IMAM MAHDI

Bilakah akan munculnya Imam yang sebenarnya itu, tangan yang cukup kuat untuk melakukan tangkisan ghaib untuk semua umat Islam terhadap segala perkara, dari yang sekecil-kecilnya hinggalah kepada yang sebesar-besarnya, sehingga hidup mereka menjadi sangat aman, makmur, bahagia, penuh berkat dan mencapai kemuncak keemasan bagi segala zaman keemasan.

Sebenarnya, kitab-kitab karangan para ulama sejak dari zaman dahulu hinggalah ke saat yang terkini, yang ditulis sama ada secara khusus atau secara umum, yang menyentuh mengenai Imam Mahdi adalah terlalu banyak, jauh lebih banyak daripada hadits-hadits yang ada, yang menyebut tentang diri Imam Mahdi itu sendiri.

Begitu juga buku-buku ilmiah, kertas-kertas kerja, tesis-tesis dan sebagainya yang ada kaitannya dengan Imam Mahdi itu, sama ada yang ditulis oleh orang yang memang ahli ilmu atau oleh orang biasa, sudah terlalu banyak hingga tidak dapat lagi disenaraikan, karena sudah terlalu banyaknya. Di samping itu, kebanyakannya sudah diterbitkan, manakala sebahagian besar lagi masih dalam bentuk mentah – belum diterbitkan oleh mana-mana pihak.

Tujuan mereka menulis kitab, buku, kertas kerja, tesis, analisis, dan sebagainya itu juga ada

bermacam-macam. Ada yang tujuannya semata-mata untuk memberi ilmu kepada semua umat Islam sepanjang zaman, ada yang tujuannya untuk mendapatkan wang – mencari untung semata-mata, ada yang menulis karena ingin mendapatkan segulung ijazah, ada yang bertujuan mencari nama, ada yang menulis untuk menambahkan bilangan kitab-kitab karangannya, ada yang menulis karena minat terhadap bidang penulisan, ada yang menulis karena mau mempertahankan kesahihan hadits-hadits Imam Mahdi daripada dituduh secara semberono sebagai amat dhaif malah mauduk, walaupun sebenarnya tidak demikian, ada yang menulis karena mau mempertahankan kebenaran munculnya Imam Mahdi dan bermacam-macam niat lagi. Ada yang menulis mengenai Imam Mahdi itu dari satu aspek saja, ada yang menulis dari dua

tiga aspek, dan ramai yang menulis dalam banyak aspek. Banyak karangan tersebut yang berbentuk cerita, untuk memberi lebih kefahaman kepada orang ramai terutamanya kanak-kanak dan orang yang baru belajar mengenali Imam Mahdi itu. Bentuk ini dapat membebaskan mereka daripada ikatan hadits-hadits yang banyak itu dan memberikan lebih ruang kepada mereka untuk menyalurkan pendapat dan pandangan sendiri. Ada karangan yang berbentuk uraian hadits, ada yang berbentuk penilaian hadits-hadits sama ada boleh dipercayai atau tidak, ada yang berbentuk kritikan sama ada terhadap rawi maupun terhadap isi kandungan hadits itu sendiri, ada yang berbentuk penjelasan terhadap permasalahan masa Imam Mahdi yang selalu ditimbulkan, ada yang berbentuk ringkasan cerita dan banyak pula yang berbentuk selari yaitu hadits-hadits dimasukkan tanpa sebarang ulasan atau komen. Ada yang begitu rajin memberikan sumber rujukannya sekali, berserta ulasan sama ada hadits itu sahih, hasan atau dhaif. Kebanyakan hadits yang diberi disertakan sekali sanad-sanadnya untuk lebih meyakinkan dirinya dan para pembaca. Yang mengkaji Imam Mahdi dari mazhab lain juga amat ramai, terutama di sebelah Timur Tengah dan Utara Afrika sana. Selain ditulis, banyak pula yang dibincangkan secara hangat di pentas pelbagai jenis forum, seminar, simposium, kolokium, ceramah, penerangan dan bermacam-macam nama lagi. Namun hasilnya, umat Islam di seluruh dunia masih tetap berpecah separti sebelumnya juga, tidak berkurang. Yang menulisnya itu, ada yang imam mujtahid, ada yang imam mujaddid, ada yang ulama besar yang fakih, ada ulama besar yang fiqh, ada yang ulama kecil, ada yang ahli tasawuf, ada yang ahli sejarah, ada yang ahli hadits terkemuka, ada yang merupakan sarjana, ada yang merupakan ahli akademik, ada yang ahli kemasyarakatan, ada yang merupakan peramal masa hadapan, ada yang orang kafir dari kalangan Yahudi dan Nasrani dan ada yang orang biasa, ada yang dari kalangan orientalis Barat, malah ada yang menulis semata-mata karena cukup berminat dengan peribadi Imam Mahdi yang dijanjikan itu. Penulis sendiri, pada peringkat awalnya tidak berhasrat untuk menulis mengenai Imam Mahdi ini dengan dua alasan utama. Pertama, karena sudah terlalu banyak buku dan kitab di pasaran yang menceritakan secara lengkap mengenai Imam Mahdi. Terdapat bermacam-macam bentuk penulisan dan gaya mereka untuk menarik minat orang ramai agar membeli buku keluaran mereka.

Tajuk-tajuk yang diberikan juga amat menarik dan penuh psikologi. Membaca buku-buku dan kitab

karangan mereka sudah cukup memuaskan hati dan menambahkan ilmu.

Kedua, karena penulis sendiri bukanlah orang yang terlalu ahli dalam bidang ini. Penulis

sendiri ketika itu masih belajar dan mencari hadits-hadits yang berkaitan dengan Imam Mahdi itu.

Karena itu, penulis tidak berniat untuk menulis dan menambahkan lagi kemeriahan buku-buku

mengenai Imam Mahdi ini. Cukuplah dengan apa yang sudahpun ada di kalangan umat Islam.

Tetapi rupanya kehendak Allah itu tidak dapat dihalang oleh sesiapa pun dan dengan apa

cara pun. Dia Maha Berkuasa dan Maha Berkehendak. Dia juga Maha Tahu setiap apa yang dibuat-

Nya. Setelah mengkaji dengan lebih dalam dan lama, rupa-rupanya ada banyak perkara yang selama ini tidak tersingkap di sebalik hadits-hadits yang jika dilihat sekali lalu, sangatlah bertentangan antara satu sama lain dan juga isinya kelihatan berterabur di sana-sini.

Juga karena banyak daripada hadits berkenaan yang selama ini didakwa sebagai dhaif, malah

banyak yang dikatakan mauduk, tetapi yang sebenarnya tidaklah demikian. Banyak pula hadits-hadits berkenaan yang jika dilihat secara kasar, amat berlawanan matannya antara satu sama lain. Haditshadits yang begini sifatnya sepatutnyalah dikaji semula dengan lebih mendalam, dinilai balik menurut ukuran zaman sekarang, karena Imam Mahdi itu zahir pada zaman kita – bukan pada zaman lapan ratus tahun dahulu, atau empat ratus tahun dahulu – kemudian dihurai kembali menurut tafsiran yang lebih sahih dan sesuai dengan zaman kita ini.

Sebab itulah juga rupanya yang mendorong penulis untuk mengemukakan kembali haditshadits

mengenai diri Imam Mahdi itu, dengan harapan supaya hadits-hadits itu tidak disalahanggapkan

sebagai dhaif dan berlawanan. Maka motif utama penulisan buku ini adalah untuk mengembalikan

semula hadits-hadits yang selama ini dipandang serong dan dhaif oleh sebahagian besar umat Islam

termasuk para cendekiawannya – ke tempatnya semula, tempat yang selayaknya untuk hadits-hadits

Nabi SAW yang mulia itu.

Salah satu sebab utama buku ini ditulis pun adalah karena di dalam tulisan mereka, penulis penulis

lain tidak berani memasukkan hadits-hadits yang dilihat berlawanan karena pada pendapat

mereka, tindakan ini hanya mengundang lebih banyak masalah daripada baiknya dan kemungkinan pula mereka sendiri turut terpengaruh (secara sedar atau tidak) dengan pendapat yang menerima sebahagian hadits saja dan meninggalkan terus (dengan hati yang berat) sebahagian lagi yang dilihatnya amat bertentangan itu. Antara tujuannya adalah untuk mengelakkan kekeliruan di hati mereka dan di hati pembaca. Isi-isi hadits berkenaan yang amat tersirat itu juga dilihat separti berserakan di sana-sini, sehingga terpaksa disusun semula dengan teliti untuk mendapatkan rahsia sebenar di dalamnya.

Penulis-penulis yang separti ini kebanyakannya adalah dari kalangan sarjana moden yang

mengambil jurusan Usuluddin atau Mustalah Hadits sedangkan mereka masih kurang kajiannya.

Mereka hanya membaca buku-buku para penafi kemunculan Imam Mahdi dan sebuah dua kitab lama yang dijadikan kajian kes, kemudian terus membuat ulasan berdasarkan apa yang dibacanya tadi. Malah ramai pula yang mengambil bulat-bulat pendapat daripada orientalis Barat. Lazimnya mereka mengkaji kitab-kitab berkenaan hanya untuk mengkritik saja, bukan untuk diyakini dan bukan pula untuk mendapatkan hidayah Allah daripadanya.

Asalkan dapat ijazah, sudah. Betul atau tidak, itu cerita lain. Walaupun jumlah mereka yang

sebegini tidak terlalu ramai, keadaan ini tetap berterusan dari masa ke masa. Ada saja muncul di sana sini para penyambung lidah cendekiawan atau sarjana terdahulu, yang memperkatakan hal ini, membawa hujah dan dalil baru pula. Semuanya kelihatan begitu hebat dengan ilmunya dan yakin pula dengan pendapat akalnya itu, yaitu berdasarkan perahan akal fikirannya yang didasarkan kepada rumusan beberapa pendapat sebelumnya. Maka banyaklah pendapat para sarjana dan cendekiawan Islam hari ini yang menjurus kepada tidak mempercayai kemunculan Imam Mahdi, berdasarkan akal logik mereka, dan juga berdasarkan ilmu yang sampai pada akal fikiran mereka.

Sepatutnya mereka mengkaji lebih banyak lagi buku-buku dan ulasan yang diberikan oleh

para Huffaz yang kenamaan, serta ulama bertaraf mujtahid sejak zaman dahulu. Tidak patutlah

mereka ini bersikap berat sebelah sepanjang membuat kajian berkenaan. Kalaulah mereka membaca kitab-kitab tersebut dengan penuh teliti dan saksama di samping memohon petunjuk daripada Allah, pasti mereka akan malu untuk mendakwa hadits-hadits mengenai Imam Mahdi itu sebagai terlalu dhaif atau mauduk.

Bukanlah pula di sini bermakna penulis seorang yang terlalu berani meletakkan sesebuah

hadits secara semberono saja tanpa mengira sahih tidaknya hadits-hadits berkenaan, tetapi

berdasarkan kesesuaian masa dengan maksud hadits-hadits berkenaan dan kepercayaan kepada rawirawi dalam riwayat hadits berkenaan, di samping meneliti kesesuaian matan hadits-hadits daif berkenaan dengan suasana masa pada hari ini. Selain itu, penelitian para Huffaz yang kenamaan mengenai hal ini turut banyak mempengaruhi penulis.

Juga, karena tidak ditemui lagi buku yang menceritakan fasa-fasa pemerintahan Imam Mahdi

itu secara menyeluruh, menyebabkan hadits-hadits itu tidak diletakkan ke tempat sebenarnya. Hanya setelah meletakkan sesebuah hadits ke tempat sebenarnya, barulah dapat kita lihat betapa hadits-hadits itu tidak bertentangan sebenarnya. Situasi ini gagal dihidu, ditangkap dan digarap oleh kebanyakan orang pada hari ini, termasuk yang menggelarkan dirinya sebagai ulama, cendekiawan, sarjana, profesional, ahli akademik dan golongan terpelajar.

Hal ini separti disengajakan oleh para ulama besar zaman dahulu, untuk memberi peluang

kepada ulama zaman mutakhir ini untuk menulis dengan lebih terperinci lagi mengenai Imam Mahdi, yang akan lahir pada zaman mereka pula, dan menyerahkan tugas menulis kembali periwayatan haditshadits berkenaan kepada mereka. Allahlah yang memberikan kita semua taufik dan hidayah-Nya secara yang amat meliputi.

Bagi kebanyakan hadits yang disertakan itu, penulis sertakan juga uraian ringkas di bawahnya, dengan tujuan menambahkan lagi kefahaman dan keyakinan terhadap isi kandungan hadits berkenaan, yang dirasakan sesuai dengan suasana pada hari ini – suasana akhir zaman. Pada bahagianbahagian akhirnya pula, hadits-hadits itu dibiarkan begitu saja tanpa ulasan, karena penulis serahkan sepenuh kefahamannya kepada setiap individu. Tasawur awal telah diberi, maka yang selebihnya atas keupayaan pemahaman masing-masing.

Demikianlah harapan besar dari penulis dan orang-orang yang mencintai kebenaran sejati,

semoga dengan terbitnya buku kecil ini, dapatlah diperbetulkan semula pandangan silap umat Islam terhadap peribadi Imam Mahdi itu dan terhadap hadits-hadits yang selama ini dipandang berlawanan antara satu sama lain. Semoga hadits-hadits itu dapat dikembalikan semula ke tempat yang selayak untuknya. Ini zaman Imam Mahdi, patutlah kita sama-sama mengkaji keperibadian beliau yang selama ini masih terselimut kukuh dengan pelbagai teka-teki dan misteri. Ini juga zaman Pemuda Bani Tamim, Syuaib bin Saleh, maka perlu sangatlah kita meneliti dan mendalami hadits-hadits yang banyak menyebutkan tentang keperibadiannya, perjuangannya dan kelebihan-kelebihan yang ada pada dirinya separti yang tertera dalam hadits-hadits tersebut.

Harapan yang paling besar dari penulis, semoga tulisan ini akan menjadi pembuka minda kita

semua dalam meneruskan perjuangan ini – perjuangan akhir zaman, perjuangan yang paling getir dan an paling bermakna. Semoga hasil di dunianya akan kita lihat dan rasai sepenuh hati dan perasaan.Yaitu sebelum hasil sebenar perjuangan kita itu kita kutip di akhirat sana nanti.

Hasil perjuangan itu adalah yang paling bernilai bagi seluruh umat Islam sepanjang zaman,

yaitu zahirnya Imam Mahdi yang sangat ditunggu dan dirindu. Setiap hati yang jernih pastilah amat

merindui zaman yang dijanjikan itu, suatu zaman yang gilang-gemilang dan tiada taranya, penuh

keberkatan dan kemakmuran, penuh iman dan amal soleh, tiada pertumpahan darah, pergaduhan,malah tidak berketak hati walau antara dua orang pun di dunia ini.

Sesiapa yang tidak merindui ketibaan Imam Mahdi bolehlah dikatakan tidak sempurna

keimanan dan kecintaannya kepada Allah dan Nabi Muhammad SAW. Juga kepada Ahlulbait. Katakata ini bukanlah tidak berasas sama sekali atau mengada-ngada. Jika kita lihat dengan teliti ungkapan para sahabat Radhiyallahu Anhum selepas kewafatan Nabi SAW, kita akan dapati bahwa mereka sendiri turut mengharapkan agar Imam Mahdi itu lahir dan muncul pada masa mereka masih hidup lagi, walaupun mereka amat tahu dan arif bahwa hal ini tidak akan berlaku sama sekali pada zaman mereka.

Begitu pula sunnah para tabiin dan tabiit tabiin, mereka memang sangat mengharapkan

Imam Mahdi itu keluar pada masa mereka, walaupun mereka sangat arif bahwa Imam Mahdi itu

tidak akan keluar pada zaman mereka. Hal ini dapat dilihat dalam riwayat yang sampai kepada kita

mengenai keyakinan mereka bahwa Imam Mahdi itu akan muncul dalam tahun sekian-sekian.

Ini menjelaskan lagi bahwa hadits-hadits mengenai Imam Mahdi itu memang benar dan

sahih. Jika tidak, masakan mereka yang mulia itu sanggup menghabiskan masa memperkatakan hal yang (jika tidak benar dan tidak ada dalam agama) tidak ada dasarnya dalam agama, dan mengkaji hadits-hadits mengenainya. Mereka juga saling berbincang antara satu sama lain dengan tujuan yang sama pula. Ini juga menjadi salah satu faktor pendorong untuk penulis mengkaji lebih mendalam lagi tajuk ini, sekali gus membantu menguatkan lagi hujah bahwa hadits-hadits mengenai Imam Mahdi itu memang benar lagi sahih. Sifat hadits-hadits itu adalah mutawatir, separti yang telah diakui oleh para Huffaz di seluruh dunia, sejak zaman-berzaman. Apa lagi yang boleh kita katakan, setelah para Huffaz sebulat suara memperakukan kebenaran hadits-hadits mengenai Imam Mahdi itu, dan mengisytiharkannya sebagai mutawatir.

Mereka juga sangat-sangat mengharapkan agar Imam Mahdi itu muncul pada zaman mereka.

Mereka, para tabiin dan tabiit tabiin tadi, memang telah diketahui, terutama oleh ahli-ahli tasawuf, sebagai golongan yang tidak banyak berbicara, tidak suka berbicara melainkan pada perkara yang hak, tidak suka omong kosong dan tidak mau menghabiskan masa pada perkara yang tidak berfaedah pada agama dan dunia. Masakan mereka mau membicarakan perihal Imam Mahdi jika perkara itu merupakan bidaah dan hadits-haditsnya dikatakan sebagai hadits palsu.

Mereka tiada sebarang kepentingan dalam memperkatakan masalah ini, sama ada

kepentingan yang bersifat peribadi, apatah lagi kekeluargaan dan perkauman masing-masing. Jauh

lagilah daripada mau mengangkat mana-mana pemerintah ke kedudukan yang lebih baik. Mereka tidak semudah itu memperdagangkan ilmu dan keyakinan mereka untuk mereka tukarkan dengan mata benda yang amat kecil nilainya pada sisi Allah itu.

Lagipun, menurut kaedah syarak separti yang telah ditetapkan oleh para ulama tahqiq, apabila

ramai ulama yang mujtahid menentukan sesuatu perkara, adalah mustahil bahwa perkara yang

ditetapkan itu salah atau batil. Lagi pun, golongan ulama yang menolak konsep Imam Mahdi ini

adalah datangnya daripada ulama mutaakhirin, sedangkan para ulama awwalin tidak ada seorang pun yang kita ketahui menolaknya. Sehabis-habis tidak pun, mereka mendiamkan diri saja daripada menyebutkan persoalan Imam Mahdi ini.

Selain itu, penulis sendiri amatlah berharap agar di dalam buku ini dapatlah disatukan

sebahagian besar – jika tidak pun keseluruhan – tanggapan, pendapat, uraian dan pandangan yang

berbeda-beda terhadap peribadi Imam Mahdi itu sendiri. Memang sebelum ini penulis masih lagi

belum menjumpai buku yang benar-benar berusaha memberikan uraian yang dapat menyatukan

kesemua pandangan dan uraian yang berbeda-beda tentang Imam Mahdi itu, walaupun masingmasing menggunakan hadits dan sumber yang sama dalam memberikan hujah masing-masing. Maka, penulis amat berharap agar dapat disatukan semua pandangan asas mereka, biar pun secara amat ringkas. Pandangan dan uraian yang dimaksudkan adalah uraian para ulama ahli kalam yang menceritakan mengenai Imam Mahdi menurut pandangan mereka sebagai ahli ilmu kalam, juga

pandangan para ulama hadits yang sudah mencapai taraf Huffaz dalam ilmu mereka, juga pandangan para ulama yang khusus mengkaji tentang Imam Mahdi dan membukukan pandangan masing-masing, juga pandangan para sarjana moden yang pro dan kontra terhadap Imam Mahdi, pandangan para ulama sufi yang melihat Imam Mahdi dari sudut pandangan mereka sendiri, dan pandangan ulama akhir zaman yang terlibat secara langsung mengenai Imam Mahdi ini.

Maka dengan menggabungkan keenam-enam pandangan, tanggapan, uraian, tafsiran dan

pendapat ini, penulis amat berharap agar semua pandangan ini dapat disatukan dan difahami secara yang lebih komprehensif dan kolektif, tidak lagi secara yang samar-samar dan tercerai-cerai. Penulis amat yakin bahwa satu titik pertemuan dapat dicari untuk keenam-enamnya karena semua mereka menggunakan sumber yang sama dalam menjelaskan perkara itu. Hanya karena masing-masing kurang memerhatikan pendapat golongan lain, maka titik pertemuan yang sebenarnya satu saja itu jadi terpecah-pecah dan seolah-olah tidak dapat disatukan lagi.

Selain itu, penulis juga memasukkan uraian-uraian yang dirasakan relevan dengan

kehendak-kehendak masa dan situasi zaman moden. Setiap hadits, asar sahabat dan ungkapan tabiin itu perlu dilihat dari sudut kita yang hidup pada zaman ini, bukannya menurut pandangan pada zaman tabiin dahulu. Sebabnya, para sahabat dan tabiin melihat zaman kita ini menurut kasyaf yang terbuka kepada mereka, dan mereka memahaminya menurut apa yang ada pada zaman kita, namun terpaksa disesuaikan ungkapannya dengan suasana zaman mereka hidup, untuk mengelakkan fitnah dan sangkaan-sangkaan buruk kebanyakan umat pada zaman itu.

Maka tugas kitalah pula untuk menterjemahkannya semula, sesuai menurut kehendak pada

zaman kita ini, karena para sahabat dan tabiin itu menceritakan sesuatu yang berlaku pada zaman kita, bukannya sesuatu yang berlaku pada zaman mereka. Maka satu titik pertemuan antara dua zaman yang amat jauh berbeda itu perlu dicari dengan menggunakan kaedah dan alat yang sesuai, dan diselesaikan menurut apa yang ada pada zaman kita ini, agar asar dan ungkapan tabiin itu tidak terus menerus dipandang serong atau ditolak ke tepi.

Dengan menggabungkan keenam-enam unsur penting itu di samping uraian yang dirasakan

sesuai dan perlu dengan keadaan zaman ini, diharapkan semua bentuk kefahaman dan penjelasan

dapat disatukan sepenuhnya. Apa perlunya kita berbeda-beda pendapat sedangkan perkara yang

diperselisihkan adalah satu dan orang yang akan muncul kelak itu pun hanya satu itulah. Maka pada

peribadi Imam Mahdi itulah juga segala perkara akan dikembalikan. Beliau jugalah yang akan

menyatukan akidah kita sekaliannya kepada satu saja, yang akan menyatukan fikah kita kepada satu,

yang akan menyatukan tasawuf kita kepada satu saja, menyatukan tenaga, iman dan agama kita,

kerajaan kita dan lain-lainnya kepada satu saja, tidak ada duanya atau tiganya.

Hanya inilah saja caranya kita dapat menyelesaikan sesuatu masalah agama yang berbangkit

di kalangan umat Islam. Kita tidak ada cara lain yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah

yang berkaitan dengan agama kita sendiri. Kembalilah kepada Al-Quran dan Hadits Nabi SAW. Itulah

yang terbaik dan itulah juga yang dikehendaki oleh agama kita yang suci dan mulia ini. Sama-samalah

kita memanjatkan doa kepada Allah agar kita diberikan-Nya hidayah untuk memahami ajaran sebenar

agama Islam ini dan seterusnya mengamalkannya sungguh-sungguh dalam kehidupan kita sehariharian.

Selamat membaca!

Sekianlah adanya, Allahu Waliyut Taufiq Wal Hidayah.

Salam Ikhwan dan takzim dari penulis.

Hamba yang banyak dosa,

BALYA MALKAN AS SULTHAN AL RIFAI ROMLY

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

12 Tanggapan to “IMAM MAHDI”

RSS Feed for Bumi Mataram Comments RSS Feed

Imam mahdi, ratu adil dan seterusnya adalah “prenik-prenik keyakinan dan perwujudan pemberontakan bathin”. Selamat dan berkah untuk Panjenengan…… Amin.

SATRIO PININGIT TELAH MUNCUL
Tulisan ini dipersembahkan khusus bagi mereka yang ingin memahami kebenaran tentang misteri: Satrio Piningit, Imam Mahdi, Dajjal, Yesus Kristus, anti kristus, nabi Isa, Almasih dan Ratu Adil. Tulisan ini juga mengungkap misteri: Sabdo Palon Nayo Genggong, Nyi Roro Kidul, mahluk ruang angkasa, (UFO), leluhur bangsa israil dan benua atlantis
http://satriopiningitmuncul.wordpress.com/category/imam-mahdi-adalah-satrio-piningit/

Assalamu’alaikum, maaf pernah tahu tafsir mimpi bertemu rosululloh sedang duduk di kursi raja dan saya memeluk beliau.?danmimpi kedua saya mimpi memakai jubah dan surban biru milik bapak dari Syekh Abdul Qadir ra, dan saya dipanggil ke masjid beliau katanya, setelah sampai ternyata masjid nya bapak dari syeh Abdul Qadir ra,tersebut mirip masjid nabawi.(masih di mimpi), Saya tunggu……..terima kasih.

SAYAINGIN BERTEMU ANDA SAUDARA MOCHAMAMAD SULTON. TEMUI SAYA DI FB MOHD ZAIN ISMAIL. SAYA SUDAH LAMA MENCARI ANDA

ass,
mas tolog tulisan atas nama mochammad sulton di atas dihapus , terima kasih banyak atas kebijakannya.

sultan

dajjal/anti christ/lucifer ruled all country trough banking system that all country used today , they used that moneytary banking system (dajjal/anti/lucifer christ get fund for free) to divide,funding war, slave,debt,stress for lack of money,opression,murder & counquer each individu in all country , God said that in Golden Age All Will Be Free No more price tag, No debt , to eat, to feed your kid , to travel,to work & to pray , all money system will be erased !!! , free energy will be produced & used world wide.

https://drive.google.com/file/d/0B9LHlRheIuszVUowSVgyMXpPMjg/edit?usp=sharing

(Quranul-Kitab):Al-Baqarah 129 (Doa Nabi Ibrahim As)
“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al-Hikmah serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.”

Saya mohon sebarkan,
goro-goro, murka Allah SWT, amuk bumi,
3 days darkness, tidak lama lagi..

Saya hanya seorang pemberi peringatan..
untuk nama di akta saya, imam ahmad
nama darah biru , raden ahmad
entah Raden itu dari darah biru raja mana, saya tidak peduli itu!

QURANUL-HIKMAH (AL-HIKMAH)
https://drive.google.com/file/d/0B9LHlRheIuszVUowSVgyMXpPMjg/edit?usp=sharing

(Quranul-Kitab):Al-Baqarah 129 (Doa Nabi Ibrahim As)
“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al-Hikmah serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.”

Saya mohon sebarkan,
goro-goro, murka Allah SWT, amuk bumi,
3 days darkness, tidak lama lagi..

Saya hanya seorang pemberi peringatan..
untuk nama di akta saya, imam ahmad
nama darah biru , raden ahmad
entah Raden itu dari darah biru raja mana, saya tidak peduli itu!

Assalamu alaikum wr,wb … Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih banyak atas khazanah pengetahuan yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada hamba pilihannya untuk membuat tulisan di dalam situs atau blog ini. Dengan hormat dan sangat memohon maaf, kalau kami mengajak dan mengundang saudara untuk mengunjungi situs atau blog kami http://www.laskarbuniarroadtothe.blogspot.com sekedar untuk berbagi informasi dan pengetahuan. Semoga bermanfaat untuk kita semua. JANJI AKHIR DI GUNUNG PAMATON PUTRA BUNIAR / SATRIO PININGIT (PEMUDA GHAIB ATAU TERSEMBUNYI) TANGGAL 24 OKTOBER 2014 M / BERTEPATAN MALAM 1 MUHARRAM 1436 H
Wassalam …

Assalammualaikum wr.wb.. Saya eko dari jambi, membenarkan akas setiap datangnya untusan Allah SWT dimasa sekarang.. Bagi Ɣªήğ mengikuti beliau.. Atau beliau sendiri.. Mohon untuk menghubungi saya.. Karna saya berserta para sahabat dari berbagai wilayah menunggu kedatangannya.. 085266665854

Assalammualaikum wr.wb.. Saya eko dari jambi, membenarkan akas setiap datangnya untusan Allah SWT dimasa sekarang.. Bagi Ɣªήğ mengikuti beliau.. Atau beliau sendiri.. Mohon untuk menghubungi saya.. Karna saya berserta para sahabat dari berbagai wilayah menunggu kedatangannya.. 085266665854..

Salam, my name is Qasim, from last 26+ years Allah and Muhammad s.a.w keep coming into my dreams, over 460+ times Allah comes in my dreams and 250+ times Mohammad s.a.w comes in my dreams, Muhammad S.A.W is the last Messenger of Allah and i am the Ummati of Prophet Muhammad S.A.W, many dreams related to Muslim Ummah, World and the Judgment Day, I have shared few dreams on my fb page,.,.

https://www.facebook.com/pages/Allah-and-Muhammad-SAW-in-my-Dreams/324568321070386


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: