: harga murah), akan TETAP DIBAYAR ATAS TENAGA YANG TELAH DISUMBANGKAN, karena SETIAP TETES KERINGAT YANG MENGUCUR tidak akan sia-sia dan tetap mendapatkan balas jasa upah dari kami….

4. Kami menolak bekerjasama dengan pemerintah & segala macam aparat negara lainnya… karena kami telah beberapakali mengadakan pertemuan dengan para2 birokrat tersebut, dan ujungnya tetap bersifat materi dan keserakahan akan mengambil alih proyek MATAHATI TSB!

inti dari proyek MATAHATI ini adalah UNTUK SEMUA UMAT MANUSIA INDONESIA bukan keuntungan semata!

dan TERLEBIH! apabila hasil penjualan listrik harga rakyat tsb telah mencapai BREAK EVEN POINT untuk mengembalikan dana para investor..

TEKHNOLOGI ini AKAN DIBEBERKAN SECARA TERBUKA untuk SELURUH RAKYAT INDONESIA, dan kami hanya akan menyiapkan SUKU CADANG & alat-alat (KIT SET LENGKAP) untuk perakitan generator matahati skala kecil (perumahan).

demikian…

NB:
1. dalam waktu dekat kami belum akan show ke media massa (spt televisi, radio, dll) karena kami terbentur dengan birokrasi pemerintah, yang menekan kami dan berkata LISTRIK cuma bisa dikuasai oleh negara.

2. tujuan posting ini hanya untuk menjaring para kandidat-kandidat investor yang berminat, kami akan lebih senang bila yang disediakan BUKAN BERUPA DANA akan tetapi MATERIAL LANGSUNG!

3. dan juga kami butuh dukungan dari segenap rakyat Indonesia yang menginginkan LISTRIK MURAH.. untuk menebas birokrasi MONOPOLI LISTRIK pemerintah (INI YANG TERPENTING!).

atas perhatian rekan-rekan semua diucapkan banyak Terima Kasih.

Hormat saya,

S. S.

Salam Kenal Bung Salvatore dan Kulonuwun Bung Elang Sakti.
Sangat salut dan angkat topi buat bung Salvatore yg punya niatan sangat mulia…. seorang pemimpin harusnya seperti anda.
Salam Hormat.

oh iya ada saya punya bahannya kalo besi seperti itu tapi harus memakai es/ice yg masih hangat biar segar katanya. kalo si mas ada es/ice seperti itu saya siap antar barang.

@ SATRIO PININGIT TELAH MUNCUL.

Tulisan dgn judul diatas (ada dibawah comment ini & ditulis o/menuju ind bauu..) dipersembahkan khusus mrk yg suka nggeladrah nggedabyah lan ora nggenah sarto ngajak bubrah, knp? mosok SP dikaitkan d/imam mahdi-dajjal-yesus kristus-anti kristus-isa-almasih (lucu banget kan???). Tulisan dgn judul diatas juga mengungkapkan sasar susur ngawur penulisnya seperti ttg misteri SPNG-nrk-ufo-leluhur bangsa israil dan benua atlantis. maklum krn penulis dari maknyasar alias moch al begundal, bila kagak percaya silakan klik spam/hoak judul diatas dan dijamin pasti senyam-senyum ketawa sendiri ikut2an ga waras.

Dear Salvatore

Silakan hub
Putra Sang Fajar Nusantara Jaya
s_novita72@yahoo.co.id

Salam

Dalama Nb anda ada kesalahan atau tidak tahu pada jaman sekarang swasta bebas membuat pembangkit/penghasil listrik dgn adanya peraturan pd th2009/ 2010
hehehehe hatimata kaleee

Bung Salvatore, mungkin saya bisa bekerja sama dengan penemuan anda itu. Dari tulisan anda, kita memiliki satu pola pikir yang sama.

Hubungi saya di Email : wandankri@gmail.com

SATRIO PININGIT TELAH MUNCUL

Tulisan ini dipersembahkan khusus bagi mereka yang ingin memahami kebenaran tentang misteri: Satrio Piningit, Imam Mahdi, Dajjal, Yesus Kristus, anti kristus, nabi Isa, Almasih dan Ratu Adil. Tulisan ini juga mengungkap misteri: Sabdo Palon Nayo Genggong, Nyi Roro Kidul, mahluk ruang angkasa, (UFO), leluhur bangsa israil dan benua atlantis

-
^_^

Islam adalah agama terbaik (budaya ARAB) yang patut ditiru!

mari Islam-kan Indonesia dan dunia!

karena Islam mampu mempersatukan Indonesia, mampu membuat setiap suku di tanah air Indonesia melupakan asal usulnya…

lupa…. lupa…. ibarat kacang lupa kulitnya!

semua bersatu dalam kesatuan… lupakan perbedaan!

SEMUA asal usul tiap suku DICAMPAKKAN IBARAT RANTING-RANTING KERING! semua hilang seperti kawanan kambing dan domba tanpa penggembala…

ORANG INDONESIA LUPA INDONESIA-NYA!

orang Batak lupa Batak-nya! (Parmalim).

orang Dayak lupa Dayak-nya! (Kaharingan).

orang Minahahasa lupa Minahasa-nya! (Tonaas Walian).

orang Makasar lupa Makasar-nya! (Tolottang).

orang Lombok lupa Lombok-nya! (Wetu Telu).

orang Maluku lupa Maluku-nya! (Naurus).

orang Chinese lupa Chinese-nya! (Tao).

orang Jawa lupa Jawa-nya! (Buhun, Kejawen).

orang Sunda lupa Sunda-nya! (Sunda Wiwitan/agama asli Sunda/Jati Sunda/Madrais/Cigugur).

yang ingin kembali mencari kulit masing masing bisa berkunjung ke ke Lebak Cawane; konon semua ranting-ranting kering (sejarah) bisa ditemukan disana… http://id.wikipedia.org/wiki/Lebak

^_^

memang bagus hasil dari pemikiran melahirkan kecintaan kpd tanah air, agar supaya masing2 diri tidak lupa akan budaya sukunya (bukan suku budug/borok/roromeheun) tapi hati2 terhadap perkataan bahwa islam adalah budaya arab itu salah besarrrrrrrr, islam adal agama/ keyakinan samawi yg kebetulan diturunkan di arab untuk seluruh alam.( islam bukan budaya titik gak pake comen)

Pembahasan tentang Satrio Piningit

Satrio Piningit adalah Konsep, bukan Ramalan
http://kanzunqalam.wordpress.com/2012/09/28/satrio-piningit-adalah-konsep-bukan-ramalan/

Semoga Sang Pangeran senantiasa memberi berkah dan perlindungan kepada semua rakyat dari panasnya jaman kalabendu.
Masih banyak yang harus dipersiapkan untuk menyambut yang ditunggu,

Pedang Komando sudah turun dari Allah kepadaku, menyebabkan gempa beberapa saat lamanya, tanggal 4 September 2012 jam 01.30. Dan aku bukanlah dari Jawa Barat, tapi dari Jawa Timur. Kemlenthus ae. uhuuuuuuuuuuyyyyyyyyyy… kemarok rek, Allah tidak butuh bantuan manusia untuk menegakkan agama-Nya, ingat itu baik-baik! Tiadalah bagianmu (ya Muhammad, apalagi cuma seorang syaikh, dan krocok-krocok) tetapi Allahlah yang menunjuki kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Al-Baqarah 272. Wah, sombong sekali kalau ada da’i yang mengatakan, yaaahh inilah berkat pendekatan-pendekatan ceramah yang tak mengenal putus asa, banyak masyarakat yang sudah mulai shalat. Kaciaaaan deh luuuuuuu…… berilah peringatan kepada manusia dengan tulus dan ikhlas, soal hasilnya adalah mutlak milik Allah.
Berilah peringatan seikhlas jeritan minta tolong, jeritan mengaduh karena kesakitan, dan jeritan kepanikan karena adanya bahaya mengancam. Seperti itulah peringatan yang tulus dan ikhlas.
Karena itulah, nabi menangis walaupun sampai dilempar batu, karena beliau mengetahui ancaman yang sangat keras dari Allah, dan nabi kasihan kepada mereka. Lalu alasan macam apakah dan rumus dari manakah kalau kemudian menjadi gusar dan marah kalau ada orang yang menghujat agamanya? Kecuali dia sendiri yang tidak yakin dengan agama yang dianutnya. Biarkan aja, asalkan jangan memerangi secara fisik, nanti kalau udah mati kan tahu dengan sendirinya kebenaran para rasul, gitu aja diurus.
Uhuuuuyyyyyyyyyy… sombong sekali mau merubah dunia. Uhuuuuuuuuuyyyyyyyyyy… kliatan banget kemaroknya…! Liat Al-Ma’arij ayat 11, 12, 13, 14. Jangankan istrinya, bahkan seluruh manusia akan disodorkan kepada Allah asalkan dirinya sendiri selamat, pada hari kiamat. Dan Allah melahirkan apa-apa yang kamu sembunyikan, Al-Baqarah 72.

uhuy satria piningit bukan dari jawa timur karena para pemimpin dari jawa timur tidak amanah. sp dari papua namanya hey yamko rambe yamko aronawa kombe hongke hongke hongkeriroooooooooo hoooooo hooooo ohok ohokh

saya memiliki pengalaman seperti ini tahun 2004 tetapi saya bukan satrio piningit calon pemimpin di masa datang karena saya tidak berminat sedikitpun. Saya lahir di jakarta keturunan Subang(bapak) dan Cirebon (Ibu) tetapi bapak saya masih samar entah lahir di subang atau bukan karena sejak kecil sudah ditinggal orang tuanya dan di urus oleh nenek di subang. saya memiliki pengalaman gaib banyak sekali dan salah satunya saya tulis disini.

Awalnya sebelum terjadi bencana
Senja yang temaram suasana hari kamis, 21 oktober 2004 itu sedang ramai acara televisi menyiarkan acara pelantikan Presiden Susilo Bambang Yudoyono.
Waktu menunjukkan jam 15.15 sudah waktunya masuk shalat Ashar, aku bergegas ke kamar mandi untuk berwudhu setelah itu aku mengambil sarung dan peci untuk melaksanakan Shalat Ashar . Pada jam 15.30 WIB setelah shalat ashar aku berzikir . sedang khusuknya berzikir tiba- tiba ada sesosok gaib tinggi besar kulitnya hitam wajahnya bulat matanya besar dan sorot matanya tajam kemerahan dan bertaring serta perut besar dada berbulu, berjenggot tebal dengan rambut keriting gimbal tertawa di hadapanku seraya mengejek .
“ Hua ha ha ha ha hai Sri Rama kemunculanmu akan tetap kuhalangi dengan berbagai cara dan orang didunia ini tidak akan pernah percaya kepada dirimu hua ha ha ha ha aku akan menebar jaring jala sutra diseluruh dunia dan terutama negeri yang kamu diami, akan kubuat kacau balau / berantakan dan sebentar lagi akan kubuat bencana besar besaran. Mereka semua akan terpengaruh oleh jaring jala sutraku sehingga akan terjadi permusuhan, peperangan, bentrokan dimana-mana daegitu lancing n aku akan bersatu dengan Rahwana (Dasamuka) yang sekarang sudah bebas dari penjara yang kau buat di Gunung Ungaran Semarang Hua ha ha ha ha . . . . tahukah kau wahai Ramawijaya . . . Hanoman yang menjaga Gunung Ungaranpun tidak tahu kalau Rahwana (Dasamuka) telah bebas . . . . Ha ha ha ha “
“ hai Iblis siapa gerangan engkau ? sungguh lancang melepaskan tawanan dunia “
“ Wahai Sri Rama sudah lupakah kau terhadapku? Akulah Batara Kala ….”
Amarahku memuncak segera kupentang panah gaib Goa Wijaya dan busur gaib Dewa Syiwa tetapi Raksasa yang bernama Batara Kala tadi langsung lari pontang panting menghindar dan aku segera meraga sukma keluar dari pisikku menjadi Sri Rama membawa Busur dan anak panah. Ku kejar dia dengan segenap kemampuanku tubuhku melayang terbang mengejarnya melewati bukit dan gunung tetapi sayang . . . . . aku gagal mengejarnya dia menghilang entah kemana.
Aku kembali kedalam tubuh pysikku, aku merasa lelah sekali nafasku memburu seperti orang habis berlari sungguhan keringat mengucur deras di tubuhku.
Aku lalu berdo’a “ Ya Allah jangan timpakan bencana kepada rakyat ini kasihanilah mereka dan lindungilah mereka dari angkara murkanya Batara Kala. Ya Allah ya Tuhanku ampunilah dosa bangsa ini dan hindarkan dari bencana yang akan menimpa mereka “
Lalu malamnya setelah shalat Magrib kupanggil gaib Hanoman.
“ Ada apakah gusti prabu memanggil hamba “. Katanya sambil bersimpuh menjura kedepan.
“ Hanuman . . . aku sengaja memanggilmu karena Rahwana sudah lepas dari penjara di gunung yang kau jaga “
“ Ampun gusti itu semua tidak mungkin karena ketika gusti menggunakan aji pameling memanggil hamba dia masih berada ditempatnya di jepit 2 gunung dan sebelum kesini hamba masih memeriksanya” sangkal hanoman.
“ Adikku hanuman . . . sebelum kau datang ke tempatku ini Batara Kala datang memberitahuku dan mengatakan bahwa dia telah membebaskan Rahwana.”

Hanoman terdiam sejenak sambil tertunduk rasa tidak percaya.
“ Adikku hanuman pergilah sekarang aku akan menggunakan ajian Kala Chakra dari sini lalu periksa kembali “
“ Baik gusti prabu hamba laksanakan titah gusti “ Hanuman menjura lalu pergi melesat bagaikan angin.
Azan menggema tanda masuk Shalat Isya aku bergegas ambil air wudhu lalu melakukan shalat isya setelah selesai shalat aku nendengar orang menangis di belakangku dan ketika aku menoleh ternyata Hanuman sudah bersujud di belakangku.
“ Duuuuh ampuni segala kehilafan hamba gusti . . . ternyata Rahwana tidak ada ditempat, dia telah hilang. lalu Hanoman minta maaf sambil menangis
“ Sudahlah Hanuman mungkin ini adalah takdir tapi setidaknya kau harus berusaha mengejar Batara Kala dimanapun dia berada .” setelah menjura berulang ulang Hanoman pergi melesat menerobos gelapnya malam.
Tapi siapa yang mau percaya cerita ini . . . ????
Apakah anda pembaca percaya ??? ataukah pemerintah percaya ? ataukah para Alim Ulama, Pendeta, para Shurama percaya? atau para Pembesar Agung di dunia ini ? Mungkin kalau saya cerita dianggap orang gila yang sedang cari popularitas . . . . . ?
Akhirnya saya hanya ceritakan semua ini kepada murid murid saya yang belajar spiritual dan penyembuhan kepada saya.
mohon maaf sebelumnya. Trims Rama Wijaya

wow wow wow, keren banget imajinasinya… hati2 lo apalagi sampai ngajarin orang, tanggung jawab lo dunia akhirat… kesiaaaaaaaan lu rama.

sangat imajinatif ceritanya…

Loba teuing ngaku”,,coba rama klo nama raden adipati gagak lumayung itu siapa sih ? Klo km bnr” tau km bnr sri rama..klo g tau km cm mngada_ngada,,hati” gagak lumayung itu bukan kiansantang..jawab ya komen saya

Hari ini saya menyaksikan di sebuah tv,acara rekonsiliasi antara keturunan raja2 majapahit yang berada dibali meminta maaf kepada keturunan raja2 pajajaran dan disaksikan dari cirebon,dilaksanakan di mojokerto…
Pas seperti uraian sampean…
semoga ja semua jadi nyata..

iya salut bwt jwa tmur bnyk melahirkan pemimpin bangsa (SBY, GUSDUR,MEGAWATI,SOEKARNO) SEHINGGA ALHMDULILLAH NEGRI INI MAKMUR TENAN REK.

maksudnya ratu adil, yaitu jadilah pemimpin yg adil, dimulai dari diri kalian semua, adillah terhadap dirimu & keluargamu insya Allah klo ini diterapkan pada semua orang maka kelak akan ada pemimpin negara ini yg adil, janganlah mencuri terapkan dari dirimu, keluargamu,seluruh desa sampai seluruh masyarakat kota & seluruh daerah insya Allah kelak tercipta pemimpin yg jujur & tidak korupsi, manusia itu sumber kesalahan jdi jangan merasa benar, sok suci, merasa menang,
Bersedekahlah dengan segala macam cara, gx mampu kasih uang ya kasih tenaga, gx mampu kasih tenaga ya kasih doa, gampang khan.
dekatkanlah dirimu dengan Tuhan, shalat tahajud ( shalat untuk menaikkan derajat & untuk mendekatkan diri kita dengan Tuhan).
Waktu sepertiga akhir malam adalah waktu yg paling dekat dengan Allah. Perbanyak sujud (posisi yg paling dekat dengan Allah ), artinya perbanyak shalat sunah tahajud, atau shalat sunah apapun selain shalat lima waktu.Insya Allah klo kita dekat dengan Allah maka kita selalu diberi hidayah dan tajam penglihatan batin/qalbu.
Perbanyak baca Subhanallah rabiyal ala wabihamdihi, ini dzikir buat mendekatkan diri kepada Allah setelah sehabis shalat. Klo kita mampu menjalaninya isya Allah kita akan menciptakan sifat ratu adil dalam diri kita dan jiwa satrio piningit atau jiwa satria = membela kebenaran sesuai aturan Tuhan dan piningit artinya akan timbul sifat tersembunyi dan rahasia tersembunyi di dalam diri kita yg diberikan oleh Allah ( hidayah atau ilmu laduni)

NAH INI BARU COMEN YG MENENANGKAN JIWA. YAH INTINYA DI MULAI DARI DIRI KITA JANGAN DI NINA BOBOKAN DENGAN HAL HAL YG BELUM TERJADI. KALO KITA MENUNGGU DAN MENUNGGU KAPAN KITA BERUSAHANYA SEMENTARA NEGARA LAIN UDAH MAJU TEHNOLOGINYA KITA MASIH SAJA MENUNGGU DEWA SUPAYA ADA PERUBAHAN. TUHAN TIDAK AKAN MERUBAH SUATU KAUM SELAMA KAUM ITU TIDAK BERUSAHA MERUBAHNYA.

Artikel Anda mengarah seolah-olah Anda mengklaim bahwa satrio piningit adalah Anda.
Nurullah Nur Muhammad Nur Sejatine
Asal saka geni bali maring geni
Asal saka angin bali maring angin
Asal saka banyu bali maring banyu
Asal saka bumi bali maring bumi

Robbihkum bil Haqqi, Wa robbunar rohmaanul musta’aanu alaa maa tashifuuna
Ya Tuhanku, berilah keputusan mu dengan adil, Dan Tuhan kami ialah Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Yang dimohonkan pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu katakan. (Al-Anbiya’ : 112)

Salam. Saya tak mahu memperpanjangkan perbahasan tentang imam mahdi & pemuda Bani Tamim. Dengan kata lain, beranggapan dia itu atau dia ini sebagai IM atau PBT. Saya sendiri suka mengkaji dan sangat malu untuk mendakwa itu ini, apatah lagi mengangkat diri sendiri. Saya hanya pencari kebenaran. Temui saya pada blog saya. MENCARI DAMAI DI LANGITMU. Kalau saya salah, maafkan saya. Kalau saya benar, mari kita merubah diri mencari kebenaran.

RATU ADILKAH ANDA?

Ratu Adil secara personal akan sulit ditemukan oleh siapapun dan sampai kapanpun, sbb kemunculan figur ini hanya merupakan dampak logis dari seluruh rentetan perjuangan hidupnya dalam melakukan aplikasi dari sistem fitrah bagi kehidupan RAHMATAN LIL ALAMIN atau MAMAYU HAYUNING BUWANA dalam cakupan GLOBAL, yang dikenal dengan istilah TRI TANGTU DIBUANA.
Tri Tangtu di Buwana meliputi:
1)TIGA SISTEM FITRAH; a)Sistem Sastra Jendra, b)Sistem Hayu Ningrat, c)Sistem Pangruwating Diyu, disebut “WAHYU CAKRA NINGRAT”
2)TIGA SISTEM ENERGI, disebut TRISULA WEDA.
3)TIGA ZAT ABADI, disebut JAWAHAR AWAL, DLL.

Ciri Khas Ratu Adil berjuang merekonstruksi seluruh sistem kembali kepada SISTEM FITRAH bukan bagi CAKUPAN LOKAL atau NASIONAL. Ratu Adil adalah RATU DUNIA. Dia adalah PEMIMPIN DUNIA. Dia adalah SANG KHALIFAH. Dia adalah “TANGAN TUHAN” yang mendapatkan otoritas dari Sang Rabbul’alamin Penguasa Semesta Raya untuk memperbaiki kehidupan DUNIA. Sang Khalifah Ratu Adil ini otoritinya melebihi Nabi dan Rasul.
Sang Rabbul’alamin memberikan otoritas untuk memimpin Bumi “HANYA KEPADA SANG KHALIFAH”, bukan kepada Nabi dan Rasul (QS,2:30); sedangkan Nabi dan Rasul adalah “figur pinunjul” yang diutus untuk MEMBAWA RISALAH pada kewilayahan lokal. Arti RASUL sendiri adalah yang MEMBAWA RISALAH (resultant, resultante)

Sebuah contoh sempurna SANG RATU ADIL KHALIFATULARD adalah Muhammad SAW. Beliau adalah seorang FIGUR YANG PALING SEMPURNA, karena beliau telah menempati ketiga jenjang kesempurnaan dalam melaksanakan amanah, sbb:
1)Pangkat Nabi, usia 25 th dgn gelar “Al’amin” (Raja).
2)Pangkat Rasul, usia 40 th dgn gelar “AS” (Sultan).
3)Pangkat Khalifatulard, usia 51 th dgn gelar “SAW” (Maha Raja).

SEBUAH TERMINOLOGI YANG PAS DAN SEPADAN, sbb:
1)Nabi = BUDAK ANGON = SATRIA PININGGIT = RAJA
2)Rasul = BUDAK JANGGOTAN = SATRIA PINANDITA = SULTAN
3)Khalifatulard = RATU ADIL = IMAM MAHDI = MAHA RAJA

BERBICARA MENJADI PEMIMPIN DUNIA:
SUDAH PANTASKAH menjadi RATU ADIL?
Atau SUDAH PANTASKAH menjadi IMAM MAHDI?
Atau SUDAH PANTASKAH menjadi KHALIFATULARD?
Atau SUDAH PANTASKAH menjadi MAHA RAJA BUMI?

RATU ADIL HARUS MELALUI JENJANG sbb:
Sudahkan anda menempati setingkat PEMBAWA RISALAH?
Atau anda menempati setingkat BUDAK JANGGOTAN?
Atau anda menempati setingkat SATRIA PINANDITA?
Atau anda menempati setingkat SULTAN?

UNTUK MENEMPATI KEDUDUKAN SETINGKAT Pembawa Risalah atau Budak Janggotan atau Satria Pinandita atau Sultan, tentu harus melelui jenjang sebelumnya, sbb:
Sudahkan anda menempati setingkat NABI?
Atau anda menempati setingkat BUDAK ANGON?
Atau anda menempati setingkat SATRIA PININGGIT?
Atau anda menempati setingkat RAJA?

Sungguh Ratu Adil BUKAN SEBUAH KHAYALAN, tapi Ratu Adil adalah PENCAPAIAN KOMPETENSI DIRI dihadapan TUHAN SANG RABBUL’ALAMIN, sehingga Dia diberi otoritas UNTUK MENJADI RAHMAT BAGI ALAM SEMESTA.

Saran saya bagi siapapun JANGAN BERMAIN-MAIN DENGAN ISTILAH RATU ADIL, padahal kita sebenarnya tidak memahaminya.

Terima kasih semoga bermanfaat serta menjadi bahan tafakur & perjuangan bagi pihak-pihak yang mempunyai cita-cita mulia menjadi Sang Maha Raja Ratu Adil.

Bandung, 5/1/13
Mandalajati Niskala Cakra

Dia masih kecil tol 11 Januari 2013 2th usianya, umur 17th barulah datang ketika bawa trisula senjatanya, ulasan Anda ada yg benar dan masih banyak yg kurang tepat, ada hal hal yg tidak bs di ungkap manusia, tunggu lah, sekarang di tidak di Jawa, di seberang lautan tapi masih diNKRI. 11 1 11 itulah lahirnya.

meuni panjang caritana, neupi ka rieut ieu sirah.

GUNUNG GEDE BITU
ATAU TELAGA BEDAH
ADALAH TERUNGKAPNYA RAHASIA
█▀▀║█▀█║█▀║█▀█║█▀▄║█▀█
▀▀█║█║█║█▀║█║█║█║█║█▄█
▀▀▀║▀▀▀║▀▀║▀║▀║▀▀║║▀║▀
█▀▀║█║║║█▀█║█▀█║█▀█║█
█║█║█║║║█║█║█▀█║█▄█║█
▀▀▀║▀▀▀║▀▀▀║▀▀▀║▀║▀║▀▀▀
▀▀█║█▀█║█║▀▀█
█▀▀║█║█║█║▀▀█
▀▀▀║▀▀▀║▀║▀▀▀
PERHATIKAN TRISULAKATA DENGAN 9
HURUF YG TDK SALING MENGHILANGKAN
INSOEN~DIA (Hubungan Diri Dengan Tuhan)
INI~SOENDA (Kehidupan Ini Namanya Sunda)
IN~DONESIA (Dalam Kelimpahan Rahmat Tuhan)
█║█▀█║█▀▀║█▀█║█▀║█▀█║█▀▄║█║█▀█
█║█║█║▀▀█║█║█║█▀║█║█║█║█║█║█▄█
▀║▀║▀║▀▀▀║▀▀▀║▀▀║▀║▀║▀▀║║▀║▀║▀
█║█▀█║█║█▀▀║█▀█║█▀║█▀█║█▀▄║█▀█
█║█║█║█║▀▀█║█║█║█▀║█║█║█║█║█▄█
▀║▀║▀║▀║▀▀▀║▀▀▀║▀▀║▀║▀║▀▀║║▀║▀
█║█▀█║█▀▄║█▀█║█▀█║█▀║█▀▀║█║█▀█
█║█║█║█║█║█║█║█║█║█▀║▀▀█║█║█▄█
▀║▀║▀║▀▀║║▀▀▀║▀║▀║▀▀║▀▀▀║▀║▀║▀
Perubahan konstruksi huruf~huruf
dari INSOEN~DIA
menjadi INI~SOENDA
kemudian menjadi IN~DONESIA
adalah sebuah KEAJAIBAN ILAHIYAH
SEBAB TIDAK MENGHILANGKAN SATU HURUFPUN.
Ini merupakan rahasia TRISULAWEDA sbb:
INSOEN~DIA = DIMENSI AIR cikal bakal RUH
INI~SOENDA = DIMENSI TANAH cikal bakal WUJUD
IN~DONESIA = DIMENSI API cikal bakal NAFSU

Sunda sesungguhnya Global BUKAN ETNIS
Etnis berasal dari kata Et~Nusa atau Pulau
Tidak pernah ada Pulau Sunda,
Karena Sunda NAMA DUNIA.
SUNDA MILIK KITA SEMUA
Berpusat di PARAHYANGAN TENGAH,
Disebut juga SUNDAPURA SURALAYA.
SUNDA ADALAH FITRAH
DAN JANGAN COBA DIPUNGKIRI
SUNDA ADALAH PEMILIK SELURUH ASET DUNIA.

█▀▀║█║█║█▀█║█▀▄║█▀█
▀▀█║█║█║█║█║█║█║█▄█
▀▀▀║▀▀▀║▀║▀║▀▀║║▀║▀
█▀▄║█▀█║█▀█
█║█║█▄█║█║█
▀▀║║▀║▀║▀║▀
█▀▀║█║█║█▀█║█▀█║█║█
▀▀█║█║█║█║█║█▄█║█▀█
▀▀▀║▀▀▀║▀║▀║▀║▀║▀║▀
█▀█║█▀▄║█▀█║█║║║█▀█║█║█
█▄█║█║█║█▄█║█║║║█▄█║█▀█
▀║▀║▀▀║║▀║▀║▀▀▀║▀║▀║▀║▀
█▀█║█║║║█▀█║█▀█▀█
█▄█║█║║║█▄█║█║█║█
▀║▀║▀▀▀║▀║▀║▀║▀║▀
█▀▀║█║║║█▀█║█▀█║█▀█║█
█║█║█║║║█║█║█▀█║█▄█║█
▀▀▀║▀▀▀║▀▀▀║▀▀▀║▀║▀║▀▀▀
SUNDA berasal dari kata dasar SUNA
SUNA artinya adalah TATANAN
DA adalah ALAM WUJUD = ALAM DUNIA
HA adalah ALAM HIDUP = ALAM AKHIRAT
▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀
Suna + Ha = Sunaha = SUNAH
SUNAH adalah TATANAN LANGIT
atau TATANAN AKHIRAT
▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀
Suna + Da = Sunada = SUNDA
SUNDA adalah TATANAN BUMI
atau TATANAN DUNIA
▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀

█▀▀║█║█║█▀█║█▀▄║█▀█
▀▀█║█║█║█║█║█║█║█▄█
▀▀▀║▀▀▀║▀║▀║▀▀║║▀║▀
█▀█║█▀▄║█▀█║█║║║█▀█║█║█
█▄█║█║█║█▄█║█║║║█▄█║█▀█
▀║▀║▀▀║║▀║▀║▀▀▀║▀║▀║▀║▀
█▀█║█║║║█▀█║█▀█▀█
█▄█║█║║║█▄█║█║█║█
▀║▀║▀▀▀║▀║▀║▀║▀║▀
█▀▄║█║█║█▀█║█║█▀█
█║█║█║█║█║█║█║█▄█
▀▀║║▀▀▀║▀║▀║▀║▀║▀
█▀█║█▀▀║█▀█║║█▀█║█║█║█▀▀║█▀█║▀█▀
█▀█║█▀▀║█▀▀█║█▀▀║█║█║▀▀█║█▄█║║█
▀▀▀║▀▀▀║▀║║▀║▀║║║▀▀▀║▀▀▀║▀║▀║║▀
█▀▄║█║║║█▀█║█▀█║█▀█║█▀▄║█║█║█▀█║█▀▀
█║█║█║║║█▀█║█▄█║█║█║█║█║█║█║█║█║█║█
▀▀║║▀║║║▀▀▀║▀║▀║▀║▀║▀▀║║▀▀▀║▀║▀║▀▀▀

▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀

█▀█║█║█║█▀▄║█▀█║█║█
█▀█║█║█║█║█║█▄█║█▀▀█
▀▀▀║▀▀▀║▀▀║║▀║▀║▀║║▀
█▀█║█▀█║█▀▀║█▀█║█▀█
█▄█║█║█║█║█║█║█║█║█
▀║▀║▀║▀║▀▀▀║▀▀▀║▀║▀
║║║███║║║
█║║▀█▀║║║
▀▀█████▀█
║║█████║▀
║║▄█║█▄║║
ANGON adalah bentuk kata “Pangjero” dari
bentuk primer ANGAN atau ANGANA.
Perubahan bentuk kata ANGAN menjadi ANGON
memberi makna seseorang yg MEMILIKI ANGAN-ANGAN.
Budak Angon berarti BUDAK YG MEMILIKI CITA-CITA.
Budak Angon menggambarkan manusia BUMIAN yang
menyandang FILSAFAT BUMI atau FILSAFAT IBU dgn
misi MAMAYU HAYUNING BUWANA.
Filsafat Ibu bagi kemanusiaan tak lain adalah:
PERWUJUDAN KEADILAN DAN KESEJAHTERAAN.
Budak Angon adalah SETIAP ORANG YANG MEMILIKI
CITA-CITA DAN PERJUANGAN UNTUK MEWUJUDKAN
KEADILAN & KESEJAHTERAAN UMAT MANUSIA.
Budak Angon adalah SEBUAH KARAKTERISTIK yang bisa
disandang oleh siapa saja dan berjuang merekonstruksi
FILSAFAT KEHIDUPAN BUMI SECARA FITRAH.

▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀
BUDAK ANGON ADALAH
= SATRIA PININGGIT
= MANUSIA BUMIAN
= PEMBAWA SIFAT KEIBUAN
= PEMBAWA FALSAFAH BUMI
= MANUSIA SEKELAS NABI
= MANUSIA TINGKAT SATU
▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀

█▀█║█║█║█▀▄║█▀█║█║█
█▀█║█║█║█║█║█▄█║█▀▀█
▀▀▀║▀▀▀║▀▀║║▀║▀║▀║║▀
║║█║█▀█║█▀█║█▀▀║█▀▀║█▀█║▀█▀║█▀█║█▀█
║║█║█▄█║█║█║█║█║█║█║█║█║║█║║█▄█║█║█
▀▀▀║▀║▀║▀║▀║▀▀▀║▀▀▀║▀▀▀║║▀║║▀║▀║▀║▀
║║║███║║║
║║║▀█▀║║█
█▀█████▀▀
▀║█████║║
║║▄█║█▄║║
JANGOTAN adalah bentuk kata “Pangjero” dari
bentuk primer JANGGATAN atau JANGGATANA.
Perubahan bentuk kata JANGGATANA menjadi JANGGOTAN
memberi makna seseorang yg MEMILIKI HAKEKAT HIDUP.
Budak Janggotan berarti BUDAK YG MEMILIKI
PEMAHAMAN HAKEKAT HIDUP, YANG BERHUBUNGAN
ANTARA MAKHLUK DENGAN SANG PENCIPTA
Budak Janggotan menggambarkan manusia LANGITAN yang
menyandang FILSAFAT LANGIT atau FILSAFAT BAPAK dgn
misi RAHMATAN LIL ALAMIN.
Filsafat Bapak bagi kemanusiaan tak lain adalah:
PERWUJUDAN HAKEKAT HIDUP BAGI KESEMPURNAAN.
Budak Janggotan adalah SETIAP ORANG YANG MEMILIKI
PEMAHAMAN HAKEKAT HIDUP DAN BERJUANG
UNTUK MEWUJUDKAN KESEMPURNAAN KEHIDUPAN
UMAT MANUSIA DAN ALAM SEKITARNYA.
Budak Janggotan adalah SEBUAH KARAKTERISTIK yang bisa
disandang oleh siapa saja dan berjuang merekonstruksi
FILSAFAT KEHIDUPAN LANGIT SECARA FITRAH.

▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀
BUDAK JANGGOTAN ADALAH
= SATRIA PINANDITA
= MANUSIA LANGITAN
= PEMBAWA SIFAT KEBAPAKAN
= PEMBAWA FALSAFAH LANGIT
= MANUSIA SEKELAS RASUL
= MANUSIA TINGKAT DUA
▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀

█▀█║║█▀█║▀█▀║█║█
█▀▀█║█▄█║║█║║█║█
▀║║▀║▀║▀║║▀║║▀▀▀
█▀█║█▀▄║█║█
█▄█║█║█║█║█
▀║▀║▀▀║║▀║▀▀▀
║║║███║║║║║║█▀█
█║║▀█▀║║█║║█║║║█
▀▀█████▀▀║║║║║█
║║█████║║║║║║█
║║▄█║█▄║║║║║║▄

RATU ADIL ADALAH PEMIMPIN DUNIA
adalah Manusia sekelas IMAM MAHDI
adalah Manusia sekelas KHALIFATULARD
adalah Manusia sekelas MAHA RAJA BUMI

SUDAH PANTASKAH menjadi RATU ADIL?
Atau SUDAH PANTASKAH menjadi IMAM MAHDI?
Atau SUDAH PANTASKAH menjadi KHALIFATULARD?
Atau SUDAH PANTASKAH menjadi MAHA RAJA BUMI?
yang pangkatnya:
Di atas Budak Angon & Budak Janggotan, atau
di atas Satria Pininggit & Satria Pinandita, atau
di atas Nabi & Rasul.

BUMI INI BUKAN DIURUS OLEH
Budak Angon & Budak Janggotan, atau
Satria Pininggit & Satria Pinandita, atau Nabi & Rasul.

BUMI INI HARUS DI URUS OLEH SANG KHALIFAH
BUMI INI HARUS DI URUS OLEH SANG KHALIFAH
BUMI INI HARUS DI URUS OLEH SANG KHALIFAH atau

BUMI INI HARUS DI URUS OLEH IMAM MAHDI
BUMI INI HARUS DI URUS OLEH IMAM MAHDI
BUMI INI HARUS DI URUS OLEH IMAM MAHDI atau

BUMI INI HARUS DI URUS OLEH MAHA RAJA BUMI
BUMI INI HARUS DI URUS OLEH MAHA RAJA BUMI
BUMI INI HARUS DI URUS OLEH MAHA RAJA BUMI atau

BUMI INI HARUS DI URUS OLEH SANG RATU ADIL
BUMI INI HARUS DI URUS OLEH SANG RATU ADIL
BUMI INI HARUS DI URUS OLEH SANG RATU ADIL
▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀
RATU ADIL ADALAH MANUSIA TINGKAT TIGA
RATU ADIL ADALAH MANUSIA TINGKAT PARIPURNA
▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀
(Sumber: Buku Sunda Menbedah Zaman,
Karangan: Mandalajati Niskala berikut
penjelasan dlm Cuplikan Buku
SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21,
dan dari berbagai sumber lainnya)
▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀
Bandung, 13/1/13
EMBAH JAMBRONG

Saya sangat sayang kepada teman teman yang masih mengaji tentang kehadiran manusia suci dan adil ditengah tengah kita, dan tentang keberadaan satrio piningit tentu dan pasti ada , serta cerita tentang orang sakti yang nyamar atau disebut Semar itu jelas ada. Sekitar tahun 2006 Saya sendiri tidak sengaja silahturahmi ke daerah Bogor tepatnya di Kedung Halang, disitu bertemu orang sepuh yang renta bernama Abah Sarman Sariman ( Mr. IR. Boeng Soe ) yang tiap harinya hanya duduk dikursi malas, beliau sangat menghormati kepada orang yang lebih muda , baik dalam peribahasanya serta tingkah kedisplinannya dalam cerita masalah sejarah. Di suatu malam saat beliau buka tutup kepala, ternyata beliau menunjukkan kuncung rambut yang dimilikinya, saat itu saya sadar ternyata beliau yg disebut seperti di Pewayangan itu. Sehingga cerita wayang itu sebenarnya ada dan sampai kapanpun juga tetap ada. Silahkan rekan rekan yakin akan kehadirannya, Amin.

ini adlh atsar yang diriwayatkan oleh Sayyidina Abu Hurairah, Sayydina Ibn Abbas, dan Sayydina Ali bin Abi Thalib.

“Pada dekad-dekad hijriyah setelah 1400 tahun, hitunglah dekad itu dua atau tiga… akan muncul al-Mahdi al-Amin.

-: masanya sdk dkt ni……

HARAP BERSABAR SEMUA YA INGAT LAH AGAR SELALU MELAKSANAKAN PERINTAH ALLAH SWT,SHALAT,BERDOA,DZIKIR,ZAKAT, SEDEKAH& IKHLAS. HILANGKAN SEMUA PENYAKIT HATI.
ADA SUATU PESAN DISUATU TEMPAT YANG SUDAH PULUHAN TAHUN TERTULIS DISANA,
………………………………………………..I ‘ M COMMING………………………………………………………….
TIDAK MENDAHULUI KEHENDAK ALLAH SWT, WAKTUNYA INSYAALLAH TIDAK LAMA LAGI ,
KITA SEMUA MEMPERCAYAI ,MEYAKINI RUKUN IMAN YANG KE ENAM…………….SEKALI LAGI
………………………………………………..I ‘M COMMING…………………………………………………………..

“Lah iku timbuling Buda Wekasan, denen sinebut buda wiwitan iya iku ratu majapahit, iya timbuling buda wekasan iku paribasane bakal ana: sileme prau gabus, kumambanging watu item, mungguhing jumeneng nging sang ratu adil, aneng kraton katangga, pasare ana ing lurah binatu, hiya Herucakra, iya Tunjung Putih, iya Pudhak Sinumpet, jumeneng Imam Mahdi, yaiku kanjeng Nabi Isa Roh Allah” – Jangka Jayabaya Catur Sabda.
Yang disebut Buddha akhir jaman kegelapan (bukan metteyabuddha) ya itulah raja majapahit dulu. Kelak ia akan berkraton di hutan Ketonggo. Ya itulah senjata cakra Dewa Vishnu, ya itulah ketua aliran teratai putih, ya itulah satria piningit. Semua julukan berkumpul di satu kedaton yaitu Imam Mahdi Nabi Isa Roh Allah. Ratu Adil belum Buddha, tapi orangjawa saat itu meramalnya sebagai Buddha karena baiknya.

‎”Sadurunge ana tetenger lintang kemukus lawa. ngalu-ngalu tumanja ana kidul wetan bener.” – Jayabaya 160.
Jauh sebelum kejadian itu sebelumnya ada komet paling bercahaya di abad 21 yang disebut Komet Kohoutek lewat pada tahun kelahiran Ki Agung Gledek Sayuto. Komet Kohoutek datang dari selatan lenyap di timur seperti kata ramalan.

“Momongane padha dadi nayaka perang. perange tanpa bala. sakti mandraguna tanpa aji-aji” – Jayabaya 162.
Murid-muridnya cuma mengarah menjadi tentara. Jika berperang memakai ilmu praktis tanpa terlalu banyak ajian. Jika berperang tidak butuh kawan.

“Apeparap pangeraning prang. tan pokro anggoning nyandhang. ning iya bisa nyembadani ruwet rentenging wong sakpirang-pirang. sing padha nyembah reca ndhaplang” – Jayabaya 163.
Bergelar pangeran perang, meski tak berbaju jendral. Tapi bisa menyempurnakan agama besar yang menyembah patung jesus.

“Mumpuni sakabehing laku. nugel tanah Jawa kaping pindho. ngerahake jin setan kumara prewangan, para lelembut ke bawah perintah saeko proyo.” – Jayabaya 164.
Sudah menguasai semua ilmu gaib, membagi pulau jawa jadi tiga provinsi saja, dengan mengerahkan jin setan dan semua teman halusnya. Semua makhluk halus bersatu dibawah perintahnya.

‎”Pendhak Sura nguntapa kumara. kang wus katon nembus dosane. kadhepake ngarsaning sang kuasa. isih timur kaceluk wong tuwa. paringane Gatotkaca sayuta” – Jayabaya 165.
Selesai suro 2012 sambutlah kehadirannya di Indonesia, dia baru selesai menebus dosa, sudah dihadapkan ke mahakuasa. Masih muda sudah dipanggil Ki. Andalannya Ilmu Satujuta Gatotkaca, ilmu mahaguru khodam versi india warisan eyangnya.

“Idune idu geni, sabdane malati, sing mbregendhul mesti mati. ora tuwo, enom padha dene bayi. wong ora ndayani nyuwun apa bae mesthi sembada. garis sabda ora gentalan dina, beja-bejane sing yakin lan tuhu setya sabdanira. tan karsa sinuyudan wong sak tanah Jawa. nanging inung pilih-pilih sapa” – Jayabaya 166.
Ilmunya adalah pedang bodhidhamma yang bisa memancarkan listrik api, yang membangkang harus mampus, gak peduli berapapun umur dia. Sabdanya cepat terbukti, beruntunglah bagi yang percaya. Sangat pemilih dalam mengambil bawahan.

‎”waskita pindha dewa. bisa nyumurupi lahire mbahira, buyutira, canggahira. pindha lahir bareng sadina. ora bisa diapusi marga bisa maca ati. wasis, wegig, waskita, ngerti sakdurunge winarah. bisa pirsa mbah-mbahira. angawuningani jantraning zaman Jawa. ngerti garise siji-sijining umat. Tan kewran sasuruping zaman” – Jayabaya 167.
Jika meramal seperti dewa. Juga tahu apasaja kelahirankembali Anda sampai tujuh kali kelahirankembali. Bijak Cermat Sakti, tahu sebelum terjadi. Tahu putaran roda jaman, tahu setiap agama matinya kapan. karena itu tak takut kalah dijaman itu.

‎”Awus aputus weda Jawa, mung angandelake trisula. sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan. sing pinggir-pinggir tolak colong njupuk winanda” – Jayabaya 168.
Sudah selesai menerapkan kejawen, sekarang cuma mengandalkan ilmu trisula veda. Makna trisula ini berpindah-pindah antar bait ramalan jayabaya. Salahsatu maknanya adalah seperti diatas itu melambangkan dua orang sahabat satria piningit yang selalu bersama satria piningit. Dimana Satria Piningitnya pantang merugikan oranglain, sedangkan dua temannya menolak pencurian dan kejahatan. Dimanapun saya berada, saya selalu ada dua orang yang dekat dengan saya.

“Sirik den wenehi, ati malati bisa kesiku. senenge anggodha anjejaluk cara nistha. ngertiyo yen iku coba, aja kaino. ana beja-bejane sing den pundhuti. ateges jantrane kaemong sira sebrayat.” – Jangka Jayabaya 169.
Tidak mau jika diberi, sukanya mengambil paksa. Tapi tidak usah dihina, itu tandanya anda sekeluarga akan dijaga.

‎”Ing ngarsa Begawan dudu pandhita sinebut pandhita. dudu dewa sinebut dewa. kaya dene manungsa, dudu seje daya kajawaake kanti jlentreh. gawang-gawang terang ndrandhang” – Jayabaya 170.
Didepan para pertapa alim, bukan pendeta dipanggil pendeta. bukan dewa dipanggil dewa. Tapi dengan memakai rasio manusia semua hal dijelaskan secara rinci. Yang dianggap tahyul kini menjadi jelas.

“Aja gumun aja ngungun, hiya iku putrane bethara indra kang pembayun. Ana manungso kaiden ketemu, uga ana jalma sing durung mangsane. aja sirik aja gela, iku dudu wektunira. Nganggo simbol ratu tanpa makutha.” – Jayabaya 171.
Ada orang mau ketemu dengannya, tapi belum bisa. Tidak usah kecewa, memang belum waktu anda. Ia sering membawa logo ratu tanpa mahkota. “Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: ‘Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.” – Ibr 1:6 Injil. “The Supreme-Lord of the earliest Jewish scriptures, Yahweh by name, is also the name of Indra, the Supreme-Lord of Hinduism’s earliest texts,and he is known to be cognate with Rudra-Shiva which confirms these” – kutipan dari situs ini. Adam adalah Jesus.

Konon Ronggowarsito saat pergi berguru ke Kediri, sangat iri hatinya melihat ramalan akan Prabu Jayabaya terhadap satria piningit. sehingga bela-belain membuat ramalan versinya sendiri untuk kalangan sendiri. sehingga menjadikan ramalan versi ronggowarsito yang abal-abal menunjuk ke arjuna anak bungsu dewa indra, sedang ramalan asli dari prabu jayabaya alias anglingdharma alias bhisma alias prabu siliwangi menunjuk pada anak sulung dewa indra yaitu jesus. “Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: ‘Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.” – Ibr 1:6 Injil. “The Supreme-Lord of the earliest Jewish scriptures, Yahweh by name, is also the name of Indra, the Supreme-Lord of Hinduism. Konon Ronggowarsito sangat iri hatinya saat berguru ke kediri melihat ramalan jayabaya untuk satria piningit. sehingga bela-belain membuat ramalan versinya sendiri yaitu versi kraton mataram.

presiden besok ki agung gledek sayuto jesus asli, wapresnya dewantoro anak semarang. kedua-duanya bermata picek, sesuai ramalan. go = ki agoeng, ro = dewantoro. ki agoeng lahir di bumi mekkah, memang jesus asli, setelah mati di kashmir dulu. – buddhist dan penyebar 7 agama: 1. Theravada Buddhism. 2. Nuclear Dhamma New Madyamaka. 3. Kalachakra Shamballa. 4. Neo Christianity. 5. Hindu. 6. Taoism. 7. Modern Confucianism. dewantoro lahir di semarang. – nasrani. dan penyebar buddhi (agama kejawen).

guru prabu jayabaya si kentir kiai ajar hendak menukar satria piningit menjadi seorang muslim. dibunuh langsung oleh prabu jayabaya. jelas saja dia marah, minta diramal, malah diproyeksikan dunia muslim.

“nganggo simbol ratu tanpa mahkota” adalah lambang israel, yang akan dikenakan sebagai badge di lengan ratu adil. Dari Jangka Jayabaya: 1. “Hiya iku putrane batara indra kang pembayun (Jesus)”. “Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: ‘Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.” – Ibr 1:6 Injil. “The Supreme-Lord of the earliest Jewish scriptures, Yahweh by name, is also the name of Indra, the Supreme-Lord of Hinduism. 2. “Bisa nyembadani ruwet rentenging wong sakpirang-pirang sing pada nyembah reca ndamplang”. Agama kristen disempurnakan jadi jedism, tidak berubah jadi islam. 3. “Nganggo simbol ratu tanpa mahkota”. Saya memakai lencana israel di tangan kanan. 4. “Sing mbregadul musti mati, ora tuwo enom pada dene bayi.” Tidak ada toleransi. semua dikerjakan sesuai setiap baris ramalan dalam arti sebenarnya. 5. “Kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong.” Jadi Jesus didampingi sabdo palon dan naya genggong.

ditunggu aja kedatanganya,

all……..carilah terang dalam kegelapan maka kau akan melihat terang yang sejati dan lihatlah gelap di balik terang, kau akan melihat kegelapan sejati, artinya podo ae (Manunggaling kawula lan gusti)

JUDUL
1:1. Inilah wahyu Satria Piningit, yang dikaruniakan Allah padaNya, supaya ditunjukkan pada hamba Nya apa yang segera terjadi. Dan oleh yang diutus-Nya, Ia telah menyatakan diri.
1:2 Al Kitab telah bersaksi tentang firman Allah dan kesaksian yang diberikan pada Satria Piningit, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya
1:3. Berbahagialah yang membaca dan yang mendengar kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.
1:4 Dari Al Kitab kepada semua jemaat yang ada. Kasih karunia dan damai sejahtera sertai kamu sekalian, dari yang ada dan yang sudah ada dan yang datang, dan yang ada di takhta-Nya,
1:5 dan Satria Piningit, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang hidup dan yang berkuasa atas Raja – Presiden – ataupun pemimpin di bumi ini, yang mengasihi bumi dan yang telah melepaskan bumi dari bencana masa depan oleh hidupNya.
1:6 dan yang telah membuat bumi menjadi suatu kerajaan, menjadi imam atas bumi. Bagi Satria Piningit kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.
1:7 Lihatlah, datang dengan kuasa dan setiap mata akan melihat, juga mereka yang telah menanti. Dan semua bangsa di bumi akan memuji, amin.
1:8 Satria Pingit adalah nyata dan maya, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang berkuasa.”
1:9. Bumi dalam kesusahan bencana, dan dalam ketekunan menantikan Juru Selamat, yang berada di pulau bernama Jawa oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan pada Satria Piningit.

Kedatangan Satria Piningit
22:6 “Perkataan nubuat kitab ini tepat dan benar dan Tuhan yang memberi hikmah untuk menunjukkan pada Satria Piningit apa yang terjadi.”
22:7 “Sesungguhnya Satria Piningit muncul segera. Berbahagialah orang yang mengerti nubuat kitab ini
22:8 Dan Satria Piningit yang telah mendengar dan melihat semuanya itu.Dan yang menunjukkan semua nubuat kitab itu
22:9 Satria Piningit adalah hamba,sama seperti manusia lain yang mengerti segala perkataan nubuat kitab.”
22:10 Yaitu yang membuka meterai perkataan nubuat kitab ini,sebab waktu kemunculan sudah dekat.
22:11 Barangsiapa yang berbuat jahat hendaklah segera insaf barangsiapa yang cemar,segeralah sucikan diri; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus kuduskan diri.” 22:12 “Sesungguhnya Satria Piningit muncul segera.
22:13 Yang Pertama dan Yang Terpilih
22:14 Berbahagialah mereka yang membasuh pribadinya. Merekalah yang memperoleh pengertian hidup.
22:15 Dan janganlah orang mencintai dusta dan melakukannya.
22:16 Satria Piningitlah yang memberi kesaksian tentang semua ini pada umat manusia. Satria Piningit adalah Tunas Kehidupan. Bintang Timur yang gilang-gemilang.”
22:17 Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah sebarkan berita ini” Dan barangsiapa yang belum mengerti hendaklah bertanya dan barangsiapa yang mengerti hendaklah bergembira dengan cuma-cuma!

Kitab yang dimeterai dan Satria Piningit
1 Maka adalah suatu gulungan nubuat kitab, yang ditulisi dan dimeterai.
2 Dan “Siapakah yang layak membuka gulungan nubuat kitab itu dan membuka meterainya?”
3 Tidak ada seorangpun yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan nubuat kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya.
4 Maka teramat sedihlah, karena tiada seorangpun yang dianggap layak untuk membuka gulungan nubuat kitab itu.
5 Lalu berkatalah seseorang “Jangan engkau bersedih! Sesungguhnya Satria Piningit telah Terpilih, sehingga Ia dapat membuka gulungan nubuat kitab itu dan membuka meterainya.”
6 Maka muncullah Satria Piningit Yang Terpilih di Indonesia.
7 Lalu Satria Piningit menerima gulungan nubuat kitab itu
8 Ia menjelaskan gulungan nubuat kitab itu untuk menggenapi doa orang-orang kudus.
9 Dan ada suatu nyanyian baru ” Satria Piningit layak menerima gulungan nubuat kitab itu dan membuka meterainya; karena telah terpilih dan dengan kuasa telah memimpin bagi pemimpin dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
10 Dan membuat menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam kita, dan akan memerintah bumi.”
11 Maka aku melihat dan mendengar suara orang-orang; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa,
12 dengan suara nyaring: ” Satria Piningit itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!”
13 Dan terdengar suara yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: “Bagi Dia Satria Piningit adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!”
14 Dan yang lain berkata: “Amin”

Yesus menjanjikan Penghibur
14:18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu.
14:16 Aku akan minta kepada Tuhan, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong lain, supaya Ia sertai kamu selamanya, yaitu Satria Piningit.
15:26 Jikalau Penghibur yang diutus dari Tuhan datang, yaitu Satria Piningit yang keluar dari Tuhan, Ia akan bersaksi tentang Aku.
15:27 Dan kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.
14:17Karena dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia.Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia sertai kamu dan akan diam bersama kamu
14:19 Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun hidup.
14:23:”Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan TuhanKu akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam di dalam dia.
14:25 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama dengan kamu
14:26 tetapi Penghibur, yaitu Satria Piningit, yang akan diutus oleh Tuhan dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu
14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu.Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.
14:28 Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada TuhanKu,sebab Tuhan lebih besar daripada Aku.

Perintah Pesan
13:31 Berkatalah Yesus: “Sekarang Satria Piningit dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.
13:32 Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.
13:33 Hai UmatKu, hanya seketika ini saja AjaranKu ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang dahulu: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya juga kepada kamu ( Memang ada dimana sekarang?).
13:34 Aku memberikan perintah pesan kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
13:35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku.”
Satria Piningit berkata:” Terima kasih Yesus. Selamat berpisah. Kamu hidup di jaman alam yang ramah sedangkan aku hidup di jaman rawan bencana. Dan murid-muridmu sangkakan aku ini perampok ( ROMA 1:6 juga termasuk semua yang yang ada di Roma telah dipanggil menjadi milik Satria Piningit.) dan umatmu sangkakan aku ini pencuri ( IBRANI 1 :2 maka pada zaman akhir ini Tuhan telah berbicara kepada semua dengan perantaraan Satria Piningit, yang telah ditetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada.) padahal yang aku beritakan adalah kesaksian Injil tentang diriku. Dan Umatmu juga menolak menjadi umatku. Mereka menolak menjadi domba-domba Satria Piningit karena mereka tahu nasib akhir domba adalah DISEMBELIH !!”
( Curhat kok begini? )

Wow, artikelnya oke, tanggapannya kereenn. Ngawur tapi gak awur awuran, ha!.
Pesan yang sembunyi diantara keperdulian yang lekat, dikemas baik dalam bungkus kemasabodohan.
Memang asik membaca tulisan / tanggapan para Empu sedang gembira menulis

ramai juga komentarnya.. memang asyik juga membaca pembahsan tentang satrio piningit. sosok yang kita rindukan bersama untuk indonesia lebih baik.. izin menambah referensi :
cukup unik memang 98% memilih satrio piningit sebagai capres

saudaraku, perhatikan dengan hati hati , siapa satria piningit? dia DAJAL ato bener benar satria piningit, dajal pada awalnya menyamar seolah seolah benar dalam setiap perbuatannya, lalu mulai ketauan sifat aslinya, memiliki kesaktian, hampir setara para aulia allah.pahami tidak tanduk seorang yg mengatakan satria piningit ikuti jika benar, jika mulai salah jgn di ikuti.
sbenernya ada keanehan yang sangat nyata sekarang ini, menurut perasaanku, Awalnya bangsa indonesia adalah bangsa dewa dengan ramah tamah dan pengertian, Namun sekarang menjadi bangsa iblis : pemarah , pembunuh, licik dan sadis. gejalanya mata orang indonesia merah, semerah darah kemarahantak tertahankan, dan hitam sehitam hati yg keras laksana batu granit. Mengapa ada apa ini? orang orang yahudi dan israel menyusupkan agen agent rahasianya , untuk membinasakan siapa satria piningit, dengan teknologi dan rencana yang matang.
Di tambah bencana di mana mana?
time to armageddon(perang dunia ketiga) will come soon, siapkan dirimu semua. Rapat barisan. sambut sang SATRIA PININGIT,
tinggal indonesia dan malaysia benteng terakhir agama illahi, jikalau kau musnahkan kami , maka takkan ada yg mengenalMU lagi, negara ARAB SAUDI telah berteman dengan kesesatan para pemimpinnya berfoya foya.
wkwkwkwk ancur bro, salam kehancuran totalitas dari cacinkz keket…………..pucinggng

I drop a comment whenever I especially enjoy a article on
a site or if I have something to add to the conversation.
Usually it’s triggered by the passion displayed in the article I read. And on this article KUPAS “ SATRIO PININGIT ” | Bumi Mataram. I was excited enough to drop a thought ;-) I actually do have a couple of questions for you if it’s allright.
Is it only me or does it appear like a few of these responses look like
left by brain dead visitors? :-P And, if you
are posting at other sites, I would like to keep
up with you. Could you make a list all of all your shared
sites like your twitter feed, Facebook page or linkedin profile?

Bukannya saya sok tau hanya saja setelah saya mencari sekian lama ternyata saya telah diberi petunjuk yang maha kuasa agar menjadi orang2 pilihannya yang dididik untuk dipersiapkan membantu beliau nantinya menata kembali nusantara, bila saja ada yg berminat mengetahuinya silakan email ke wise_man1966@yahoo.co.id

SP asalipun saking jawa timur… celak Kediri… lor kulon… sami2 basanipun… logatipun… pripun? mboten pecados?

“Nganggo simbol ratu tanpa mahkota”
“Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: ‘Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.” – Ibr 1:6 Injil. “The Supreme-Lord of the earliest Jewish scriptures, Yahweh by name, is also the name of Indra, the Supreme-Lord of Hinduism’s earliest texts,and he is known to be cognate with Rudra-Shiva which confirms these”
hahaha tidak mudah jadi ratu adil jika bukan dia, tidak diperlukan trah ini trah itu. tidak mudah jadi ratu adil jika bukan dia, harus mengarang masalah:
– “koruptor harus diberantas!! semoga allah berkenan!!” hahaha.
– “sekarang roket yang disembah, bukan lagi allah!!” hahaha
kekurangan masalah? hehehe saya bisa memberi daftar masalah hehehe. ratu adil memang harus punya masalah, dan itu tidak bisa anda, karena semua orang indonesia masih kawan anda. hehehe.

“ TABIR KEHIDUPAN HARI ESOK “

Saat Sang Matahari dan bergulirnya waktu masih melestarikan Jagat Raya
Sabda Palon dan Naya Genggong pasti akan terlahir di Bumi buat menata kehidupan
Kemelut gerak kehidupan menjadi bencana dua arah yang mesti diwaspadai
Kelahirannya di Tanah Jawa masih menjadi tanda tanya bila belum memahami asal muasal Wali Nunggal

Di Tanah Sunda memendam tabir yang sulit di mengerti bila belum mengenal apa dan siapa Kanjeng Sukma
Keyakinan Kesepuhan Sunda tidak selaras dengan Sunda Wiwitan yang kini entah di Dada siapa bersembunyi
Andai bisa menembus Kanjeng Sukma dari Joyoboyo dan Eyang Prabu Siliwangi
Pasti nanti ada yang mampu membuka Tabir Kehidupan Hari Esok

Kini biarlah mereka bernyanyi dan menari sampai lupa diri menikmati keindahan yang menjadi pilihan
Memerangi kedengkian dibalik kehidupan penuh pengorbanan dan bisa merenggut nyawa

“Bintang Barat”
30 Mei 2013 (21.45 WIB)

Sampurasun.

Untuk seluruh putra putri dari sabang sampai merauke, segera rapatkan barisan jika kalian memang benar-benar mencintai nusantara… Kibarkanlah bendera nusantara jikalau ingin maju ke medan laga, “Toh Pati Jiwa Lan Raga”.

***SALAM NUSANTARA***

Ttd:

Raden Gentar Sapujagat.

maaf mas/mba ijin bertanya saya pernah mendengar kabar tentang satria piningit kalau ciri-ciri satria piningit itu mempunyai tahi lalat di tangannya apakah hal berikut benar adanya?

terimakasih

kalau SP itu sekarang sudah ada yang tahu, berarti dia “si SP dimaksud”, pasti dia bukan SP, karena tidak akan pernah ada yang tahu dimana SP itu ada. bisa jadi sebuah pernyataan dr sesorang mengaku diri SP atau perilakunya memang baik hingga di idolakan/dianggap sebagai SP, semakin dikejar si SP maka semakin tidak teraih, semakin kita mengidolakan seseorang sebagai SP semakin kita terjerumus kedalam kultus individu, karena semakin kita mendahului kehendak Nya, maka semakin keliru pula akhirnya.

Andaikata sudah ada yang diberi wangsit tentang siapa dan dimana sekarang si SP, pastilah dia terkunci dengan perjanjian untuk tidak mengemukakan pada siapapun.

Kita berharap SP segera muncul, karena kita sdh jenuh dengan ketidak pastian/ketidak adilan, kesengsaraan/kesulitan segenap anak bangsa, akibat dari sebagian anak bangsa yang tega terhadap sesamanya, karena kita meyakini dalam pengharapan bahwa SP merupakan sosok yang adil, mempunyai kekuatan yang besar karena diberi dan dilindungi oleh Nya, yang kelak akan membawa perubahan negri kita ini menjadi lebih baik sebagaimana yang kita inginkan.

aq yg akn mncarinya

bener tapi kurang bener . penjenengan kaji male

“JOWO MOJOPAHIT”

bener api kurang bener, panjenengan kaji male

“Jowo Mojopahit”

secara spiritual mungkin begitu, tapi secar psikologis di saat seseorang atau komunitas terdesak oleh himppitan pengaruh politik dan tatanegara yg
amburadul secara sadar mereka akan mengadu ke Alloh SWT dengan harapan ada kekuatan yg dpt membongkar kebobrokan kehidupan yg sduah
melampaui batas spt st ini.

Hurrah, that’s what I was exploring for, what a stuff! present here at this weblog, thanks admin of this web site.

trus kapan mnculya si satrio paningit,,,,,,

knpanya dipingit ya?? kalau lelaki dipingit biasanya menjelang pernikahannya dan mengemban tanggung jawab sebagai calon pemimpin..

katanya sich akhir tahun…ini, bintangnya sudah muncul secara kasat mata jelas (tanpa alat bantu ) di akhir tahun.. coba sama tidak dengan yang kudapat dari NASA.. ( ada di FBku )

Hi! This is kind of off topic but I need some guidance from an established blog.
Is it tough to set up your own blog? I’m not very techincal but I can figure things out pretty fast. I’m thinking about setting up
my own but I’m not sure where to begin. Do you have any points or suggestions? Thanks

if you want to get any sugestion you can follow my fb zulkifli1rj

satria piningit memang ada dan sudah mulai muncul kepermukaan untuk menyusun kekuatan mewujudkan hidup yang lebih baik bagi semua YANG LEBIH MAJU DAN SEJAHTERA BERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP KEBENARAN. tidak perlu dicari ataupun ditunggu karna sudah ada di http://zulkiflijambhak.wordpress.com dan fb zulkifli1rj dan bagi kekuatan sPIrITUaL tentu sudah tidak asing lagi karna sdah sering bertemu dngan saya.

KEKUATAN VISI SEORANG CALON PRESIDEN
VISI : REDISTRIBUSI ASET DAN SUMBER DAYA VITAL BAGI KESEJAHTERAAN RAKYAT DALAM RANGKA MEMPERKUAT “INTERNAL GROWTH” YANG LEBIH ADIL DAN MERATA SEBAGAI KONTRIBUSI TATANAN DAN SISTEM BARU EKONOMI DUNIA YANG LEBIH MAJU DAN SEJAHTERA BERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP KEBENARAN.
Kami meyakini…..anda pun menginginkan kehidupn yang lebih baik, martabat yang lebih tinggi dalam suatu tatanan kehidupan yang harmonis dimasa yang akan datang…….Kita tidak mungkin menunggu keajaiban yang akan merubah segalanya….Mari Kita Bangun Bersama…..Wujudkan Bersama…..Untuk Kita Bersama…..Indonesia Raya…
http://zulkiflijambhak.wordpress.com

askm, satrio paningit itu ada, bukan tidak ada, belia sekarang berada di jawa timur di daerah gunung, gunung itu sudah ada dulu sebelum ada gunung arjuna, semeru. beliau sekarang tdk ada di alas purwo banyuwangi dan alas ketonggo, di mana gunung itu sejarahnya tempat pertumpahan darah atau perang barata yuda yg banyak korban dari kerajaan penjuru indonesia, yg diperebutkan bukan kekuasan, kerajaan. tetapi harta yg melimpah di gunung itu sampai sekarang. beliau di pingit oleh para leluhur pulau jawa atas kuasa ALLah. dan di pingit oleh seorang kepercayaan Nabi Muhammad SAW sampai sekarang. beliau hidup sejaman nabi muhammad dan pernah bertemu nabi muhammad di mekkah, umur lebih tua beliau dari muhammad 7 tahun. beliau di pingit 15 tahun, dan baru berjalan 3 tahun dari sekarang. beliau sosok yg santun bicaranya, pendiam, adil, bijaksana dan pemberani menumpas kebatilan yg harus di berangus di muka bumi ini, welas asih, suka menolong, bicaranya tegas sampai jantung ini berdebar kalau dia sudah marah. beliau suka blusukan ke daerah daerah yg rakyatnya miskin dan menderita. melihat carut marutnya perangkat pemerintahan sekarang. beliau sudah keliling luar negeri dan tidak banyak orang tau tentang beliau, pemerintah sekarang di sorot oleh beliau, beliau ahli ketatanegaraan. kalau beliau mau membangun negara ini hanya satu kata yg di ucapkan beliau memohon kepada ALLAh, KUN FA YAKUN jadi jadilah. subbahanaallah. jaman ini sudah melenceng dari hakekat hidup manusia hidup di alam dunia ini kata beliau.pakaiannya beliau sederhana kayak orang desa, pakai topi tani bulat, tangan kiri menggenggam tongkat kayu, sandang pakaiannya di selempangkan di bahu kiri, kalau berjan awan yg menutupi tubuh beliau kemanapun beliau berjalan. ini bukan prabu siliwangi yg ada d tv. bahkan Prabu siliwangi aja sungkan sama beliau karena leluhurnya lebih tua, bahkan leluhur di tanah air sering ada pertemuan di gunung itu membahas negara ini, bahkan dari timur tengah juga datang, prabu brawijaya/suna lawu dan patih gajah mada, mr sukarno, raja sunda, raja bali, raja sulawesi, raja kalimantan, raja sumatra, dan para wali 9 yg ada d tanah jawa. muadahan kita di beri umur panjang 13 tahun lagi dari sekarang. yang merasa ngaku ngaku satria paningit sudahlah bikin malu maluin aja.nanti kalau pas orangnya keluar satria yg asli. yg ngaku ngaku satria keblinger sendiri malunya. dan para sahabat sahabat monggo kita sama sama bejabat tangan yg eraat baik muslim dan non muslim, suku dan raas dan tidak ada perbedaan satu sama lainnya kita harus satu nusa satu bangsa membrangus perlahan kebatilan di tanah air ini yg sudah stadium 5 kelewatan batas kata stria. amin ya robbal allamin

betul, kita semua sedulur, ada tantangan terbesar bagi kita untuk pecahkan kata NUSANTARA dari Bank penyimpan rekening Warisan Nusantara (rekening kerajaan Nusantara ), sebenarnya ini kunci genetika penguat sekuriti rekening Jaminan Sosial/ no. rekening sosial kelompok/sub etnis Melayu Timur (ASEAN sekarang ) seperti no sosial number di Amerika sana. Dan kunci itu ada di dalam genom di tubuh kita , saudara-saudaraku…

Thanks for sharing such a good idea, post is fastidious,
thats why i have read it fully

Dijaman leluhur, ramalan dituliskan bukan atas dasar iseng iseng berhadiah. Dijaman itu, alam masih bersih, bening, kekuatan alam keTuhanan masih sangat baik, murni dan ikhlas, manusia masih dekat dengan YME. Tentu saja, Satria Piningit itu ada. Untuk memimpin Nusantara yang luas ini, ber-ragam kebudayaan, bertaqwa pada YME dengan berbagai jalan pilihan (agama), diperlukan orang yang dipanggil lalu terpilih. Kita hanya tebak tebakan saja, siapa dia ternyata nantinya.
Mungkin saja dia orang yang sedang dizolimi terus menerus, lalu tiba tiba dia kembali terlihat, dan kemuliaan yang dimilikinya kembali menyentuh keyakinan kita semua.
Siapa tahu , ada nasib baik kita di tahun 2014 ini mendapatkan Pemimpin yang benar benar berkualitas, berkemampuan, dan mencintai rakyat disini dengan nyata nyata, bukan hanya wacana membosankan, tanpa kemampuan mewujudkan omong kosongnya itu.
Udra Yakha

yg jelas SP bukan orang Jawa; kalao namanya mirip jawa bolehlah– hehe

Siapapun Gak Ada Yang Tau Keberadaan Satria Piningit Yang Sebenarnya, Kecuali Allah,ke Dua Orang Tuanya Dan Dirinya Sendiri……..

Kesatria pastilah muncul..krna sudah lakon…ojo kesusu…..kembali kekita masing2…..sudah siapkan jk dipandu satria piningit tersebut…

adakah hubungan bocah angon dengan Nyi Kidul & Soekarno?

Berharaplah bocah angon dpt segera berjumpa dg bocah berjanggut, diantara mereka tidak ada yg menyuruh dan tidak ada yg disuruh, dan harapan itu dapat terwujud dengan bekerjasama. mtr nwn.

jujur..tepat waktu..selalu di jalan allah..mintalah keselamatan dan ridhonya dunia dan akhirat

Banyak kitab jawa dan kitab laen yg cerita dan kisah mirip dg sejarah para nabi,karna memang sebenarnya memang merekalah yg dikisahkan dalam cerita itu. Sedang yg di maksud satria piningit dlm urutan nabi adalah rosululloh Muhammad sholollohu’alaihiwasalam. Tp seiring perjalanan hidup,sejarah itu sdkt terulang atau sdkt mirip.tidak hanya di indonesia,dinegara laen jg seperti itu,
Di tingkat kelurahan jg ada perjalanan yg dialaminya mirip seperti itu(soalnya kl dimirip”kan di kampungku urutan lurahnya hampir mirip dg artikel di atas.
Mungkin saja yg jd satria piningit untuk indonesia kali ini bisa saja pak jokowi,atau siapalah,kemudian bisa ja setelah datangnya satria piningit.ceritanya di putar dari awal lagi dg episode laen tp jl cerita yg hmpir mirip hingga datang lagi satria piningit lagi,
Tp yg jelas,, satria piningit di akhir kehidupan adalah turunnya nabi ISA ‘alaihisalam(al masih=sang utusan) dari langit. Yg kelak datang setelah dunia kacau,banyak peperangan dan pertengkaran,dan kerusakan yg diakibatkan dajal. Yg setelah datangny beliau akan melawan dajal dan membenarkan agama islam adalah agama pemersatu seluruh agama yg terdahulu dan agama yg khak.

The best artikel tentang Satria Piningit ! aku yg gak tertarik tentang Satria Piningit pun jadi tertarik utk mengetahuinya. Setelah baca pesan2 Prabu Siliwangi, aku ingin memiliki buku atau Ebooknya. kira2 nyarinya di mana ya? terima kasih

SP namanya adalah Syarif Hidayat keturunan jawa sunda

satrio piningit itu sama seperti kita,bagi dia sm saja raja/rakyat dia berjuang untuk islam,karena dia tau klo islam lah yg akan mnjadi barometer dunia bukan yahudi &nasrani.kebetulan indonesia mayoritas islam KTP maka Allah hendak meluruskan oarang jawa yg LEBAY

Terimakasih atas tulisannya. Mdh2an doa kita bersama mendapat Ridho Allah swt.
Amin ya robbalalamin.

BUKA MATA HATI DAN TELINGA DODOL !!! . . . . . .13599999

https://drive.google.com/file/d/0B9LHlRheIuszVUowSVgyMXpPMjg/edit?usp=sharing

(Quranul-Kitab):Al-Baqarah 129 (Doa Nabi Ibrahim As)
“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al-Hikmah serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.”

Saya mohon sebarkan,
goro-goro, murka Allah SWT, amuk bumi,
3 days darkness, tidak lama lagi..

Saya hanya seorang pemberi peringatan..
untuk nama di akta saya, imam ahmad
nama darah biru , raden ahmad
entah Raden itu dari darah biru raja mana, saya tidak peduli itu!

Apa jadinya yang di maksud satrio paningit itu adalah joko wiidodo…yg sekarang menjadi gubernur jakarta…coba renungkan,satrio paningit/ratu adil itu pada dasarnya adalah adil..tidak di timur tidak di barat,tidak di utara tidak di selatan…tapi di tengah…jokowi lahir di solo surakarta jawa tengah,dan renungkan dengan segala ramalan ramalan joboyo atau apa…dan renungkan pula tentang ciri ciri satrio paningit…

Bocah ARCO [ ARAK COLA ] SEMARANG

baru-baru ini saya menemukan disitus internet :

Menguak Misteri Presiden ke 7 Indonesia

ROJO HERU COKRO KASIO-SIO

Timbule Rojo Kapisan, Besuk ing tanah Jawa ono rojo tanpa serat kang paring asma Heru Cokro, yaitu Raja kang isa ngangkat martabate bangsa. Lengsere Heru Cokro besuk yen ono gunung-gunung padha jugrug wong wadon angger wani.

ROJO ASMORO KINGKIN ANGKORO ARTO

Timbule Raja Kapindho, Gara-gara anane udan salah mangsa, lintang kemukus ing wetan parane, yen parak esuk nagtanake sunare. Patondho Jawa bakal ana perkara kang luwih gede saka pagebluk wulan sura bareng karo metuni macan loreng aran Asmara Kingkin.

Asmara Kingkin dadi raja ing Ttanah Jawa akeh kawula kang ora ngerti apa-apa dadi tumbaling Negara, lampus saka tangane Asmara Kingkin. Asmara Kingkin dadi raja ing Tanah Jawa misuwur tumekane monco negara.

Besuk yang wis teko titi mangsa lengsere Asmara Kingkin yo kuwi soko turune dhewe. Lan yen wis ono wong kang kerokan lan glindingan. Senuk-senuk padha mlaku yaiku pratandha lengsere Asmara Kingkin.

ROJO SOKO SEBERANG

Timbule Raja Katelu, Besuk ing Tanah Jawa ono raja anyar kang ora disangka-sangka pawongan iku saka tanah sebrang peparap Mak Kasar. Dadi raja ing Tanah Jawa suwene mung sak umur bayem, nanging Tanah Jawa ora malah tenterem mung ndadekne kocar-kacire bangsa lan negara. Akeh wong Jawa padha keplayu metu saka negarane dewe. Raja Mak Kasar nyuwil negara kang ana sisih wetan panggone. Yoiki pratandha lengsere Raja Mak Kasar.

ROJO TANPO NETRO

Timbule Raja Kapapat, Ono raja saka tanah Arab kang peparab Samsudin. Raja tanpa netra bisa maca, tanpa suku bisa mlaku ngupadi turune Heru Cokro.

Samsudin dadi raja para kawula alit lir kados medale laron sing kurang duga, tumpang suh mabure. Opo wae digampangake. Para manggalaning praja mantra bupati ora ana ajine. Ya kuwi lengsere Samsudin.

ROJO TUNO WICORO

Timbule Raja Kaping Limo, Raja Samsudin nuli nimbali mego ingkang sampun kacandhak. Ature Raja Samsudin, “Panjenengan sejatine turune Heru Cakra kang bisa nentremake negara ing Tanah Jawa. Aku enggal pamit marang sliramu, aku arep bali nang negaraku. Iki wis rampung anggonku ngupadi sliramu. Ayo padha samat-sinamatan, kajen-kinajenan. Sliramu wis jumeneng dadi ratu ing Tanah Jawa, kula semanten ugi mugi-mugi saged damel sireping negari sak mentawis.

ROJO NOTO KUSUMO

Timbule Raja Kaping Enem, Bebarengan karo ki dhalang mundhut lakone lahire Batharakala, ana satriya kang sulistya ing rupa kang gentur tapane akeh prihatine anduweni gegaman saka wong tuwane jejuluk Kyai Samber Nyawa, ya kuwi raja ing Tanah Jawa peparap Nata Kusuma kang bebarengan satriya saka Tanah Sebrang sing kasusupan sukmane batharakala. Jumenenge Natakusuma dadi raja ananing negara akeh prahara. Kawula padha kaweden, yaiku pratandha lengsere Natakusuma.

ROJO JOKO LELONO PRANOTO NUSWANTORO
Raja Pemuda Pengembara Penata Nusantara

Timbule Raja Kaping Pitu, Ing Tanah Jawa ana sawijining padepokan sisih kulone Gunung Jamur Dipo. Ana Begawan kang apeparap Begawan Sikilokilo. Begawan Sriklokilo kagungan putra kakung aran jaka Lelana.

Begawan Srikilo-kilo mlayu saka Tanah jawa , kalunta-linta uripe ing negara manca. Ora pati-pati bali ing tanah Jawa yen during Raja Heru Cakra lengser kepabron saka Tanah Jawa. Sak lengsereipun Raja heru Cakra, begawa Sriklokilo bali ing Tanah Jawa madhepok ing sukuning Gunung Jamur Dipo. Nggulawentah kang putra jaka Lelana kagambleng wonten kawah candradimuka dadiyo satria pilihan kang besuke ngabdi marang Asmara Kingkin.

Uripe Jaka Lelana ora beja, malah nemuhi rubida lan tansah urip kalunta-lunta kasiya-siya. Ananging Gusti Kang Maha Kuwasa kang njangkung satindake Jaka Lelana kang besuke bakal dadi Raja ing Tanah Jawa ngganti lengsere Raja Natakusuma.

Pakem ini sudah diterbitkan dalam bentuk buku oleh pasardesa press dengan judul “Menguak Misteri Presiden ke & Indoneisa” ditulis oleh Nawawi A. Manan & Surjokotjo

……………. Sebuah tulisan berjudul “menguak misteri Presiden Ke 7 Indonesia”, Tulisan itu dalam bahasa jawa dan saya tidak tahu artinya. Apakah admin bisa membantu saya menerjemahkan kedalam bahasa Indonesia ? sekaligus menjelaskan arti atau makna yang ada dalam tulisan itu.

Untuk admin ketahui, saat ini saya sudah berada di pertemuan tiga buah laut yaitu pulau Sulawesi, Nostradamus mengatakan Satrio Piningit atau LAKI-LAKI DARI TIMUR berada di wilayah itu. Mudah-mudahan tulisan yang akan admin terjemahkan dapat membantu saya menemukan titik kordinat yang kita cari selama ini. pernyataan ini telah diposting di http://satriopiningitmuncul.wordpress.com dan blog SATRIO PININGIT lainnya.

Satrio Piningit belum akan keluar apabila Gunung Gede belum memberikan tanda-tandanya. Sesuai dengan Uga Wangsit Siliwangi : “tapi nanti, setelah Gunung Gede meletus, disusul oleh tujuh gunung. Ribut lagi seluruh bumi. Orang sunda dipanggil-panggil, orang sunda memaafkan. Baik lagi semuanya. Negara bersatu kembali. Nusa jaya lagi, sebab berdiri ratu adil, ratu adil yang sejati. Tapi ratu siapa? darimana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu. Sekarang, carilah Anak Gembala. Segeralah pergi. Tapi ingat, jangan menoleh ke belakang!”

“Para penguasa lalu menyusup, yang bertengkar ketakutan, ketakutan kehilangan negara, lalu mereka mencari Budak Angon (Anak Gembala), yang rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu, yang rimbun oleh pohon handeuleum dan hanjuang. Semua mencari tumbal, tapi Budak Angon sudah tidak ada, sudah pergi bersama Budak Janggotan (Guru Mursyid), pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné! (Lebak Cawene di sekitar Cihanjuang pedataran tinggi di wilayah Bandung Barat)”.

Dimanakah Lebak Cawéné ? Lebak Cawéné adalah suatu lembah seperti cawan, yang dikatakan di dalam Serat Musarar Joyoboyo sebagai Gunung Perahu (Gunung Tangkuban Perahu). Tempat itu digambarkan sebagai suatu lembah atau bukit dimana permukaannya cekung seperti tertumbuk perahu besar (Pedataran Bandung Barat) . secara gambaran spiritual, di tempat itu terdapat 2 sumber air besar (Sumber air dari Situ Lembang dan Curug Cimahi) dan ditandai dengan 3 pohon beringin (Ada tiga pohon beringin putih yang tumbuh).

Jadi Lebak Cawene adalah suatu tempat di kaki gunung Tangkuban Perahu yang diapit oleh dua sumber air besar (sumber air berupa sungai di bawah tanah), yang berhulu di Situ Lembang dan Curug Cimahi. Ciri rumahnya adalah terdapat 3 pohon beringin (putih), terdapat pohon handeuleum dan dinaungi pohon hanjuang. Pintu rumahnya setinggi batu. Maksudnya pintu rumahnya tidak sejajar tanah, tapi agak ke atas, untuk menuju pintu tersebut harus menaiki beberapa anak tangga. Tahun 2014, Anak Gembala belum akan muncul karena masih mendapat gemblengan lahir dan batin. Anak Gembala tersebut sedang digembleng oleh beberapa orang Guru Mursyid, diantaranya Kanjeng Sunan Gunung Djati, Prabu Siliwangi, Prabu Niskala Wastukencana, Eyang Prabu Rangga Buana, Eyang RanggaWulung dan Eyang Braja Warsesa.

Apakah Jokowi adalah Satrio Piningit yang telah ditunggu-tunggu?Kelihatannya mungkin ya, karena dia punya kharisma yang luar biasa

Klo km pgn tau jokowi itu cm boneka’a megawati..
Klo km pgn tau Satria piningit dtg ke karawang..cri yg nama’a gagak lumajang ok

Asslamulaikum wr. wb. Mohon maaf sebelumnya, pd kesempatan ini saya mencoba meluruskan beberapa tulisan Bapak, belum semua tulisan sempat saya baca, sebab saya pikir Bapak terlalu banyak menggunakan acuan literatur ketika menulis, tidak semata-mata atas dasar informasi dari guru batin (sebagaimana yang berkali-kali Bapak utarakan dalam tulisan). Setidaknya Bapak juga menggunakan ilmu gotag gathug mathug. Seperti misalnya Sunda Besar, sebagai Susunan Dunia Besar dan seterusnya. Beberapa koreksi yang perlu saya sampaikan misalnya soal sebutan Nusantara, yang benar sebetulnya Neswantoro. Sebutan2 atau nama lain SP, sebetulnya cuma satu yaitu Pangeran Neswantoro, tidak dilahirkan dibumi sunda, tapi secara lebih spesifik dilahirkan di jawa tengah, beliau titisan raja-raja majapahit. Dan beliau sedang dalam bimbingan para syaick dan leluhur. Saya menyarankan juga, mohon Bapak lebih banyak berselancar “di dunia lain”. Sebab di dunia lain, nama lahir si SP sdh ditetapkan. Selamat berjuang, semoga menemukan. Mohon maaf sesudahnya. Wassalam.

Memang banyak pertanda alam sudah menceritakan kepada kita bahwa tahun ini satrio piningit Akan segera muncul. Mungkin lebih spesifiknya setelah 9 April 2014, dia Akan dicalonkan oleh tokoh2 bangsa sebagai president RI ke 7. Ciri2 nya adalah seorang pemuda kelahiran 1977, asal nya dari solo, mempunyai tanda Putih di ke dua telapak tanganya, berasal dari anak petani, menjadi pedagang dan pengusaha biasa, dan saat muncul ke media Akan membawa bendera hitam bergambar burung garuda emas memeluk chakra bermata 9, dan dia Akan dipersilahkan oleh satrio ke 6 yaitu SBY. Namanya sudah sangat jelas terdengar diwilayah solo dan sekitarnya, Tuntas Subagyo. Di bank of Swiss dia lebih dikenal sebagai M-1/a.k.a man from the east/a.k.a king of king. Dia tidak mencari, tidak meminta, tidak berambisi untuk semua ini, yang begitu mencengangkan adalah dia adalah pemilik 25 rek obligasi di bank of Swiss yang dibuat oleh Bung Karno dan 11 sahabat nya. Awalnya anak muda ini tidak percaya, karena dia kelahiran tahun 77 sedang rek itu dibuat tahun 1937. Gubernur bank of Swiss pun tidak percaya sebelumnya. Tapi setelah diceck siding jari, retina mata, dan tanda tanganya semua sama. Yg lebih heran lagi adalah dia berhasil menyebutkan semua password rek tersebut. BI sedang mengurus Dana tersebut. Tapi semua masih tidak percaya bahwa pemuda ini seorang time traveler, termasuk si pemuda. Tapi itu nyata, dan hanya Allah yg tau. Lalu pemuda ini dipaksa oleh para tokoh untuk memimpin, karena jika dia tidak memimpin bangsa ini keselamatanya Akan terancam. Dia Akan menjadi buruan CIA dan Mossad untuk dihabisi, agar Dana itu menguap. Dan 26 Negara yang menggunakan Dana tsb tidak perlu membayar hutang. Mari kita do’a kan saja, agar indonesia segera menjadi mercusuar dunia, dan Panji Panji hitam dari timur segera berkibar di bumi pertiwi. Siapa pun yg memimpin nanti. Terimakasih. Salam Nusantra. #surya_nuswantara

Mata-mata sudah disebar. Orang-orang asing yang rajin mengunjungi makam raja-raja dan tempat-tempat wingit. Bahkan mata-mata dari negeri sendiri.

Mau tanya yg dimaksud dengan ketitisan wahyu keprabon itu apa ya? Soalnya aku gk py ilmu kebatinan

Ohh satria piningit itu contoh’a seperti itu toh,,abdi jadi pengen ketemu cepet” sm satria piningit..

Penangung jawab Ratu Adil telah muncul, menolong bagi yg “mau” tertolong, beliau dikenal Wali Amanah Tunggal Penanggung Jawab Dunia Selamanya : Ki Ageng Gede Sungkono Suryo Diningrat II Samber Nyowo.
web : 101parikesitamanah101.com
follow twitter @alif surono

alif surono

Wes cedak wayahe. Goib-goib do sorak sorai nyakse’no Ratu ne wes metu. Ratu ning jagad. Kahyangan geger do pengen melu Ratu ne.

BISMILLAH PENYATUAN ORANG ORANG AMANAH program dan rencana AMPERA mempunyai kaedah tersendiri dalam bersholat atau berhubungan dalam usaha mempersatukan dan menyatukan semua manusia yang TERPILIH yang TERPENCAR DI SELURUH DUNIA ditempat dan keadaan yang berbeda dab berbeda pula keturunan, warna kulit, kedudukan dan pekerjaan mereka namun semua perbedaan itu telah disatu dan menyatu dengan SATU RASA yang hanya mampu dirasakan oleh mereka dimana PENYATUAN semua mereka akan mewujudkan satu kekuatan yang sempurna yaitu kekuatan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan apa yang telah menjadi KEIMANAN semua mereka yakni MEMBINA KEBENARAN DAN KEADILAN ALLAH DI BUMI, demikianlah sebaik baiknya kekuatan itu adalah MANUSIA TAQWA YANG DI HATI MEREKA TELAH TERMATERAI KOKOH : ” LM ” ( LAA ILAHA ILLALLAH MUHAMMDARRASULULLAH ———————————————————————————————————————– Sedangkan ” LM ” bukanlah bermaksudkan ” LOGAM MULIA ” seperti yang diistilahkan oleh mayoritas manusia yang mengira bahwa mereka itu ORANG AMANAH yaitu orang yang hanya mencari HARTA PENINGGALAN SOEKARNO dimana sebagaian dari orang orang yang mengaku sebagai ” ORANG AMANAH ” ini telah memfaatkan beberapa PERALATAN AMPERA ( surat berharga, permata,ubcn,kuningan sari,logam emas dll ) untuk MENIPU dan MEMBOHONGIN LAIN LAIN RAKYAT INDONESIA,hingga akhirnya AMPERA sulit diperkata dan diperjelas kepada umum apabila hampir semua orang yang terlibat dalam urusan “AMPERA” telah dibohongin dan ditipu bahwa BUNG KARNO telah menitipkan berton ton LOGAM MULIA pada pada orang orang tertentu, hingga digunakan nama nama KIAI dan ULAMA malah ada diantara para manusia yang bergelar KIAI juga telah terlibat secara langsung dalam SINDIKAT PENIPUAN yang menjadikan harta peninggalan bung karno yang konon berupa LOGAM MULIA sebagai produk ubtuk transaksi jual beli LOGAM MULIA , sedang mereka sendiri telah ketahui dengan pasti bahwa apa yang mereka pegang bukanlah PLATINIUM atau AURIUM yang ASLI sebaliknya ” DUPLICATE ” kepada logam mulia yang asli yang semua masih utuh tersimpan di BANK sebagai ” ASSET BANK” namun memang tidak dapat dinafikan bahwa ada orang orang tertentu di BUMI NUSANTARA INI yang ketitipan ” GHONIMAH ” sedang ” ghonimah ” adalah HAK ALLAH dan RASUL yang TERLARANG diPERJUAL BELIKAN karena ada CARA pembagian yang sudah ditetapkan. Demikianlah nama ” AMPERA ” telah TERCEMAR dan DICEMARKAN dengan seribu satu macam MODUS OPERANDI oleh manusia manusia yang tidak mengimani ALLAH dengan sebenar benarnya ke imanan, TIDAK BERTANGGUNG JAWAB, TIDAK MEMILIKI RASA BELAS KASIHAN, RAKUS LAGI OPPORTUNIS dan SANGAT ANIAYA, dimana mayoritas dari mereka hanya dijadikan ” KUDA TUNGGANGAN” para setan untuk menguji KEJUJURAN dan KETULUSAN manusia manusia yang dicalonkan menjadi MANUSIA PILIHAN ALLAH untuk menangani URUSAN AMPERA sedang ” LM ” dalam versi AMPERA adalah merupakan PANCA LOGAM yang dijadikan ALAT sebagai sarana untuk merintis jalur komunikasi dalam mencipta dan mewujudkan JARINGAN KOMUNIKASI untuk mempertemukan kembali semua insan yang TERPELIHARA KALIMATUL HAQ di hati mereka sebagaimana terpeliharanya logam mulia dari proses PENGOKSIDAN atau KARAT maupun mereputkan seperti apa yang dialami oleh semua jenis LOGAM LOGAM yang ada di dunia. Namun pengertian sebenarnya ” LM ” adalah kalimat : ” LAA ILAHA ILLALLAH… MUHAMMADARRASULULLAH” Demikianlah kalimah TOYYIBAH ini akan hanya bisa di mengerti pengertiannya oleh SEMUA ORANG ORANG AMANAH YANG SESUNGGUHNYA MEREKA SAKSI SAKSI ALLAH seperti yang dijelaskan oleh Al Qur’an di surat ALI IMRAN ayat 52 dan 53. Demikianlah dalam AMPERA kalimah toyyibah diartikan BUKAN dengan pengertian dalam bahasa ARAB tetapi memahami kalimah ini dengan BAHASA ALLAH yangmerupakan DUA HUKUM TERTINGGI di seluruh alam semesta yang mengatasi segala hukum yang ada di alam semesta ini. demikianlah ORANG ORANG AMANAH yang sebenarnya disurug mencari MANUSIA YANG BERHATI MULIA SUPAYA DIANGKAT DAN DILANTIK MENJADI PEMIMPIN MEREKA. Demikianlah AMPERA adalah sebuah rencana yang bertujuan mengumpulkan kembali manusia manusia yang benar benar mengimani ALLAH dan benar benar memelihara akhidah mereka terhadap ALLAH dari rusak atau tercemarnya dengan peradaban dunia yang kembali JAHIL dan umat Muhammad mayoritas nya kembali berada di zaman JAHILLIAH, justru rencana AMPERA adalah BERTUJUAN MENCARI, MENGENAL PASTI, lalu MENYATUKAN terlebih dahulu ORANG ORANG yang masih KOKOH dan terpelihara akhidah mereka terhadap ALLAH secara perlaksanaan SHOLAT dalam versi AMPERA sedang SHOLAT berarti BERKOMUNIKASI atau BERHUBUNGAN yang membawa maksud CARA NENGHUBUNGKAN DAN MENYATUKAN KEMBALI ORANG ORANG BERIMAN dengan menggunakan kaedah AMPERA seperti ukuran piawi LOGAM MULIA yakni nilai piawai 0.01 ditunggalkan ke dalam nilai piawaian 999.99 namun hubungan dan penyatuan orang orang beriman kepada ALLAH dan hari kemudian ini tidak akan berguna dan bermanfaat jika benar benar mengerti wawasan akherat, karena wawasan akherat adalah kesinambungan kehidupan yang baik di dunia atau dengan kata lain semua umat beriman mau disatukan di AKHIR ZAMAN ini untuk membina peradaban surga supaya bisa dijadikan sebagai REPLIKA atau MERCU SUAR dalam mencapai kehidupan yang baik untuk dicontoh dan diteladani oleh sekalian manusia di muka bumi yang semua mereka ingin memperoleh kehidupan yang baik. demikianlah MONAS menonjolkan bentuk API yang terpancar dengan cahaya emasnya membawa pengertian betapa kekuatan dan kesinambungan NKRI terletak pada segolongan manusia yang memiliki JIWA dan AKHIDAH seumpama nyalaan API yang senatisa menerangin sekitarnya dengan CAHAYA MURNI lagi KEKAL ABADI seperti sinar LOGAM MULIA yang tidak bisa dioksida atau dipudarkan oleh sembarang keadaan maupun CUACA yaitu manusia dengan kekuatan akhidah yang murni kepada ALLAH dimana kekuatan akhidah yang murni ini telah membolehkan mereka bertahan dalam semua jenis PENDERITAAN dan COBAAN maupun semua KEADAAN dan SEMUA ZAMAN dari semua TIPU DAYA dunia dan godaan setan yakni akhidah yang tidak pernah LEMAH ataupun merasa JENUH dalam mengharapkan PERTOLONGAN ALLAH serta semua JANJI JANJI NYA, akhidah yang tidak bisa dipadamkan cahayanya oleh hampir semua jenis unsur yang ada di dunia seumpama LOGAM MULIA itu, mereka berasa dalam tekanan dan himpitan kehidupan dunia yang serba sulit dan payah atau serba senang dan mewah. yaitu manusia manusia yang jiwa mereka tidak pernah mati walaupun dunia mengira mereka mati sedang mereka terus hidup dan terus berjuang dalam wadah dan nama yang berbeda karena di hati merekalah ditanamkan akhidah terhadap ALLAH sejak azali lagi. demikianlah perjalanan isra miraj Muhammad SAW untuk mengambil perintah sholat, telah memberi gambaran bagaimana penyatuan itu harus dilaksanakan dan yang seharusnya terjadi dalam melayakkan sekalian umat muhammad khususnya rakyat indonesia untuk memanfaatkan HARTA AMPERA dalam usaha dan program mensejahterahkan kehidupan seluruh manusia di muka bumi justru, apakah kesimpulan yang dapat kita SIMPULKAN dalam memahami sebenarnya ALLAH dalam menyeru manusia seperti topik yang dibentangkan di tulisan ini yaitu : MENCAPAI KEJAYAAN HIDUP DUNIA DAN MEMPEROLEH KEMENANGAN YANG BESAR DI ALAM YANG KEKAL ABADI???? sebelum menjawabnya marilah kita merenung firman ALLAH di kitab INJIL petrus 1 : 16 ” sebab ada tertulis ; KUDUSLAH KAMU sebab AKU KUDUS. firman diinjil dikukuhkan oleh sebuah hadist nabi SAW yang berbunyi : ” berbudi perketilah seperti budi pekerti tuhan” lalu kita bandingkan dengan firman ALLAH di surat MUHAMMAD ayat 33 berbunyi: ” HAI ORANG ORANG YANG BERIMAN , TAATLAH ALLAH DAN TAATLAH RASUL DAN JANGANLAH KAMU MERUSAK AMAL KAMU berdasarkan firman AL Qur’an ini jelas intinya sama dengan apa yang difirmankan dala injil yakni kita disuruh TAAT yang bertujuan agar TURUT TANPA MEMPERSOALKAN apa apa yang telah diperintahkan dan dilaksanakan oleh ALLAH seperti mana yang diteladani ileh rasul, sedang ” TURUT” sama artinya dengan ikut sebab itu umat muhammad dikatakan juga sebagai PENGIKUT MUHAMMAD, sedang ikut adalah kata perbuatan yang berarti menjajaki apa apa yang telah dilalui atau dirintis oleh pendahulu yang juga disebut PEMIMPIN. demikian ALLAH menyeru manusia mencapai apa apa yang telah di capai olehnya dan untuk membolehkan manusia mencapai apa apa yang di capainya maka dia memilih di kalangan manusia itu sendiri pemimpin yang mampu MENTAATI dan MENURUT atau CARA HIDUP yang telah dikenal pasti dan dijamin mampu membawa manusia mencapai apa apa yang telah di capai oleh ALLAH yakni KESEJAHTERAAN HIDUP, justru mari kita bertabya diri : ” APAKAH KEJAYAAN HIDUP YANG SEBENARNYA DI DUNIA INI ???? bukankah firman diatas merupakan satu gagasan agar manusia membersihkan hidup mereka seperti mana ALLAH membersih dan menyucikan NAMA, MARUAH MANUSIA, MARTABAT MANUSIA secara melantik mereka menjadi KHALIFAH , mengajar manusia dengan ilmunya yang tidak di anugerahkan kepada malaikat maupun jin, demikian KOMMITMENT ALLAH dalam mensucikan manusia dilakukan sacara IKHLAS tanpa mengharap apa apa pun jua balasan dari manusia kecuali untuk MEMBUKTIKAN KEBENARAN NYA YANG SANGAT SUKAR DAN SULIT UNTUK DILIHAT MATA MAUPUN UNTUK DIMENGERTI OLEH MANUSIA YANG TIDAK MENGGUNAKAN MATA IMAN ATAU MATA HATI, JIKA KEBENARAN ITU HANYA DICERITA ATAU DIBICARAKAN LEWAT LISAN MAUPUN TULISAN, JUSTRU DALAM SEMUA AJARAN SYARIAT , MANUSIA HANYA DISURUH TUNDUK DAN PATUH DALAM MENURUT KEPIMPINAN ALLAH. disini dengan jelas kita dapat membandingkan BUDI PEKERTI ALLAH yang maha agung dan sangat berbeda dengan budi pekerti malaikat dalam mensucikan NAMA ALLAH karena mereka masih mengungkit atau memperhitungkan semua itu seperti mana yang diceritakan oleh ALLAH di dalam Al Qur’an . kemudian kita bertanya diri kita kembali : ” MAUKAH KITA ATAU SUKAKAH KITA, JIKA SESEORANG MENUTUP KESALAHAN ATAU KESILAPAN KITA, LALU DIA MENYEBUT NYEBUTNYA ATAU DIA MENGUNGKIT SEMUA KEBAIKAN ITU PADA KITA APABILA DIA TIDAK MEMPEROLEH SESUATU KEBAIKAN ITU PADA KITA APABILA DIA TIDAK MEMPEROLEH SESUATU YANG DIINGINKAN DARI MITA SEBAGAI IMBALAN ???? ini sangat jelas memperlihat betapa mensucikan NAMA ALLAH lalu mengungkit ungkitnya seperti apa yang dilakukan oleh para malaikat jelas suatu tindakan yang dibuat BUKAN berdasarkan CINTA sebaliknya berdasarkan TUGAS dan menghatapkan IMBALAN, justru orang orang yang ikhlas tidak akan mengharapkan IMBALAN karena apa yang dilakukan adalah demi CINTA semata mata justru cinta bukanlah sesuatu yang hanya sekadar ucapan semata mata, sebaliknya CINTA MERUPAKAN KOMMITMENT TERTINGGI YANG MENUNTUT PENGIRBANAN SECARA TOTAL DARI YANG MENCINTAI TERHADAP YANG DI CINTAI.sesungguhnya kommitment sedemikian tinggi, sangat sulit dilaksanakan jika kedua duanya pihak yang terlibat dalam kommitment tersebut belum mempunyai persamaan dalam pengalaman dan pengetahuan atau MEMILIKI RASA KESADARAN YANG SAMA, demikianlah ALLAH mengajarkan manusia menempuh jalannya agar manusia memperoleh pengalaman seperti yang ALLAH INGIN merasakannya, lalu ALLAH menurunkan KITAB lewat Malaikatnya sedang semua kitab ALLAH hanyalah sebagai PERINGATAN yang bermaksud mengingatkan kembali semua manusia apa apa yang telah mereka lupa. demikianlah ORANG ORANG AMANAH itu sebenarnya adalah SAKSI SAKSI ALLAH yaitu SAKSI KEBENARAN tentang KE ESAAN ALLAH membangun kerajaan surga , seumpama raja najasi di habsyah dulunya yang telah membenarkan dab mempersaksikan bahwa Muhammad SAW itu adalah RASUL ALLAH kepada rekan rekanku di facebook bagi percaya dengan kebenaran itu tidak ada di tulisan / seruan ini melainkan DIHATI YANG BISA MELIHAT SUATU KEBENARAN LEWAT CETUSAN RASA HATI YANG DIBENARKAN AKAL DAN HANYA ORANG ORANG YANG MAMPU MELIHAT KEBENARAN SERUAN ALLAH SWT INI UNTUK SAMA SAMA MEREALISASIKAN MBB, INGIN MENJADI PEJUANG ALLAH DENGAN DATANG KETEMU LANGSUNG , PAK HAJI YUNADHA NGABEHI 081279749999,PAK SUDARSONO 081280311051 / 08778269626 sebelum menghubungin beliau silahkan baca buku gppmbb dengan mengirim alamat email kangmas

Tidak ada keinginan namun itulah kekuasaan alloh yg maha dasyat yg menghendaki dan harus dijalanisemata2 titipan sang illahi lakhaula walaquata ilabillah

satria piningit adalah anak kesayangan Prabu Siliwangi III. Adapun asalusulnya adalah sesuai bait uga wangsit siliwangi:
“kapan munculnya anak gembala, saat pemuda gendut (gusdur) datang ke daerah yang ribut-ribut tanah senusantara.” yaitu “bumi mekkah denna lair” (dibumi mekkah ia lahir), tempat pertemuan tiga arus laut. gak mungkin ratu adil tinggal di laut kan? itu menunjukkan daerah ratu adil adil pernah terkena tsunami.
Ratu adil mula-mula akan menunjukkan kesaktian di yogya dulu, sesuai dengan “hiya iku kanjeng nabi isa, akedaton ing grijiwati tengah-tengahing bumi mataram”. diyogya, ratu adil yang telah mengembara dari tempat asalnya ini tinggal di pusat yogya.
rumahnya pintunya setinggi baru, beratap handeleum, dan dipagari hanjuang. kalau mau masuk ke kostnya cuma bisa lewat satu pintu saja. “membuka pintu yang ada didepan” kata prabu siliwangi III.
Sewaktu ratu adil menunjukkan kesaktian di yogya inilah, orang indonesia “semua mencari anak gembala tapi ia sudah pergi ke lebak cawene” mencarinya dan ia lalu pindah ke lebak cawene.
setelah 5 tahun di sana, baru ia memindahkan lagi ibukota ke ngawi “kekuta ing katangga, wetane bengawan banyu, sikil lawu.” yaitu tempat yang sekarang masih hutan ketonggo.
demikianlah adanya, asalusul ratu adil yang anak dewa indra (Yahweh) itu. Ada dua anak dewa indra:
1. Arjuna.
2. Jesus yang telah lahir kembali di tanah seberang tempat tanah itu terkena tiga arus laut.
Siapa diantara mereka yang dianggap sulung oleh dewa indra, dialah yang jadi ratu adil
hahaha demikianlah adanya. hahaha.

dulu, aku pernah mimpi yang mungkin aneh : seketika saya berada di sebuah gua, terlihat dua ekor macan, dimana salah satu macan membisiki/ menegaskan agar tetap mengacu di agamaku sekarang, dan sesaat itu juga saya merasa takut mendekati macan yang satunya. akhirnya aku bisa menarik peristiwa itu : berupa de Javu..: yaitu saya telah mendekati salah satu putri Kraton Yk (masih famili dgn simbah putriku ) namun ada seseorang mantan tetangga ( Yogya) yang sama shionya memberi wejangan tetap mendalami agamaku yang sekarang.
bisa jadi salah satu perwakilan singa tersebut lambang dari ilmu Siliwangi ( cakar lima ) sedangkan satunya adalah ilmu dari Mataram (Ksatrian Mataram )..

Tempat pertemuan tiga arus laut memang ada saudaraku. Tempat monitoring Kanjeng Ratu. Dan tempat betemunya SEMAR, KANJENG RATU dan PRABU SILIWANGI.
Begitupun dengan SEMAR, memang, nyata adanya, seperti yang disimbolkan oleh WALI melalui media WAYANG.
Dapat mengetahui CANGGAH seseorang, dikarenakan didampingi oleh PUSAKA/KERIS yang diberikan oleh SEMAR kepadanya, yang salah satunya adalah keris milik R.Ng.Ranggawarsita.
Mohon dima’afkan atas kelancangan saya bertutur kata.
Rahayu
_/\_

Trisula sudah mau di serahkan, tetapi SP belom mau terima………………………….Beliau tidak mau mencampuri urusan Pemerintahan sekarang………Masyarakat di sekitarnya memanggilnya Raja……atau Jendral……………tinggalnya antara Surabaya dan Yogyakarta…….Pasukannya di singkat “BC”……Insya ALLAH beliau akan muncul dengan izin-NYA.

Saya harap benar , semoga cepat muncul. Tp bukan brarti dia muncul indonesia langsung makmur. Pasti ada proses. Taktik dan cara yg sudah di pikirkan satria piningit….

QURANUL-HIKMAH
https://drive.google.com/file/d/0B9LHlRheIuszVUowSVgyMXpPMjg/edit?usp=sharing

(Quranul-Kitab):Al-Baqarah 129 (Doa Nabi Ibrahim As)
“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al-Hikmah serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.”Saya mohon sebarkan,
goro-goro, murka Allah SWT, amuk bumi,
3 days darkness, tidak lama lagi..

Saya hanya seorang pemberi peringatan..
untuk nama di akta saya, imam ahmad
nama darah biru , raden ahmad
entah Raden itu dari darah biru raja mana, saya tidak peduli itu!


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: