konspirasi

Akar gerakan freemasonry-illuminati

Posted on April 18, 2012. Filed under: ARTIKEL, konspirasi |

Pada abad pertengahan, di Barat sedang terjadi pergulatan antara nalar dan agama. Nalar adalah refleksi dari rasionalitas yang terbelenggu oleh dogma gereja yang ambigu. Pada akhirnya Nalar berhasil mengesampingkan keimanan, akibatnya barat menjadi tersekularkan.

Setelah melewati masa Renaissance, periode pencerahan hingga sampai ke zaman modern ini keimanan semakin terbenam dalam kubangan rasionalitas. Nalar dipisahkan dari agama dan keyakinan hanyalah persoalan individu semata yang didominasi oleh kebebasan yang azasi.

Di Amerika, gereja semakin ditinggalkan jamaahnya lantaran rumah ibadah tersebut menjadi penghalang dalam mengekspresikan kebebasan akal.

Madonna, salah seorang diva musik dunia memilih untuk mempelajari dan mempraktekkan ajaran Kabbalah, disusul oleh Demi Moore dan sederet artis kondang lainnya. Saat ini Kabbalah menjadi agama alternatif bagi sejumlah selebritis dunia. Faktor apa yang seolah menghipnotis minat sehingga Kabbalah menjadi pilihan mereka?

Sejatinya Kabbalah adalah kepercayaan Yahudi yang amat rahasia disampaikan pada anggota dari mulut ke mulut. Ajarannya berupa ilmu sihir dan ritual pemujaan setan yang telah dikembangkan sejak ribuan tahun. Secara harafiah Kabbalah ( Qabala ) bermakna tradisi lisan. Kata Kabbala diambil dari bahasa Ibrani: qibil yang bermakna menerima atau tradisi warisan. Dengan demikian ajaran Kabbalah mempunyai arti menerima doktrin ilmu sihir ( okultisme ) yang hanya diketahui oleh segelintir orang.

Menurut sejarah, Ordo Kabbalah telah berusia 4.000 tahun, sejak Nabi Ibrahim as meninggalkan Sumeria, akhirnya menyebar ke Mesir Kuno hingga Ke Palestina. Ordo Kabbalah dibentuk dan diberi nama Ordo Persaudaraan saat perpindahan Bani Israil ke Babilonia yakni pada era Dinasti Ur ke 3 ( 2112 -2004 SM ). Salah seorang pendeta tinggi Kabbalah yakni Samiri yang mengajak Bani Israil saat eksodus dari Mesir untuk menyembah anak sapi emas bertepatan saat Nabi Musa as berkhalwat di gunung Tursina-Sinai. Doktrin mistis Kabbalah merupakan induk dari segala ilmu sihir yang ada di dunia hingga hari ini. Sejatinya merupakan elemen eksternal yang menyusup ke dalam agama Yahudi. Ditinjau dari segi pemahaman, Kabbalah terdiri dari 3 ordo : Ordo Hijau, Kuning, serta Putih. Ordo putih nyaris tidak teridentifikasi oleh peneliti. Hal ini lebih disebabkan gerakannya sangat rahasia, dan mereka berkonsentrasi pada misi politik. Sedang ordo Hijau dan Kuning lebih menekankan pada aspek penyembahan terhadap Lucifer. Ajaran Kabbalah dirumuskan untuk menentukan jalannya peradaban manusia dengan membentuk satu pemerintahan dunia ( E Pluribus Unum ) di bawah kendali Yahudi. Tradisi Kabbalah ditengarai menghasilkan filsuf besar seperti Plato, Socrates dll , juga faham Rasisme yang kemudian diadopsi Hitler untuk berkuasa. Untuk dibaiat menjadi anggota ordo putih, harus memiliki gelar magister pada satu disiplin ilmu. Hanya Yahudi dari garis keturunan yang lurus yang diizinkan untuk menjadi anggota. Di dalam fase rekrutmen ini ditempuh melalui pendidikan tidak kurang dari 40 hari. Prinsip ini yang selanjutnya digunakan oleh kelompok persaudaraan Illuminati.

Menurut ajaran Kabbalah proses penciptaan dimulai dengan munculnya benda-benda yang disebut Sefiroth yang artinya lingkaran-lingkaran atau orbit-orbit yang bersifat material maupun spiritual. Benda tersebut berjumlah 32. Sepuluh yang pertama beremanasi dengan Tuhan yang gaib di kedalaman yang tak terbatas. Dogma Kabbalah ada relasinya dengan sistem kepercayaan astrologi kuno. Pada hakekatnya Kabbalah telah menyimpang jauh dari agama Yahudi. Ajaran tersebut menjadi doktrin mistis dari keimanan Yahudi yang melenceng dari Taurat.

 

 


Theodore Reinach seorang pakar sejarah Yahudi mendiskripsikan bahwa Kabbalah adalah racun teramat halus yang menyusup dan memenuhi nadi agama Yahudi. Doktrin tentang Tuhan mereka, bertentangan dengan fakta penciptaan dalam Taurat.

Penjelasan kaum Kabbalis tentang Tuhan direfleksikan sebagai bentuk tertinggi yang tak terlukiskan yang disebut En Sof. Adapun En Sof telah memanifestasikan dirinya kepada pengikutnya dalam sepuluh aspek ( Sefiroth ) realitas ilahiah. Kesepuluh aspek tersebut yakni: Kether Elyon : Mahkota tertinggi; Hokhmah : Kebijaksanaan; Binah : Akal; Hesed : Cinta atau pengampunan; Din : Kekuasaan; Rakhamim: Kasih Sayang; Netsakh : Keabadian; Hod : Kegungan; Yesod : Fondasi; Malkuth: Kerajaan ( Sekhinah ).

Sebenarnya Sefiroth adalah ekspresi paling lugas dari ajaran pagan Kabbalah, diilustrasikan sebagai pohon yang tumbuh terbalik, akarnya di kedalaman, En Sof dan puncaknya terdapat di Sekhinah ( dunia ). En Sof merupakan jabaran dari getah yang mengalir melalui dahan pohon dan membuatnya hidup serta menyatukan dahan-dahan dalam realitas yang rumit dan misterius.

Kaum Kabbalis tidak antagonis terhadap falsafah namun bagi mereka simbolisme dan mitologi jauh lebih memuaskan dalam menyingkap hakekat Tuhan.

Ketika berakhirnya kekuasaan Romawi di Palestina, para pendeta Kabbalah memutuskan untuk merekam tradisi lisan tersebut ke dalam papyrus agar dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. Tugas tersebut diamanahkan pada Rabbi Akiva Ben Josef seorang ketua majelis tinggi pendeta Sanhendrin, serta seorang kepercayaannya rabbi Simon Ben Joachai. Kitab suci Kabbalah terbagi dalam dua buku: Sefer Yetzerah ( Kitab Penciptaan ) dan Sefer Zohar ( Kitab Kemegahan ). Zohar penuh dengan ayat-ayat rahasia. Ayat-ayat tersebut hanya bisa dipahami melalui kitab yetzerah.

Di Eropa beberapa abad setelah Masehi muncul Sefer Bahir ( Kitab Cahaya ).

Kitab suci Kabbalah ditulis dalam bahasa Ibrani, selanjutnya diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Rujukan kaum Kabbalis tersebut berisi ajaran suci bagi kultus sesat dan penyembahan terhadap iblis. Teologi Kabbalah tersusun dari mitologi paganisme dan menjadi dasar dari kemerosotan agama Yahudi. Klaim Kabbalah bahwa manusia bertanggung jawab terhadap keberadaannya. Kaum Kabbalis menyebut iblis sebagai Lucifer ( cahaya , pencerahan ) . Hal tersebut berkaitan dengan kepercayaan mereka yaitu kekuasaan yang berasal dari cahaya, api dan matahari yang merupakan perlambang iblis.

Di dalam struktur ajaran mereka terdapat hirarki kekuasaan: Sefrotim ( penyinaran ) diasosiasikan sebagai makhuk supra natural. Dalam bahasa Ibrani disebut : Shedim yang terdiri dari sejumlah roh. Shedim yang kawin dengan manusia disebut Mazzikim dan anak hasil perkawinannya disebut: Banim Shovanim ( anak haram jadah ).

Kabbalah merepresentasikan bahwa manusia menjadi suci setara dengan Tuhan, dalam istilah modern dikenal dengan faham Humanisme.

Penganut Kabbalah menggunakan simbol-simbol. Organ lelaki disimbolkan dengan Phallus ( Lingga ), perlambang kekuasaan regeneratif. Organ wanita dimanifestasikan oleh Yuna yang melambangkan kesuburan. Lain halnya untuk menjelaskan struktur hirarki, mereka menggunakan segitiga dan piramida. Para elit Kabbalis berada pada puncak piramida yang menguasai massa yang menopang bangunan tersebut. Teologi Kabbalah merebak ke seluruh dunia, hadir dalam masyarakat diberbagai aspek. Di Indonesia pernah ada gereja iblis, hotel serta night club yang dinisbahkan kepada Lucifer. Sedang di Persia kaum Kabbalis mengejawantah ke dalam agama Zoroasterisme. Para pemuka agama Zoroaster disebut dengan Magi, ritual ajarannya : Magus. Dari isitilah itulah muncul ilmu magis. Adapun Hadits Nabi Muhammad SAW menyebut bahwa Zoroaster seperti halnya Majusi, aliran ini mempelajari sihir okultisme dan tenung dengan bantuan jin.

Seiiring dengan merebaknya Ilmu Astrologi dan numerologi, agama Kabbalahpun berkembang di Sumeria-Mesir, Babilonia sampai ke Persia. Ajaran Kabbalah di Persia tertulis dalam kitab Avesta, sedang Lucifer disebut : Ahuramazda ( Ormuzd : sang pembawa cahaya ) yang diaplikasikan dengan penyembahan api dan matahari.

Di Palestina ajaran Kabbalah menyebar dipimpin oleh Herodes II, gubernur Romawi serta dua orang pembantunya: Ahiram Abiyud dan Moav Levi, mereka melawan ajaran Yesus, kelompok tersebut berupaya membangun kembali Haikal Sulaiman di Yerusalem. Majelis Kuasa Rahasia Kabbalah yang dipimpin Herodes II memerintah untuk menyembelih Nabi Zakaria as, juga membunuh Nabi Yahya as dan meletakkan penggalan kepalanya di atas nampan. Gubernur lalim tersebut juga mengeluarkan dekrit hukum mati terhadap Yesus ( Nabi Isa as ). Dalam waktu singkat Injil versi Kabbalah berkembang ke seantero kekaisaran Romawi dan menjalar hingga ke Eropa. Selanjutnya Majelis tersebut juga mendirikan The Knights Templar yang merupakan cikal bakal dari gerakan Freemasonry dengan cara menyusupkan anggotanya sebagai seorang Kristen Katholik yang berperan sebagai ordo militer dalam perang salib.

Di Provence-Perancis tradisi lisan Kabbalah dibukukan pada abad ke-13. Kaum Kabbalis generasi selanjutnya memaparkan bahwa problem kejahatan sejatinya merupakan dampak dari kecelakaan primordial yang terjadi pada awal proses pengungkapan diri Tuhan. Mitologi Kabbalah telah terbukti memuaskan secara psikologis saat tragedi menyelimuti kaum Yahudi Spanyol pada abad ke-15. Tuhan Kabbalis berperan membantu memaknai penderitaan yang membelenggu. Metode pencerahan ala Kabbalah seperti layaknya metode psikoanalis masa kini dalam pencarian kebenaran sekular, Teologi yang menyimpang ini membebaskan seseorang dari penjara duniawi membawa menuju ranah ilahiah, dengan cara inilah belenggu jiwa dibuka hingga ditemukan sumber kekuatan psikis yang mencerahkan serta mengobati penderitaan. Mistisisme Kabbalis menjustifikasi mampu menerobos ke dalam pikiran dibanding bentuk-bentuk agama yang ”rasional”. Klaim mereka “bahwa Tuhan kaum Kabbalis mampu menjawab kebutuhan, ketakutan dan kecemasan primitive”.

Sampai sejauh ini Barat menilai Tuhan dengan caranya yang kian sekular. Sesungguhnya seperti itulah gambaran tentang pencarian Tuhan oleh para selebritis dunia yang semakin kebablasan.

Jauh berbeda dengan aqidah Islam ; sebelum membangun kerangka iman terlebih dulu dilakukan pemahaman lewat ilmu, yang diimplementasikan dengan amal saleh, dan yang paling utama kita harus mendudukkan wahyu di depan kenisbian nalar. Sehingga akan terwujud sinergitas yang prima antara nalar dan agama. Akhirnya hanya Islamlah satu-satunya agama yang mempunyai konsep sempurna dan final, jauh sejak agama tersebut diturunkan oleh Allah lewat wahyu melalui perantaraan Jibril kepada junjungan kita Rasulullah SAW.

Wallahu A’lam Bi Sawab.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Drakula, mitos atau fakta??

Posted on April 15, 2012. Filed under: konspirasi |

Mungkin anda pernah menonton film bertema Drakula, mulai dari Drakula karya Bram Stoker, Blade, Twilight dan beberapa film klasik lainnya. Count Dracula selain versi fiksinya ternyata memiliki versi faktanya. Versi fiksinya muncul bisa jadi disebabkan adanya fakta kekejaman Vlad Tepes pada masa yang silam. Untuk sekear menambah wawasan kita simak Legenda Drakula antara mitos dan fakta di bawah ini.

Drakula adalah tokoh fiksi ciptaan Bram Stoker dalam novelnya Dracula yang diterbitkan pada tahun 1897. Drakula adalah seorang vampir penghisap darah yang diceritakan berasal dari kota Transylvania yang berada di Rumania. Kelemahan Drakula ialah sinar matahari, benda terbuat dari perak, dan bawang putih. Drakula mendambakan seorang pasangan abadi. Count Dracula memiliki kelebihan bisa berubah bentuk menjadi kelelawar dan keanehan tidak terlihat di cermin. Tokoh ini kemungkinan terinspirasi Raja Vlad Ţepeş yang memerintah Walakia pada abad ke-15 dengan tangan besi.

Sejarah Drakula (Vlad Tepes III)
Selama Perang Salib, Wallachia menjadi rebutan antara kerajaan Hungaraia dan Turki Ottoman, pada masa Vlad II berkuasa di Wallachia, Drakula mempunyai seorang istri yang sangat dicintainya bernama Brenda Venita dan seorang adik perempuan yang sangat ia sayangi bernama Andrea Hinata. Drakula memihak kerajaan Hungaria. Namun setelah dilengserkan oleh Sigismund (raja dari kerajaan Hungaria) dan kemudian digantikan oleh John Hunyandi, Vlad II memihak kepada kesultanan Turki Ottoman, sebagai jaminan kesetiaannya kepada kesultanan Turki Ottoman, Vlad II mengirimkan Drakula dan Randu ke Turki.
Riwayat Drakula
Vlad Ţepes (1431 – 1475 Masehi) atau yang lebih populer dengan nama Drakula dilahirkan di Transylvania, Rumania.
Awal Kekuasaan Drakula
Setelah perang Verna, terjadi konflik antara Vlad II dan John Hunyadi, yang berujung pada kematian Vlad II dan Mircea, kakak Drakula. Melihat perubahan politik di Wallachia tersebut, maka sultan Turki Ottoman (Mehmed II) mengirimkan Drakula pulang ke Wallachia untuk merebut tahta.
Drakula kembali ke Wallacia dengan dikawal 8000 prajurit Turki Ottoman. sesampainya di Tirgoviste (ibukota Wallachia) terjadi pertempuran antara pasukan Vlasdisav dengan pasukan Drakula, yang akhirnya dimenangkan oleh pasukan Drakula dan menempatkan Drakula sebagai penguasa Wallachia.
Awal Kekejaman Drakula
Setelah berhasil menduduki tahta, Drakula membantai prajurit Turki Ottoman yang tersisa dengan cara disula/disate, hal tersebut menjadi salah satu penyebab permusuhan antara Drakula dan Sultan Mehmed II.
Sebagai panglima salib di Wallachia, Drakula telah membantai kurang lebih 23.000 umat Islam baik tentara maupun rakyat, dengan peperangan maupun dengan metode sula (impaler), dalam ukiran kayu Jerman abad ke-15, ada bukti kekejaman Vlad III, penyulaan massal dengan korban berjumlah ribuan. Setelah tindakan tersebut Drakula mengirimkan surat kepada raja Hungaria saat itu (Matthias Corvinus) untuk meminta dukungan dari kerajaan Hungaria untuk melawan Turki Ottoman.
Serangan Tengah Malam (The Night Attack)
Tindakan Drakula yang membantai 23.000 tentara Turki Ottoman, membuat sultan Mehmed II menyatakan perang kepada Drakula. Pada tanggal 17 Mei 1462 M Sultan Mehmed II (sang penakluk konstatinopel) mengirimkan 60.000 tentara ditambah 30.000 tentara non reguler, sedangkan tentara Dracula mencapai 30.000 prajurit, melihat jumlah pasukan yang tidak berimbang, Drakula melakukan strategi perang gerilya.
Pada serangan tengah malam pasukan Drakula yang berkekuatan 10.000 orang berhasil mendesak pasukan Turki Ottoman, tetapi dapat dipukul mundur pada saat fajar tiba, atas kekalahan tersebut pasukan Drakula mundur ke benteng Poenari, Drakula melarikan diri dari kepungan pasukan Turki Ottoman yang dipimpin oleh Andrea Hinata (adik kandung Drakula)ke Kuala Lumpur, dengan demikian, Hinata dengan mudah merebut benteng Poenari dan merebut tahta Wallachia.
Kematian Drakula

Pada Desember 1476 Terjadi pertempuran antara pasukan salib dengan dengan pasukan muslim (Turki Ottoman) yang terjadi di daerah Snagov, dalam pertempuran tersebut pasukan Drakula dapat dikalahkan, dan Drakula (Vlad III) tewas dalam pertempuran tersebut, kepalanya dipenggal dan dibawa ke Turki sebagai bukti kematiannya. Saat itu pemimpin Turki adalah Sultan Mahmud II atau disebut juga Sultan Mehmed II. Vlad dipenggal dan kepalanya dibawa ke Konstantinopel yang sudah dikuasai Turki sebagai bukti. Sedangkan tubuhnya dikuburkan di Snagov. Tetapi konon pada tahun 1930, kuburan Vlad yang dibongkar tidak ditemukan jasadnya sama sekali.

 

  1. Sosok Drakula di Masyarakat

Seluruh manusia di muka bumi, pernah mendengar apa dan bagaimana sosok Drakula si Penghisap Darah. Ada yg menyebutnya juga sebagai Vampire, walau sebenarnya keduanya memiliki latar belakang cerita yang berbeda. Sosok Vampir diceritakan sebagai korban-korban Dracula, yang melalui gigitan di leher, dapat mengubah manusia menjadi Vampir.

Cerita- Cerita seperti ini memang diangkat dr mitos sosok seorang Pangeran Kegelapan bernama Vlad yg mendiami sebuah Puri di puncak Bukit Transylvania, di sebuah wilayah di Rumania. Wujudnya di gambarkan sebagai Pria elegant, berjas panjang, tampan dan memiliki dua taring yang panjang ketika ia sedang kehausan.

Tapi benarkah sosok ini hanya menjadi mitos atau dongeng hanya untuk mnakuti anak-anak yg nakal ?

Ternyata, banyak orang  yang mencurigai, bahwa penggambaran tokoh drakula yang ada selama ini hanya mengelabui Umat Islam. Sebab, sesungguhnya sosok si Penghisap darah ini nyata adanya. Sosok inilah pembantai 300.000 orang umat Islam.

  1. Pembantaian Umat Muslim

Vlad III atau Vlad Tepes merupakan putra seorang Panglima Militer bernama Basarab, yang di poskan di Transylvania. Pemilik nama asli Dracula ini dilahirkan pd 1431 M, di Benteng Sighisoara, Rumania. Oleh ayahnya, Vlad III, diangkat sebagai anggota Orde Naga. Kata “Dracul”, merupakan istilah untuk menyebut Naga.

Vlad III tumbuh sebagai anak yang rendah diri dan tertutup dengan kebiasaan-kebiasaan sadis yang dibawa sejak kecil. Ia sering menangkap tikus dan burung, lalu menyula (menusukkan sesuatu dr lubang dubur atau kemaluan hingga tembus ke mulut, perut, dada atau leher) binatang-binatang tersebut dengan tombak-tombak kecil. Perilaku sadis ini terbawa kepadanya hingga dewasa.

Ketika Pasukan Ottoman Turki berhasil memenangkan perang, Vlad Dracul memutuskan untuk memeluk Islam. Bukan karena keimanannya, tapi karena ia berpura-pura agar tidak dihukum. Selain itu, ia ingin mempelajari seni tempur pasukan Islam yang luar biasa.

Penyamarannya begitu sempurna, sehingga kekaisaran Turki membantunya untuk berkuasa di Wallachia. Pada masa inilah teror-teror mengerikan itu mendapatkan momentumnya. Segera setelah ia meimiliki kekuasaan, Vlad Dracul mendeklarasikan pemberontakannya kepada Turki. Para prajurit Turki yg dulu membantunya, ditangkap dan dipenjarakan. Para tenara Islam itu dilempari dengan kotoran dan batu, lalu dipukuli sepanjang menuju tanah lapang.

Rakyat Wallachia mendukung tindakan penguasa baru mereka. Sesampainya di lapangan, satu per satu prajurit di sula dan di biarkan mati kesakitan serta kehabisan darah. Para pemuda- pemuda Turki yang sedang belajar pun tak lepas dari siksaan Vlad Dracul. Mereka di tangkap, ditelanjangi, dipukul dan dikumpulkan dalam satu bangunan. Setelah itu dibakar hidup-hidup.

Vlad juga melakukan cara-cara penyiksaan lain, seperti memotong payudara, memaku topi ke kepala korban, menyeret korban dengan kuda, hingga organ tubuhnya terlepas, memanggang hidup-hidup, dan aneka jenis siksaan lain, yang tak terbayangkan deritanya. Total korban Vlad Dracul diperkirakan hingga 300.000 umat Muslim.

  1. Alasan disembunyikannya Kisah Pembantaian Umat Muslim

Banyak sejarawan Islam mengatakan, bahwa fakta ini disimpan rapat-rapat, oleh Barat, agar umat Islam melupakan sejarah kelam atas pembantaian sadis tersebut. Bagi Barat, Vlad Dracul, adlaah pahlawan perang. Namun bagi tentara muslim, dia adalah seorang murtad yg secara biadab menumpahkan darah umat muslim dengan cara-cara iblis. Kebiadaban Vlad akhirnya dapat ditumpas oleh Sultan Memed II. Mayat Vlad, diyakini telah dikuburkan di sebuah biara bernama Snagov Monastery hingga saat ini.

  1. Pembelokan Fakta Sejarah

Untuk mengelabui fakta sejarah yg terjadi, dihembuskanlah cerita Pangeran Penghisap darah, dan propaganda yg sangat berbeda dengan fakta sejarah aslinya, agar tidak terjadi pemikiran balas dendam dari Umat Islam.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

« Entri Sebelumnya

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...