Drakula, mitos atau fakta??

Posted on April 15, 2012. Filed under: konspirasi |

Mungkin anda pernah menonton film bertema Drakula, mulai dari Drakula karya Bram Stoker, Blade, Twilight dan beberapa film klasik lainnya. Count Dracula selain versi fiksinya ternyata memiliki versi faktanya. Versi fiksinya muncul bisa jadi disebabkan adanya fakta kekejaman Vlad Tepes pada masa yang silam. Untuk sekear menambah wawasan kita simak Legenda Drakula antara mitos dan fakta di bawah ini.

Drakula adalah tokoh fiksi ciptaan Bram Stoker dalam novelnya Dracula yang diterbitkan pada tahun 1897. Drakula adalah seorang vampir penghisap darah yang diceritakan berasal dari kota Transylvania yang berada di Rumania. Kelemahan Drakula ialah sinar matahari, benda terbuat dari perak, dan bawang putih. Drakula mendambakan seorang pasangan abadi. Count Dracula memiliki kelebihan bisa berubah bentuk menjadi kelelawar dan keanehan tidak terlihat di cermin. Tokoh ini kemungkinan terinspirasi Raja Vlad Ţepeş yang memerintah Walakia pada abad ke-15 dengan tangan besi.

Sejarah Drakula (Vlad Tepes III)
Selama Perang Salib, Wallachia menjadi rebutan antara kerajaan Hungaraia dan Turki Ottoman, pada masa Vlad II berkuasa di Wallachia, Drakula mempunyai seorang istri yang sangat dicintainya bernama Brenda Venita dan seorang adik perempuan yang sangat ia sayangi bernama Andrea Hinata. Drakula memihak kerajaan Hungaria. Namun setelah dilengserkan oleh Sigismund (raja dari kerajaan Hungaria) dan kemudian digantikan oleh John Hunyandi, Vlad II memihak kepada kesultanan Turki Ottoman, sebagai jaminan kesetiaannya kepada kesultanan Turki Ottoman, Vlad II mengirimkan Drakula dan Randu ke Turki.
Riwayat Drakula
Vlad Ţepes (1431 – 1475 Masehi) atau yang lebih populer dengan nama Drakula dilahirkan di Transylvania, Rumania.
Awal Kekuasaan Drakula
Setelah perang Verna, terjadi konflik antara Vlad II dan John Hunyadi, yang berujung pada kematian Vlad II dan Mircea, kakak Drakula. Melihat perubahan politik di Wallachia tersebut, maka sultan Turki Ottoman (Mehmed II) mengirimkan Drakula pulang ke Wallachia untuk merebut tahta.
Drakula kembali ke Wallacia dengan dikawal 8000 prajurit Turki Ottoman. sesampainya di Tirgoviste (ibukota Wallachia) terjadi pertempuran antara pasukan Vlasdisav dengan pasukan Drakula, yang akhirnya dimenangkan oleh pasukan Drakula dan menempatkan Drakula sebagai penguasa Wallachia.
Awal Kekejaman Drakula
Setelah berhasil menduduki tahta, Drakula membantai prajurit Turki Ottoman yang tersisa dengan cara disula/disate, hal tersebut menjadi salah satu penyebab permusuhan antara Drakula dan Sultan Mehmed II.
Sebagai panglima salib di Wallachia, Drakula telah membantai kurang lebih 23.000 umat Islam baik tentara maupun rakyat, dengan peperangan maupun dengan metode sula (impaler), dalam ukiran kayu Jerman abad ke-15, ada bukti kekejaman Vlad III, penyulaan massal dengan korban berjumlah ribuan. Setelah tindakan tersebut Drakula mengirimkan surat kepada raja Hungaria saat itu (Matthias Corvinus) untuk meminta dukungan dari kerajaan Hungaria untuk melawan Turki Ottoman.
Serangan Tengah Malam (The Night Attack)
Tindakan Drakula yang membantai 23.000 tentara Turki Ottoman, membuat sultan Mehmed II menyatakan perang kepada Drakula. Pada tanggal 17 Mei 1462 M Sultan Mehmed II (sang penakluk konstatinopel) mengirimkan 60.000 tentara ditambah 30.000 tentara non reguler, sedangkan tentara Dracula mencapai 30.000 prajurit, melihat jumlah pasukan yang tidak berimbang, Drakula melakukan strategi perang gerilya.
Pada serangan tengah malam pasukan Drakula yang berkekuatan 10.000 orang berhasil mendesak pasukan Turki Ottoman, tetapi dapat dipukul mundur pada saat fajar tiba, atas kekalahan tersebut pasukan Drakula mundur ke benteng Poenari, Drakula melarikan diri dari kepungan pasukan Turki Ottoman yang dipimpin oleh Andrea Hinata (adik kandung Drakula)ke Kuala Lumpur, dengan demikian, Hinata dengan mudah merebut benteng Poenari dan merebut tahta Wallachia.
Kematian Drakula

Pada Desember 1476 Terjadi pertempuran antara pasukan salib dengan dengan pasukan muslim (Turki Ottoman) yang terjadi di daerah Snagov, dalam pertempuran tersebut pasukan Drakula dapat dikalahkan, dan Drakula (Vlad III) tewas dalam pertempuran tersebut, kepalanya dipenggal dan dibawa ke Turki sebagai bukti kematiannya. Saat itu pemimpin Turki adalah Sultan Mahmud II atau disebut juga Sultan Mehmed II. Vlad dipenggal dan kepalanya dibawa ke Konstantinopel yang sudah dikuasai Turki sebagai bukti. Sedangkan tubuhnya dikuburkan di Snagov. Tetapi konon pada tahun 1930, kuburan Vlad yang dibongkar tidak ditemukan jasadnya sama sekali.

 

  1. Sosok Drakula di Masyarakat

Seluruh manusia di muka bumi, pernah mendengar apa dan bagaimana sosok Drakula si Penghisap Darah. Ada yg menyebutnya juga sebagai Vampire, walau sebenarnya keduanya memiliki latar belakang cerita yang berbeda. Sosok Vampir diceritakan sebagai korban-korban Dracula, yang melalui gigitan di leher, dapat mengubah manusia menjadi Vampir.

Cerita- Cerita seperti ini memang diangkat dr mitos sosok seorang Pangeran Kegelapan bernama Vlad yg mendiami sebuah Puri di puncak Bukit Transylvania, di sebuah wilayah di Rumania. Wujudnya di gambarkan sebagai Pria elegant, berjas panjang, tampan dan memiliki dua taring yang panjang ketika ia sedang kehausan.

Tapi benarkah sosok ini hanya menjadi mitos atau dongeng hanya untuk mnakuti anak-anak yg nakal ?

Ternyata, banyak orang  yang mencurigai, bahwa penggambaran tokoh drakula yang ada selama ini hanya mengelabui Umat Islam. Sebab, sesungguhnya sosok si Penghisap darah ini nyata adanya. Sosok inilah pembantai 300.000 orang umat Islam.

  1. Pembantaian Umat Muslim

Vlad III atau Vlad Tepes merupakan putra seorang Panglima Militer bernama Basarab, yang di poskan di Transylvania. Pemilik nama asli Dracula ini dilahirkan pd 1431 M, di Benteng Sighisoara, Rumania. Oleh ayahnya, Vlad III, diangkat sebagai anggota Orde Naga. Kata “Dracul”, merupakan istilah untuk menyebut Naga.

Vlad III tumbuh sebagai anak yang rendah diri dan tertutup dengan kebiasaan-kebiasaan sadis yang dibawa sejak kecil. Ia sering menangkap tikus dan burung, lalu menyula (menusukkan sesuatu dr lubang dubur atau kemaluan hingga tembus ke mulut, perut, dada atau leher) binatang-binatang tersebut dengan tombak-tombak kecil. Perilaku sadis ini terbawa kepadanya hingga dewasa.

Ketika Pasukan Ottoman Turki berhasil memenangkan perang, Vlad Dracul memutuskan untuk memeluk Islam. Bukan karena keimanannya, tapi karena ia berpura-pura agar tidak dihukum. Selain itu, ia ingin mempelajari seni tempur pasukan Islam yang luar biasa.

Penyamarannya begitu sempurna, sehingga kekaisaran Turki membantunya untuk berkuasa di Wallachia. Pada masa inilah teror-teror mengerikan itu mendapatkan momentumnya. Segera setelah ia meimiliki kekuasaan, Vlad Dracul mendeklarasikan pemberontakannya kepada Turki. Para prajurit Turki yg dulu membantunya, ditangkap dan dipenjarakan. Para tenara Islam itu dilempari dengan kotoran dan batu, lalu dipukuli sepanjang menuju tanah lapang.

Rakyat Wallachia mendukung tindakan penguasa baru mereka. Sesampainya di lapangan, satu per satu prajurit di sula dan di biarkan mati kesakitan serta kehabisan darah. Para pemuda- pemuda Turki yang sedang belajar pun tak lepas dari siksaan Vlad Dracul. Mereka di tangkap, ditelanjangi, dipukul dan dikumpulkan dalam satu bangunan. Setelah itu dibakar hidup-hidup.

Vlad juga melakukan cara-cara penyiksaan lain, seperti memotong payudara, memaku topi ke kepala korban, menyeret korban dengan kuda, hingga organ tubuhnya terlepas, memanggang hidup-hidup, dan aneka jenis siksaan lain, yang tak terbayangkan deritanya. Total korban Vlad Dracul diperkirakan hingga 300.000 umat Muslim.

  1. Alasan disembunyikannya Kisah Pembantaian Umat Muslim

Banyak sejarawan Islam mengatakan, bahwa fakta ini disimpan rapat-rapat, oleh Barat, agar umat Islam melupakan sejarah kelam atas pembantaian sadis tersebut. Bagi Barat, Vlad Dracul, adlaah pahlawan perang. Namun bagi tentara muslim, dia adalah seorang murtad yg secara biadab menumpahkan darah umat muslim dengan cara-cara iblis. Kebiadaban Vlad akhirnya dapat ditumpas oleh Sultan Memed II. Mayat Vlad, diyakini telah dikuburkan di sebuah biara bernama Snagov Monastery hingga saat ini.

  1. Pembelokan Fakta Sejarah

Untuk mengelabui fakta sejarah yg terjadi, dihembuskanlah cerita Pangeran Penghisap darah, dan propaganda yg sangat berbeda dengan fakta sejarah aslinya, agar tidak terjadi pemikiran balas dendam dari Umat Islam.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: